Finishing School: 6 Movement Finishing Utama

Ditulis oleh

Berikut adalah semua hal yang perlu Anda ketahui tentang ragam jenis finishing yang digunakan dalam jam-jam mekanis mewah.

Di Patek Philippe, ada sebuah ‘komite estetika’ yang di dalamnya terdapat pemilik brand Philippe dan Thierry Stern. Komite tersebut bertugas menilai keindahan dari sebuah movement sebelum jam tangan diproduksi. “Bentuk komponen-komponen, bagaimana komposisi mereka, dan sebaik apa mereka dibuat, sangat peting bagi nilai keseluruhan jam tangan,” ucap Philippe Barat, direktur pengembangan jam tangan dari brand itu.

Mungkin inilah yang menyebabkan beberapa jam tangan serupa memiliki harga berbeda yang bergantung pada jenis caseback terbuka atau tertutup yang dipakai. Tapi persoalannya bukan semata mengenai tampilan movement. Kualitas proses finishing pun penting untuk meningkatkan nilai desain maupun performa. Contohnya, proses polishing membantu mengurangi friksi pada bagian-bagian yang secara konstan saling bersentuhan, seperti barrel dan barrel cover. Polishing yang menghasilkan permukaan halus memungkinkan bagian mainspring untuk bekerja secara konsisten untuk memastikan transmisi tenaga secara reguler.

Sebaliknya, bagian-bagian dengan proses finishing buruk bukan hanya mengurangi proporsi kemewahan sebuah jam, tapi juga mempengaruhi fungsionalitas. Pinion yang tak mendapat proses polishing secara baik akan tidak dapat di-adjust dan dapat mengganggu kerja gir dan meningkatkan risiko kerusakan. Bridge yang tajam dan tidak rapi juga dapat membuat perakitan atau perbaikan movement menjadi sangat sulit.

Berikut ini adalah beberapa proses finishing pada movement yang perlu diketahui.

1. ANGLAGE
Chamferred bridge on an Audemars Piguet movement part
Anglage (atau proses pemotongan) berfungsi untuk menghaluskan ujung bagian-bagian movement. Hal ini dilakukan dengan menempatkan komponen-komponen pada sudut 45 derajat dan kemudian melakukan proses polishing pada komponen-komponen itu agar menjadi berkilau. Perhatikan konsistensi kemulusan dan lebar pada ujung komponen-komponen itu. Proses anglage paling sulit adalah yang dilakukan pada sudut-sudut interior dan hanya bisa dilakukan dengan tangan.

2. PERLAGE 
Close-up of perlage on a Patek Philippe base plate
Pola melingkar tumpang tindih yang umum ditemukan pada bagian atas dan dasar dari plate merupakan hasil dari teknik perlage yang membuat plate jadi lebih bersih dan berpermukaan halus. Pada teknik ini, artisan mengaplikasikan pasta emery di bagian ujung dari peg wood sehingga dapat digunakan secara efektif pada jam-jam yang dapat berotasi. Artisan pun kemudian akan menekan permukaan plate untuk menciptakan pola.

3. MIRROR POLISH
Polished Vacheron Constantin tourbillon cage and bridge
Mirror polish menghasilkan permukaan komponen yang sangat berkilau dan halus. Level tertinggi dari teknik mirror polish adalah black polish yang menciptakan kehalusan sempurna pada komponen serta menampilkan warna hitam sempurna (atau abu-abu) jika dilihat dari sudut-sudut tertentu. Kehadiran warna tersebut merupakan hasil refleksi permukaan pada cahaya secara satu arah.

4. CIRCULAR GRAINING, LINEAR AND SUNRAY FINISH
Circular graining on an A. Lange & Söhne movement

Linear finishing on an A. Lange & Söhne movement

Sunray finishing on an A. Lange & Söhne movement
Teknik-teknik ini memberikan tekstur matte merata pada komponen-komponen berukuran besar seperti bridge dan plate. Linear graining dihasilkan dengan mengamplas komponen pada sebuah kertas abrasif. Circular graining dan pola sunray dibuat dengan menggunakan grinding-wheel jenis bell yang menciptakan garis-garis lurus dari titik pusat.

5. CÔTES DE GENÈVE 
Côtes de Genève on a Breguet movement
Côtes de Genève (Garis Geneva) menampilkan pola garis-garis pararel dan merupakan cara yang baik untuk menyembunyikan cacat akibat goresan. Sebagaimana proses finishing lain, teknik ini membantu mencegah kerusakan movement akibat keberadaan debu-debu kecil. Pola Geneva dapat dibuat dengan mesin maupun tangan, memakai penggaris untuk menggores permukaan, atau menggunakan alat lathe yang bergerak maju mundur.  

6. BLUING
Tough and functional blued-steel screws add colour and eminence on an A. Lange & Söhne movement

Mur baja warna biru bukan hanya tampak lebih mewah tapi juga lebih kuat dan tahan lama. Cara tradisional untuk menciptakan hal ini adalah dengan memanaskan mur di api bersuhu tinggi sekitar 310 derajat Celcius untuk mendapatkan warna sempurna.

Alvin Wong

Editor-in-Chief

Alvin promises not to be a douche when talking about watches. He may have scoured the Basel and Geneva watch fairs for the past 15 years, and played an instrumental role to the growth of Singapore's pioneering horological and men's lifestyle publications, but the intrepid scribe seeks to learn something new with each story he writes.  

www.crownwatchblog.com