Patek Philippe 'The Asprey' Pecahkan Rekor Dunia Jam Tangan Terjual Rp56 Miliar

Ditulis oleh

Apa yang membuatnya semahal itu?

Si legendaris Patek Philippe Ref. 2499, sebuah jam tangan vintage perpetual calendar chronograph yang dikenal sebagai 'The Asprey', berhasil menjadi yang teratas dalam acara lelang Sotheby's Geneva yang dilangsungkan pada 13 November lalu. Terjual seharga 3,9 juta Swiss francs atau lebih dari 56 miliar, 'The Asprey' lantas menjadi jam tangan termahal di dunia pada 2018, menurut Sotheby's.

'The Asprey', julukan yang disematkan karena jam ini dijual di peritel perhiasan mewah tersohor di London dengan nama yang sama, diincar ketat oleh empat penawar. Dibuat pada 1952, jam seri pertama Ref.2499 sudah menjadi dambaan para kolektor berkat kondisinya yang pristine, dan menjadi satu-satunya jam Patek Philippe yang tercetak nama peritel di dial-nya.

Jam ini dilelang bersama dengan jam vintage lainnya seperti Rolex Ref.6239 dengan 'Pulsometer' dial, dan sebuah Patek Philippe Ref.3488 perpetual calendar dengan white gold keluaran 1977, yang diketahui hanya terdapat 50 pieces. Rekor penjualan Ref.2499 ini menjadi penutup yang manis bagi Sotheby's Geneva yang berhasil meraup total penjualan hingga 12 juta Swiss francs, kedua tertinggi untuk perusahaan ini dalam satu dekade.

Diketahui lebih lanjut, pembeli jam tangan ini adalah seorang wanita Asia yang memakai jin belel dan bisa berbahasa mandarin. Ia duduk di bagian belakang saat berhasil menjadi pemenang dan mendapatkan jam tangan yang di baliknya terdapat inisial RC, pemilik pertama yang membeli jam ini pada 25 Mei 1956.

Alvin Wong

Editor-in-Chief

Alvin promises not to be a douche when talking about watches. He may have scoured the Basel and Geneva watch fairs for the past 15 years, and played an instrumental role to the growth of Singapore's pioneering horological and men's lifestyle publications, but the intrepid scribe seeks to learn something new with each story he writes.  

www.crownwatchblog.com