Mengenal Istilah Grey Market di Industri Jam Tangan dan 5 Fakta di Baliknya

Ditulis oleh

Lebih dari sekadar harga yang terjangkau. Mari kenali lebih mendalam mengenai seluk-beluk dari Grey Market.

Tiga Jenis Pembelian di Industri Jam Tangan

Ketika berbicara mengenai cara pembelian jam tangan, terdapat tiga ‘kode warna’ yang patut Anda ketahui, yang dibagi berdasarkan legalitas dan medium transaksi yang dilakukan. ‘White market’ adalah jenis transaksi yang legal di mana ditangani langsung oleh label atau produsen, atau singkat kata butik resmi. Lawannya adalah apa yang kita kenal dengan ‘black market’. Bersifat illegal dari produk dan transaksi yang dilakukan. Sementara ‘grey market’ dapat diartikan, bahwa produk yang dijual legal secara hukum untuk dibeli, dijual, dan diperdagangkan sendiri –secara legal juga- namun tidak melalui distributor resmi. Sebagai contoh, Anda membeli sebuah Apple Watch dari seorang parallel importer sebelum jam tangan tersebut diluncurkan secara resmi di negara Indonesia misalnya, dapat dikategorikan sebagai grey market. 

Mengapa Hal ini Tidak Dianjurkan?

Karena para label jam tangan lebih menginginkan untuk menjaga standar harga yang berlaku diseluruh segmentasi pasar, dan memilih salah satu dari sekian harga yang ada, seperti dengan merilis model baru. Patek Phillippe menerapkan strategi pemerataan harga ini di Februari 2015, guna mengikuti nilai dari mata uang Swiss Franc kala itu. Revisi kedua akan harga untuk Hong Kong dan Singapura kemudian diberlakukan pada bulan Juli di tahun yang sama, guna membuat harga di kedua negara tersebut mendekati standar yang diberlakukan.

Tiga Faktor akan Penyesuaian Harga

Perbedaan akan tingkatan pajak yang berlaku di setiap negara dapat menjadi faktor pemicu berkembangnya grey market. Contoh kasusnya adalah, seorang grey market dealer membeli jam tangan secara pribadi di Jerman dan sebagai seorang turis ia mengklaim tax refund dengan nilainya mencapai 19 persen. Bahkan ketika setelah ia membayar GST sebesar 7 persen saat ia kembali ke negara asalnya di Singapura, ia masih mendapatkan harga yang kompetitif. Hal ini memungkinkannya untuk menjual dengan harga yang lebih murah dibanding local dealer di Singapura, namun dengan keuntungan yang ia dapat simpan sendiri.

Kurs mata uang asing adalah faktor lainnya. Di akhir tahun 2015 lalu, ringgit Malaysia terdepresiasi atau turun nilainya 11 persen dibanding dolar Singapura, namun harga retail jam tangan di Malaysia tak lantas langsung menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Sebuah jam tangan yang pada awalnya memilki harga yang sama di kedua negara menjadi 10 persen lebih murah di Malaysia (bagi warga Singapura) setelah perhitungan pajak. Seorang grey market dealer bisa saja mengimpor jam tangan tersebut ke Singapura dan menjualnya dengan harga diskon eceran, dan tetap menghasilkan keuntungan.

Pada akhirnya kita harus menyadari bahwa jam tangan adalah produk fisik yang dipesan oleh retailer dari produsen resmi berdasarkan perhitungan yang mereka kalkulasikan sendiri. Mengingat kinerja penjualan di setiap pasar berbeda-beda, dan retailer atau dealer resmi tersebut mungkin saja memiliki kelebihan stok yang dapat mereka jual dengan potongan harga yang tinggi. Seorang grey market dealer bisa saja menggunakan jejaringnya yang luas untuk memanfaatkan situasi ini dengan membeli stok jam tangan tersebut dan menjualnya di tempat lain yang memiliki permintaan cukup tinggi akan produk tersebut.

Sisi Gelap dari Grey Market

Pemaparan contoh kasus yang kami berikan pada artikel ini adalah yang masih dikategorikan legal, namun sesungguhnya terdapat sisi gelap dari grey market. Karena bisa saja seorang grey market dealer menyelundupkan produknya secara diam-diam untuk menghindari pajak. Praktik ini mungkin tidak akan merugikan pembeli, namun akan berpengaruh pada yang lainnya –terdapat kasus dugaan jam tangan bekas yang dijual sebagai barang baru, atau bahkan yang paling buruk jam tangan palsu yang diklaim sebagai barang asli. Maka pertimbangkan dengan baik pilihan Anda, lakukan riset yang mendalam akan produk, percayakan pada dealer resmi, dan yang paling terpenting, selalu waspada.

Diterbitkan di Kajian Mendalam
Contributor

Contributing Writer

Our secret contributor is an industry insider who has worked with well-known luxury watch marques, as well as written for numerous horological publications. He asks to remains anonymous, however, so as not to ruffle feathers with his sometimes opinionated posts.