Seperti Apa Cara Kerja Power Reserve?

Ditulis oleh

Butuh banyak hal untuk membuat Anda tahu sisa kekuatan jam Anda.

Sederhananya, sebuah jam tidak bisa bekerja tanpa power. Bagi jam tangan quartz, sumber power sangatlah mudah–baterai quartz menyediakan daya agar jam berdetak. Tapi bagi jam mekanis, cara kerjanya berbeda.

Pada dasarnya, daya untuk menghidupkan jam mekanis mirip dengan cara menghidupkan mainan wind-up. Seperti Anda memutar tuas kunci agar mainan wind-up itu bekerja, sama halnya pada jam – hanya di sini, kita memutar crown untuk menghidupkan jam. Baik pada kedua jam dan mainan mekanis ini, pegas yang ada di dalamnya akan bergulung seraya crown (atau kunci) diputar, dan penekanan dari pegas tadilah yang menciptakan daya, yang lalu akan berhenti saat serial gear tersebut terurai.

                                                                                                                                                                                    Indikator power reserve pada A. Lange & Söhne 1815 Up/Down

Sekarang bayangkan membuat miniatur dari seluruh komponen yang disebutkan tadi, lalu menyatukan semuanya dalam mesin yang ukurannya bahkan lebih kecil dari jari kelingking Anda. Atau jika Anda ingin membayangkan lebih jauh, pikirkan tentang bagaimana cara beberapa brand mencari cara inovatif untuk menciptakan mekanisme power reserve agar jam bisa bekerja sehari-hari, berminggu-minggu, dan dalam beberapa kasus ekstrim, bulan demi bulan – atau bahkan menyediakan energi yang cukup untuk mengerahkan fitur complications tambahan berupa minute repeater atau miniatur automaton bekerja. Memukau, bukan?

APA YANG ADA DI DALAMNYA

Simpanan power reserve pada jam terletak dalam komponen yang disebut dengan ‘barrel’. Tapi ia tak berwujud kokoh, tebal seperti namanya. Malahan barrel dalam movement mekanis ini justru tipis dan hampir rata. Di dalamnya terdapat kawat tipis dari besi yang dikenal dengan sebutan ‘mainspring’. Saat jam dihidupkan, mainspring akan bergelung, dan tekanan dari proses tadi akan menyetor energi untuk jam. Saat mainspring berhenti bergelung, ia akan membalikkan barrel yang terhubung dengan serangkaian gear, yang akan mensuplai energi untuk jam sampai ia mati.

Penting dicatat juga, bahwa energi yang akan terurai tadi harus disetel. Jika tidak, hands penunjuk jam dan menit akan terus berputar tanpa kontrol sampai kehabisan power. Mekanisme yang mengontrol kecepatan dan setelan di mana power terurai disebut sebagai escapement (baca tentang itu di sini).

SANG PEMELIHARA STANDAR

Pada rata-rata jam mekanis, baik itu otomatis atau hand-wound, power reserve tipikalnya merentang di antara 38 hingga 42 jam. Cukup untuk memberi Anda waktu – sekitar satu hari lebih sedikit – untuk mengingat memakai jam atau menghidupkannya agar ia terus berdetak, dan tidak mengganggu penunjuk lain seperti display tanggal dan moon phase.

TETAP TERAYUN

Apa jadinya jika Anda punya banyak jam tapi tak bisa memakai semuanya, tapi tidak ingin power mereka habis agar tidak perlu menghadapi kerepotan dalam winding atau menyetel ulang setiap saat Anda ingin memakainya? Dua kata: watch winders.

Esensinya seperti boks kecil yang menyimpan jam Anda tetap aman, watch winder menjadi rumah bagi mekanisme putaran yang akan meniru gerakan pergelangan tangan, mengayunkan baik searah jam atau sebaliknya, untuk membuat mainspring konstan bergelung. Ia bisa berbentuk satuan atau beberapa unit (seperti di atas), atau set-ups yang mewah dengan kayu dan kulit premium yang bisa menyimpan sampai 10 unit. Beberapa kolektor khawatir jika watch winders akan membuat movement bekerja terlalu ekstra, hingga menyebabkan beberapa parts rusak lebih cepat, dan membuat interval servis jadi lebih pendek. Tapi kebanyakan dari mereka setuju bahwa winders sangatlah berguna bila itu dipakai untuk jam dengan complications seperti perpetual calendar dan moon phase, yang akan sangat tricky untuk disetel ulang jika mereka sempat mati.

SANG PEMAIN YANG EPIK                                                                                                                                                                 

Sama seperti bagaimana jam mekanis dibuat untuk meninggikan level performa dan presisi, komponen power reserve juga diciptakan untuk menampilkan level stamina yang tidak pernah ada sebelumnya.

Beberapa yang menjadi unggulan dalam bidang power reserve yang masif-tapi-tidak-terlalu-mengejutkan ini di antaranya adalah Panerai, yang menawarkan power reserve selama delapan hari pada beberapa calibre buatannya (terinspirasi dari movement Angelus vintage yang menawarkan power reserve berlevel sama), dan Oris, yang menawarkan Calibre 112 dengan power reserve 10 hari. Ada juga model yang benar-benar epik, seperti A. Lange & Söhne 31, yang menjanjikan power reserve selama 31 hari; serta Hublot MP-05 La Ferrari (gambar di atas), yang menawarkan 50 hari sebagai daya cadangnya.

Diterbitkan di Cara Kerja Jam
Alvin Wong

Editor-in-Chief

Alvin promises not to be a douche when talking about watches. He may have scoured the Basel and Geneva watch fairs for the past 15 years, and played an instrumental role to the growth of Singapore's pioneering horological and men's lifestyle publications, but the intrepid scribe seeks to learn something new with each story he writes.  

www.crownwatchblog.com
Selanjutnya di kategori ini: 5 Hal Penting Tentang Mechanical Movement