Jam Tangan Terbaik di SIHH 2019 Hari Ke-2

Ditulis oleh

Jam-jam pilihan kami dari Urwerk, Jaeger-LeCoultre, Hermès dan Piaget.

URWERK UR-105 CT ‘Maverick'

UR105 CT Urwerk pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016 sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-20 Urwerk. Jam tangan tersebut kali ini mendapatkan sentuhan perunggu yang melebur manis dengan patina sebagai sebuah koleksi milestone mereka. Complication ‘wandering hours’ yang menjadi ciri khas Urwerk lagi-lagi menjadi daya tarik teknis utama. Kini complication tersebut ditingkatkan dengan penyempurnaan roda gir transmisi untuk aktuasi mekanisme yang lebih halus. Yang menarik tentulah case perunggunya yang dibuat menggunakan bahan du jour, yang memiliki kemampuan untuk mengubah kilau dari waktu ke waktu karena bersentuhan dengan elemen lain. Timepiece ini diproduksi terbatas 22 buah.

JAEGER-LECOULTRE Master Grande Tradition Gyrotourbillon Westminster Perpétual

Salah satu atraksi teknis paling spektakuler dari SIHH 2019, Master Grande Tradition Gyrotourbillon Westminster Perpétual adalah sebuah timepiece yang sarat dengan keajaiban indah dan kompleks, seperti namanya. Jantung dari jam ini adalah multiple-axis gyrotourbillon milik Jaeger-LeCoultre yang tersohor, dengan round carriage khasnya yang sedikit diperkecil untuk sebuah wearability yang lebih baik. Sementara itu, sebuah Westminster carillon minute repeater akan berdentang sesuai pengaturan. Untuk memastikan seluruh kinerja mekanis adalah melalui sebuah constant force mechanism yang memastikan torsi dan presisi optimal, meskipun terdapat banyak sekali complication yang menguras energi.

HERMÈS Arceau L'heure de la lune

Tahun ini, Hermès ingin berfokus pada mimpi-mimpi. Sederhananya, Arceau l'heure de la lune adalah sebuah moonphase complication impian yang berbeda dari lainnya. Alih-alih menempatkan disc moonphase biasa dalam jam tangan tradisional kebanyakan, jam ini memiliki satellite display untuk menggambarkan fase-fase bulan seperti yang terlihat dari belahan bumi bagian utara dan selatan. Dua lacquer dial—satu untuk waktu dan yang lainnya untuk tanggal—memutar berkeliling untuk menutup dan menyingkap bulan dalam modul yang akan dipatenkan dan hanya dikembangkan untuk Hermès. Kedua dial tersebut berlatar belakang permukaan aventurine yang mengingatkan sebuah langit malam. Jam ini benar-benar menjadi sebuah pertunjukan lunar yang untungnya tidak hanya muncul dalam mimpi.

PIAGET Altiplano Tourbillon

Jam tangan menakjubkan ini menggabungkan yang terbaik dari kepiawaian Piaget: movement ultra-tipis, penatahan permata, dan dial dekoratif bebatuan. Sulit untuk mengatakan apa fitur yang menonjol dari jam ini karena dial meteorit birunya begitu menakjubkan, sedangkan penempatan berlian memberikan kilau yang indah di tepian. Tetapi jika kami benar-benar harus memilih, kami akan memilih flying tourbillon di posisi jam dua. Dengan tinggi hanya 4,6mm, ini adalah salah satu flying tourbillon tertipis di dunia. Beberapa angka yang juga cukup mengesankan adalah, escapement-nya hanya seringan 0,2g dan setinggi 2,8mm, menjadikannya salah satu yang tertipis dan teringan di pasar. Jam ini diproduksi terbatas 28 buah.

 

Melissa Kong

Online Editor

Like most people these days, Melissa tells the time with her phone. She considers serious timepieces works of art and thinks the perpetual calendar is the handiest complication to date (pun not intended). She's also a Grammar Nazi but promises not to judge if you can't tell the difference between "guilloche" and "guillotine".