Jam Tangan Terbaik di Baselworld 2019 Hari ke-3

Ditulis oleh

Urwerk, Zenith, Chopard, dan Oris merilis jagoannya.

Urwerk UR-111C Black

Pertama kali kami melihat kepergian ciri khas sistem wandering hours-slash-satellite adalah saat akhir tahun lalu dengan UR-111C. Seperti yang ditunjukkan oleh model debutnya, indikator waktu UR-111C Black yang baru hampir menghancurkan setiap kebiasaan yang dilakukan Urwerk.

Rotating conical display di kiri dan kanan dihubungkan oleh unit silinder dengan fitur retrograde yang menampilkan waktu secara linier di bagian bawah case. Di bagian lain, dua cakram yang saling terkait terus-menerus berputar untuk menunjukkan detik, tampilan angka-angka diperbesar oleh beberapa optical fibres. Luar biasanya lagi, Urwerk bahkan mengganti crown tradisional dengan mekanisme bergaya scroller pada mouse.

Sementara iterasi pertama dalam case steel atau gunmetal sudah begitu memanjakan mata, rilisan Baselworld 2019 ini bahkan lebih memukau, ditempatkan dalam case PVD hitam yang menonjolkan mistik yang apik dan pemikiran radikal di balik jam tangan.

Zenith Defy Inventor

Zenith Defy Inventor memenuhi janji dari Defy Lab dari tahun 2017, sebuah jam tangan yang memulai debutnya sebagai one-of-a-kind dengan single unit oscilator yang terbuat dari silikon yang memberikan presisi ekstrem dan berumur panjang. Awalnya Defy Lab diperkenalkan sebagai edisi terbatas 10 buah untuk menguji pasar, sekarang Defy Inventor mewujudkan inovasi avant-garde sebagai sebuah koleksi yang diproduksi berseri.

Dalam Defy Inventor, mesin canggihnya telah ditingkatkan lebih lanjut - berdetak pada frekuensi tinggi 18Hz (dibandingkan dengan 15Hz dari versi aslinya), sementara tetap tahan terhadap keausan, magnetisme, dan perubahan suhu. Tentu saja gerakan mutakhir ini dibalut dengan tepat. Pernak-pernik modernnya terdiri dari case titanium 44mm yang dibingkai oleh bezel yang terbuat dari Aeronith, komposit aluminium paling ringan di dunia. Inilah masa depan - atau setidaknya satu dari beberapa realitas baru - pembuatan jam modern.

Chopard L.U.C XP Esprit de Fleurier Peony

Sekarang sudah waktunya musim semi di Baselworld 2019, apa lagi dengan Chopard menawarkan salah satu bunga yang paling dinanti-nanti dalam bentuk L.U.C XP Esprit de Fleurier Peony. Setelah memulai koleksi ini lima tahun lalu, sudah menjadi tradisi bagi brand ini untuk memperkenalkan versi baru jam tangan artisanal setiap tahun.

Untuk tahun 2019, karangan bunga yang indah ini dibuat dalam nuansa merah muda yang dominan melalui hand-cut mother-of-pearl appliques yang dilukis dengan tangan, dihiasi dengan kupu-kupu yang diukir dan dibingkai oleh case rose gold bertatahkan berlian. Jam ini menggunakan case yang terbuat dari emas, sama indahnya dari bagian belakang, di mana Anda akan melihat L.U.C Calibre 96-23L otomatis yang dihiasi dengan pusaran sensual dan motif bunga, semuanya diukir dengan tangan menggunakan teknik Fleurisanne.

Oris Dive Control Limited Edition

Terbatas hanya 500 buah, Dive Control Limited Edition baru ini adalah evolusi Oris dari jam ProDiver yang terkenal yang dibuat untuk penyelam profesional. Hadir dalam case oversize titanium 51mm Grade 2 yang dilapisi dengan DLC hitam tahan gores dan tahan air hingga 1.000 m. Untuk memastikan tetap berfungsi dengan sempurna dalam kondisi sulit, jam ini menjalani uji tekanan hingga 125 bar, membuktikan daya tahannya yang luar biasa.

Dive Control ini juga dilengkapi dengan Rotation Safety System khas merek ini, yang merupakan fitur pengamanan tambahan yang mengunci bezel uni-directional berputar saat jam sedang digunakan. Inovasi ini dikembangkan dalam kerjasama dengan penyelam komersial Swiss, Roman Frischknecht, dan dipatenkan oleh Oris. Faktanya, ini adalah satu-satunya jam di dunia yang memiliki fitur khusus tersebut sebagai fungsi penyelaman yang cukup berguna. Meskipun agak besar untuk dipakai sehari-hari, ini adalah tool watch serius yang dapat Anda andalkan di kedalaman lautan. Selain itu, kami menyukai wave pattern pada dial yang menunjukkan kepiawaian jam ini untuk urusan bawah laut.

 

Alvin Wong

Editor-in-Chief

Alvin promises not to be a douche when talking about watches. He may have scoured the Basel and Geneva watch fairs for the past 15 years, and played an instrumental role to the growth of Singapore's pioneering horological and men's lifestyle publications, but the intrepid scribe seeks to learn something new with each story he writes.  

www.crownwatchblog.com