Jam Tangan Terbaik di Baselworld 2019 Hari ke-1

Ditulis oleh

Rilisan mengesankan dari Rolex, TAG Heuer, Bulgari dan Tudor.

Rolex Oyster Perpetual Yacht-Master 42

Menjelang Baselworld 2019, para penggemar jam tangan saling bertaruh untuk menebak apa yang akan dirilis Rolex tahun ini. Lewat sebuah visual teaser beberapa hari lalu, menampilkan sebuah dial dengan jarum jam Mercedes dan indeks bundar, banyak yang menerka itu adalah Submariner. Tapi beberapa pengamat hebat juga mencurigai itu adalah Yacht-Master, dan seperti yang kita ketahui, ternyata benar.

Merangkul tema monokromatik, Rolex Yacht-Master 42 baru ini menyuguhkan nuansa hitam di atas hitam. Itu adalah dial black lacquer dengan bezel ceramic matte black dan black Oysterflex bracelet. Untuk pertama kalinya dalam koleksi Yacht-Master, model ini dilengkapi dengan case 18K white gold dan bezel dengan graduations dan angka yang menonjol keluar. Sumber tenaga dari jam ini adalah movement Calibre 3235, yang juga dipakai dalam model Sea-Dweller dan Datejust 41. Kalau Anda menyukai sports watch yang kuat namun tidak terlalu mencolok, ini adalah pilihan tepat.

TAG Heuer Autavia

Diciptakan oleh Charles-Edouard Heuer sebagai penggabungan dari 'automobile' dan 'aviation', sekarang Autavia dari TAG Heuer mendapatkan koleksinya sendiri, mengukuhkan posisinya di antara koleksi TAG Heuer seperti Carrera dan Aquaracer. Model tahun ini tersedia dalam tujuh referensi dengan beragam warna dial, bezel, dan strap.

Dalam jantung Autavia baru terdapat carbon-composite hairspring, sebuah terobosan teknologi dari TAG Heuer yang pertama kali diperkenalkan pada Carrera Calibre Heuer 02T Tourbillon Nanograph awal tahun ini. Material yang ringan, anti-magnetik, dan sangat kuat ini diciptakan untuk mengalahkan bahan sintetis mutakhir lainnya seperti silikon, dalam hal ketahanan. Kami menyukai desain dial bergaya vintage yang mudah terbaca, terlihat pas untuk sebuah model dengan begitu banyak sejarah. Dengan harga awal sekira US$3.500 untuk arloji yang membanggakan inovasi eksklusif yang canggih, kami pikir TAG Heuer ini memiliki value for money yang tinggi.

Bvlgari Octo Finissimo Chronograph GMT Automatic

Jika ada satu koleksi yang secara konsisten memenangkan penghargaan tahun demi tahun, itu adalah Octo Finissimo dari Bulgari. Tahun ini, Octo Finissimo telah mengukir rekor dunia lagi—kali ini untuk chronograph otomatis tertipis dalam sejarah pembuatan jam. Dengan ketipisan hanya 3,3mm, jam ini mengambil semua anggapan Anda sebelumnya tentang chronograph yang tebal dan membalikkannya. Jam ini bukan hanya sangat tipis, tetapi juga dilengkapi dengan fungsi GMT, yang membuat fitur ini semakin mengesankan.

Home time diatur melalui pendorong pada pukul sembilan dan terbaca di sub-dial pada pukul tiga. Melalui tampilan index 24 jam, Anda akan tahu kondisi home time siang atau malam. Chronograph minutes counter diatur pada pukul enam, dengan sub-dial detik pada pukul sembilan. Kami menyukai bahwa jam ini menggabungkan fungsionalitas dan gaya dengan cara seefisien mungkin, dan juga tetap setia pada DNA Octo.

Tudor Black Bay Chrono S&G

Koleksi Black Bay selalu menjadi jam tangan Tudor terlaris dan paling dicari, dan mereka sadar akan hal itu. Jadi tahun ini mereka keluar dengan senjata pamungkas dan meluncurkan empat koleksi Black Bay baru. Dari semuanya, yang paling kami sukai—dan kami pikir mungkin akan diterima pasar dengan sangat baik—adalah Black Bay Chrono S&G.

Ketika Black Bay Chrono diperkenalkan dua tahun lalu, sambutannya begitu luar biasa. Bagaimanapun itu adalah chronograph pertama dalam keluarga Black Bay tercinta, jadi pembaruan dalam steel and gold tentu tidak pernah terduga. Versi ini hadir dengan profil case yang sedikit lebih ramping dan menggunakan calibre yang sama—MT 5813—dengan column wheel, vertical clutch, dan power reserve 70 jam. Estetika hitam dan emas menawarkan daya tarik vintage yang elegan, terutama ketika dipasangkan dengan leather bund strap.

Diterbitkan di Informasi Terbaru
Di tag dibawah baselworld 2019
Melissa Kong

Online Editor

Like most people these days, Melissa tells the time with her phone. She considers serious timepieces works of art and thinks the perpetual calendar is the handiest complication to date (pun not intended). She's also a Grammar Nazi but promises not to judge if you can't tell the difference between "guilloche" and "guillotine".