Skip to main content

Alasan Swatch Menuntut Pemerintah Malaysia

Swatch Group dikabarkan baru saja menuntut pemerintah Malaysia dalam gugatan yang mencapai 64,795 Ringgit atau Rp 213,59 Juta. Apa yang menjadi alasannya?

Pemerintah Malaysia dituntut Swatch setelah menyita sebanyak 172 buah jam tangan dari 16 gerai berbeda dari brand Swatch. Swatch pada waktu tersebut baru saja merilis koleksi Swatch Pride Watch yang hadir dalam berbagai warna-warni pelangi yang merupakan pesan dukungan dari Swatch kepada komunitas LGBTQ. Koleksi tersebut juga membawa tajuk “Love is Love” yang cukup menuai perhatian.

Sebanyak 172 buah jam tangan tersebut diambil secara paksa ketika pemerintah Malaysia menangkap bahwa pesan dalam koleksi tersebut merupakan sebuah pesan dukungan kepada komunitas LGBTQ. “Kami yakin, jam tangan yang disita tidak menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum, moralitas, atau pelanggaran hukum apa pun,” papar perwakilan Swatch Group.

Belum berselang lama, Malaysia digemparkan oleh berita LGBTQ ketika vokalis dari band The 1975, Matty Healy, mencium Ross MacDonald yang merupakan basis dari band tersebut di atas panggung. Aksi ini pun dilayangkan setelah Matty melontarkan kalimat kekecewaan kepada pemerintah Malaysia terkait peraturan LGBT di negaranya.

 

Hingga berita ini diturunkan, proses peradilan terkait Swatch Group dan pemerintah Malaysia masih berlangsung.