Kemewahan Hakiki Pada Jam Tangan Perhiasan Bulgari di LVMHW Watch Week 2023

Mengingat betapa spektakulernya rilisan Bulgari di sepanjang tahun 2022—BVL 100 Piccolissimo yang merupakan calibre bundar terkecil di dunia dan Octo Finissimo Ultra yang sempat mengemban status sebagai jam mekanis tertipis di dunia—tak heran bila ekspektasi kami terhadap karya terbaru mereka begitu tinggi. Fakta bahwa CROWN Indonesia berkesempatan untuk melihat langsung karya-karya tersebut di LVMH Watch Week 2023 di Singapura pada 10 - 12 Januari lalu membuat kami semakin antusias.

Dalam percakapan kami dengan Antoine Pin selaku Managing Director Bulgari Watches, 2023 akan menjadi tahun yang “hening” jika dibandingkan dengan 2022 sebagai upaya memberi rehat kepada para artisannya. Meski begitu, jajaran model baru yang berada di hadapan kami berkata lain. Craftsmanship tingkat tinggi yang sudah mengakar pada para artisannya tetap didemonstrasikan secara maksimal lewat kreasi bertaburkan berlian dan permata berharga yang super mewah sesuai tema “Time is a jewel” yang kembali diusung di LVMH Watch Week tahun ini. Berikut ini rilisan teranyar dari Bulgari yang patut Anda pelajari lebih dalam.

SERPENTI TUBOGAS INFINITY

Lebih dari sekadar material mewah dan desain yang memanjakan mata, terdapat alasan signifikan mengapa Serpenti Tubogas Infinity menjadi bintang utama dalam jajaran penawaran Bulgari di LVMH Watch Week 2023. Pembaruan paling kasat mata dari kreasi ini adalah penambahan berlian pada bagian bracelet. Mungkin sebagian dari Anda mengira hal ini biasa saja. Namun sesungguhnya terdapat evolusi teknis signifikan di baliknya.

Sejak perilisan perdananya pada tahun 1948, Serpenti Tubogas merupakan jam tangan mewah bertemakan ular dengan eksekusi paling totalitas. Tak hanya mengusung case menyerupai kepala ular, temali jam ini dibuat berbentuk spiral sehingga melingkar sempurna pada pergelangan tangan layaknya ular sesungguhnya. Pada proses pembuatannya, emas atau baja dipelintir pada basis kawat untuk menghasilkan siluet spiral yang mulus. Namun proses ini membatasi dekorasi yang dapat disematkan pada temali tersebut.

Sebagai perayaan hari jadi kolekis ikonis ini yang ke-75 tahun, Bulgari merombak proses produksi Seprenti Tubogas. Bagian temali kini dipisah menjadi kepingan-kepingan yang dapat didekorasi terlebih dahulu—pada iterasi ini hadir dalam rupa penataan berlian dengan lekukan serupa ular— kemudian kawat dimasukkan pada setiap lubang keping untuk membentuk spiral serupa pendahulunya. Meski proses baru tersebut menjadikan bracelet sedikit lebih kecil dan tebal, jam ini menjadi babak baru bagi kemungkinan tak terbatas bagi kreasi Serpenti Tubogas di masa yang akan datang.

 

DIVA’S DREAM MOSAICA

Kehadiran motif kipas serupa lantai pemandian umum ikonik di Roma bernama Caracalla memang bukanlah sumber inspirasi baru bagi Bulgari. Sebagaimana sang maison telah merilis Divina Mosaica dua tahun lalu. Namun pendekatan berbeda hadir lewat Diva’s Dream Mosaica dengan teknik snow-setting menggunakan potongan berlian dan kristal bundar pada seluruh permukaan dial, bezel, dan/atau bracelet.

Bila Diva’s Dream Mosaica Pink Sapphire memanjakan mata dengan kombinasi apik dari emas merah muda dan safir merah muda, Diva’s Dream Mosaica Blue Sapphire dipastikan akan membuat siapa pun menoleh dengan paduan emas putih dan safir biru, serta bracelet dengan kepingan bersiluet kipas yang sepenuhnya dihiasi oleh berlian. Kesamaan dari dua model anyar tersebut adalah gradasi warna safir pada dial—perlu diketahui bahwa pada proses pengerjaannya melibatkan teknik tinggi karena ukuran dan warna berbeda—dan penggunaan safir berwarna sebagai indeks jam pada bezel.

 

DIVA’S DREAM

Selaras dengan estetika glamor khas Roma, koleksi Diva’s Dream mempersatukan keindahan emas, berlian, dan permata berharga multiwarna. Jam tangan serupa bunga dengan petal-petal di sekeliling case berdiameter 33 mm ini wajib Anda amati secara langsung—bisa juga lihat liputan kami di Instagram—untuk dapat menyaksikan fleksibilitas setiap petal dan berlian yang akan bergetar saat pergelangan tangan pemakainya bergerak.

Dengan mother-of-pearl dial dan case bermaterialkan emas merah muda, iterasi terbaru bagi koleksi ini hadir dalam tiga model rupawan: (1) Diva’s Dream Topaze & Tanzanite dengan dominasi warna biru; (2) Diva’s Dream Amethyst & Tourmaline dengan dominasi warna ungu; dan (3) Diva’s Dream Diamond & Ruby dengan dominasi warna merah untuk rayakan Tahun Baru Imlek. 

 

ALLEGRA

Koleksi ini adalah pilihan sempurna bagi para pencinta permata, sebagaimana terdapat ragam permata dalam warna dan bentuk berbeda yang mengelilingi case-nya. Pada model Allegra Pink Sapphires, material emas merah muda dan taburan berlian berpadu harmonis dengan safir merah muda yang menghiasi empat pelat, turmalin merah muda berpotongan cabochon oval, citrine berpotongan cabochon dan zamrud, rhodolite merah mudah berpotongan serta hati dan oval, peridot berpotongan cabochon dan zamrud.

Sedangkan model Allegra Yellow Sapphires menunjukkan estetika kontras nan memesona dari case emas kuning dan berlian dengan safir kuning, turmalin merah muda berpotongan cabochon, citrine berpotongan cabochon dan zamrud, serta peridot berpotongan hati, oval, dan zamrud. Kedua model ini disempurnakan oleh mother-of-pearl dial berhiaskan indeks berlian dan temali kulit aligator dengan efek iridescent.


Penulis: Erika Tania Dessyandra






End of content

No more pages to load