Jam Tangan Terbaik di SIHH 2019 Hari Ke-1

Ditulis oleh

Rilisan yang begitu memukau dari A. Lange & Söhne, Vacheron Constantin, Officine Panerai, and Cartier.

A. LANGE & SÖHNE Zeitwerk Date

Memperingati tahun ke-10, Zeitwerk yang tak terhapuskan menjadi sorotan dengan date complication baru yang tampak sederhana. Date ring yang membingkai dial dilengkapi dengan angka yang secara ajaib–dan secara instan–berubah ke warna merah pada tengah malam. Proses “sulap” tersebut, di tengah banyak fitur luar biasa dan praktis lainnya seperti rapid date dan hour correctors, bisa terjadi berkat sebuah mekanisme handwound baru, movement yang terbuat dari 516 part. Simak terus crownwatchblog.id untuk mengetahui lebih lanjut dari keajaiban mekanis yang luar biasa ini!

VACHERON CONSTANTIN Traditionelle Twin Beat Perpetual Calendar

The Traditionelle Twin Beat Perpetual Calendar ditenagai oleh sebuah hyper-intelligent movement yang dapat bertransisi antara mode high-frequency ‘active’ 5Hz dan mode low-frequency ‘rest’ 1.2Hz. Pergeseran antar mode ini diatur oleh sebuah sistem ‘Twin Beat’ yang akan dipatenkan, dengan dua balance wheel yang menarik energi dari satu mainspring barrel. Hasilnya? Anda akan mendapatkan power reserve mulai dari empat hingga 65 hari! Tidak ada yang lebih memukau dari complication bernama perpetual calendar, yang membutuhkan penyesuaian kompleks saat jam tangan berhenti, untuk memanfaatkan penemuan penyerapan energi. Jenius!

OFFICINE PANERAI Submersible Chrono Guillaume Néry Edition

Terinspirasi oleh nama seorang juara kompetisi free-diving asal Perancis Guillaume Néry, jam tangan selam 47mm yang seksi ini merupakan bagian dari koleksi Panerai Submersible. Diluncurkan untuk pertama kalinya sebagai seri yang berdiri sendiri. Menampilkan sebuah flyback chronograph, jam tangan ini merancang pushers di sebelah kiri case agar tidak mengganggu penempatan crown guard sebagai ciri khas brand di sisi kanan. Untuk pertama kalinya, jagoan selam ini dilengkapi sebuah uni-directional rotating bezel dengan ceramic disc biru yang cerah dan membawa kontras dengan nuansa kalem sekitarnya. Selayaknya sebagai sebuah koleksi yang lekat dengan laut, dial didesain dengan tekstur ‘shark grey’, yang mengambarkan hewan predator laut.

CARTIER Santos-Dumont

Dengan semakin populernya koleksi Santos, Cartier telah menghidupkan kembali koleksi Santos-Dumont dengan meniru gaya Santos-Dumont yang sempurna, namun tetap sangat dekat dengan versi aslinya dari tahun 1904. Perbedaannya tidak terlalu mencolok, Santos-Dumont baru hadir dengan opsi case yang lebih kecil dan membawa fitur sebuah beaded crown dengan cabochon biru. Estetika sederhana berlanjut dengan desain angka Romawi yang lebih ramping pada dial. Menariknya, Cartier telah memilih untuk menyesuaikan koleksi dengan movement quartz yang efisien. Tidak seperti movement quartz biasa yang rata-rata bernyawa tiga tahun, movement Santos-Dumont baru ini akan bertahan sekitar enam tahun. Hal itu bisa tercapai berkat baterai berkinerja tinggi yang baru dan beberapa penyempurnaan untuk mengurangi konsumsi energi.

 

Melissa Kong

Online Editor

Like most people these days, Melissa tells the time with her phone. She considers serious timepieces works of art and thinks the perpetual calendar is the handiest complication to date (pun not intended). She's also a Grammar Nazi but promises not to judge if you can't tell the difference between "guilloche" and "guillotine".