Skeleton Statement dari Oris Big Crown ProPilot X Calibre 115

Ditulis oleh

Pembuktian terbaru Oris soal keahliannya dalam jam mekanik.

“Ini adalah pertama kalinya kami mengadakan acara hanya untuk peluncuran satu jam,” kata Michael Meier, Region Manager Oris untuk Asia Tenggara. Itu menunjukkan betapa pentingnya Big Crown ProPilot X Calibber 115 baru untuk brand ini.

Kami berada di Shanghai bersama co-CEO Oris, Rolf Studer, Meier, dan para eksekutif perusahaan lainnya, untuk melihat jam tangan baru ini, yang rencananya akan segera dijual di butik dan peritel resmi.

Ada perasaan gugup dan antisipasi di antara para eksekutif ketika mereka menunggu respons publik terhadap jam tangan ini setelah embargo dicabut. Perasaan gugup yang mengharukan untuk disaksikan karena menunjukkan passion yang masuk ke setiap kreasi Oris. Sebuah karakteristik dari brand independen yang tidak terlalu besar namun selalu sungguh-sungguh dalam menciptakan produk-produknya.

Jika Anda cukup familiar dengan Oris, Anda akan tahu brand ini hanya membuat jam tangan mekanik, dan sejak awal tahun 1904 hingga 1981, mereka berhasil membuat 279 in-house movement. Karena beberapa alasan, mereka melakukan hiatus dalam membuat kaliber baru dan barulah di tahun 2014 Oris memutuskan untuk kembali ke akar pembuatan jam mekanik dengan meluncurkan Calibre 110 pada ulang tahun ke-110.

Sejak saat itu, hampir setiap tahun kita telah melihat kaliber ProPilot baru, dengan berbagai penambahan komplikasi. Calibre 112 memiliki zona waktu kedua dan indikator siang/malam, Calibre 114 memiliki GMT, dan sebagainya. Dan, jika Anda menghitung, Calibre 115 yang baru adalah in-house movement ke-285 dari Oris dan merupakan movement skeleton pertamanya.

Region Manager untuk Eropa, Marco Gemperli, dengan tegas memaparkan bahwa Calibre 115 adalah movement skeleton, bukan dibuat seperti skeleton, yang merupakan tempat di mana komponen calibre yang tidak terlalu penting dihilangkan. "Movement skeleton dirancang dari awal sebagai movement skeleton," tambahnya. Ini berarti tim teknik dan desain harus bekerja selaras.

Karena movement skeleton lebih ringan, tentunya ini mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menghidupkan jam tangan, ditambah lagi dengan melepaskan date complication. Small seconds display juga telah bergeser sedikit ke bawah untuk beradaptasi dengan konstruksi skeleton sehingga tidak diperlukan roda tambahan untuk menyalakannya. Singkatnya, jam tangan ini bersifat minimalis dalam segala hal, kebutuhan energi dan konstruksi, di mana Calibre 115 telah dipreteli hingga ke esensi dasarnya.

Dibuat dengan titanium Grade 5 dan Grade 2, Big Crown ProPilot X Calibre 115 terasa sangat ringan dan kokoh. Dari bentuk case berukuran 44mm dan estetika yang kokoh, Anda akan mengira jam ini terasa berat. Betapa mengejutkannya, saat kami mencoba jam ini dan rasanya seperti tidak memakai apa-apa. Bracelet titanium hypoallergenic juga terasa sempurna untuk iklim lembab seperti di Indonesia. Dan karena ProPilot X terinspirasi oleh dunia penerbangan, desain bracelet clasp terinspirasi dari bentuk gesper sabuk pengaman pesawat terbang, tentu hal itu menjadi detail yang menarik.

Dalam obrolan terbuka, Studer mengatakan, "Jam adalah sesuatu yang Anda inginkan, bukan sesuatu yang Anda butuhkan" dan kami sulit membantahnya. Dengan mengingat hal itu, ProPilot X Calibre 115 tentu terlihat seperti sesuatu yang akan dicari oleh para penggemar. Terlihat keren, konstruksi dan desain terbaik, disempurnakan dengan rasa ringan dan nyaman di pergelangan tangan, menjadikan jam ini pemenang untuk Oris.

Case

44mm titanium

Dial

Skeleton

Movement

Manual-winding skeleton Calibre 115

Bracelet/Strap

Titanium atau black leather

Fungsi

Hours, minutes, small seconds

Power Reserve

240 jam

Harga

CHF 6,800 (strap), CHF 7,200 bracelet

Diterbitkan di Informasi Terbaru
Melissa Kong

Online Editor

Like most people these days, Melissa tells the time with her phone. She considers serious timepieces works of art and thinks the perpetual calendar is the handiest complication to date (pun not intended). She's also a Grammar Nazi but promises not to judge if you can't tell the difference between "guilloche" and "guillotine".