TAG Heuer Isyaratkan Babak Baru Carrera Lewat Rilisannya di LVMH Watch Week 2023

Seakan terdapat mantra rahasia di baliknya, setiap rilisan TAG Heuer selalu mengusung desain modern yang tak lekang oleh waktu. Maka tak heran bila brand basis Swiss ini lekat dengan pengguna berusia muda—atau berjiwa muda. Kreasi mana pun dalam portofolio brand ini akan bersanding sempurna dengan padanan denim Anda, atau dapat menjadi pilihan kontemporer saat dipadukan dengan busana formal. Hal ini terkadang membuat kita lupa terhadap fakta bahwa TAG Heuer sesungguhnya telah berusia 163 tahun.

Inovasi dan tradisi avant-garde yang diemban oleh sang brand terbukti mempertahankan relevansinya dari tahun ke tahun. Dalam perjalanannya pun, TAG Heuer menelurkan ragam kreasi jam tangan ikonis yang begitu dielukan oleh para kolektor jam tangan dan/atau penggemar balap mobil yang memiliki asosiasi erat dengan sang brand. Salah satunya ialah Carrera yang tahun ini merayakan hari jadi ke-60 tahun.

Di LVMH Watch Week 2023 yang diselenggarakan di Singapura pada 10 - 12 Januari lalu, TAG Heuer mengisyaratkan babak baru bagi Carrera dengan merilis sebuah edisi spesial yang diklaim sebagai ‘versi paling collectible dari sang desain ikonis’ sembari merilis iterasi terbaru dari Aquaracer, Connected, dan menyambut kelahiran kembali Monza.

CARRERA CHRONOGRAPH 60TH ANNIVERSARY EDITION

Heuer Carrera 2447 SN yang dirilis pada tahun 1963 silam merupakan model paling dicintai oleh para kolektor. Bagaimana tidak? Dial panda klasik dalam kombinasi warna perak-hitam yang tak hanya elegan, tetapi juga menyuguhkan keterbacaan optimal menjadi ciri khas dari desain ikonis tersebut. Untuk merayakan hari jadi ke-60 tahun Carrera, TAG Heuer merilis ulang model tersebut dengan elemen-elemen yang begitu setia terhadap pendahulunya.

Mulai dari kombinasi tipografi ‘CARRERA’ dan logo lawas ‘HEUER’ di bawah jam 12, sunray-brushed dial warna perak, hingga tipografi ‘SWISS’ di lingkar penghitung jam 6 dihadirkan apa adanya seperti versi lawasnya. Estetika retro kian diperkuat oleh steel case poles berdiameter 39 mm yang dilindungi oleh kristal safir berprofil tegas layaknya boks kaca, serta kehadiran tombol tekan dan cincin tensi ramping di pinggir dial. Sedikit perbedaan terdapat pada penukaran posisi lingkar penghitung 60-menit dan 12-jam, serta penggunaan Super-LumiNova® pada jarum dan indeks sesuai standar masa kini. 

Hanya tersedia sebanyak 600 unit saja, jam tangan yang ditenagai oleh Calibre Heuer 02 dengan cadangan daya hingga 80 jam ini dijanjikan akan menjadi Carrera terakhir dengan siluet case demikian, sebagaimana—sedikit bocoran—koleksi ikonis tersebut akan mengadaptasi desain case baru di Watches & Wonders mendatang. Oleh karena itu, Carrera Chronograph 60th Anniversary Edition disebut sebagai versi paling collectible dengan perannya menjadi transisi menuju babak baru dari sang ikon.

 

MONZA FLYBACK CHRONOMETER


Tak hanya Carrera dan Monaco saja yang memiliki asosiasi erat dengan dunia balap. Menilik sejarah TAG Heuer, sang brand merayakan kemenangan pertama nan historis Ferrari pada ajang Formula One di tahun 1976 dengan merilis koleksi Monza. Setelah sempat hiatus, koleksi ini dilahirkan kembali oleh TAG Heuer di LVMH Watch Week 2023 dengan desain yang begitu membangkitkan nostalgia.

Ditawarkan dalam diameter 42 mm, case jam ini tampil spesial dengan material karbon yang terkenal sangat ringan dan memiliki resistensi tinggi. Estetika kontras menjadi daya tarik utama dari segi desain di mana warna hitam yang mendominasi dial, case berbentuk cushion, dan temali diberi sentuhan warna biru dan merah cerah pada berbagai komponen. Dari segi teknis, jam yang ditenagai oleh Calibre Heuer 02 Flyback ini membanggakan tiga fungsi, yaitu chronograph, tachymeter, dan pulsometer.

 

AQUARACER PROFESSIONAL 200 SOLARGRAPH

Melanjutkan kesuksesan Aquaracer Solargraph yang diintroduksi pada Watches & Wonders 2022, TAG Heuer kini memperkenalkan iterasi terbaru dalam material titanium yang dikenal ringan, tahan lama, tangguh, dan memiliki ketahanan baik. Material tersebut dapat Anda temukan pada case 40 mm beserta bezel berskala 60-menit yang dapat diputar ke satu arah, serta bracelet dengan sistem ekstensi keping untuk kenyamanan maksimal.

Masih menyoroti solar movement, separuh bagian dial jam ini tembus cahaya sehingga pengguna dapat mengisi ulang daya jam tangan selagi di luar ruang. Menariknya, dua menit terekspos cahaya matahari sudah cukup bagi sang jam untuk beroperasi selama 24 jam. Anda juga dapat mengisi daya hingga penuh menggunakan paparan cahaya artifisial selama 20 jam yang akan memberikan cadangan daya hingga 6 bulan ke depan.

 

CONNECTED CALIBRE E4 

Terdapat tiga model baru yang diperkenalkan melalui koleksi jam tangan terkoneksi TAG Heuer tahun ini. Pertama ialah TAG Heuer Connected Calibre E4 42 MM - Golf Edition yang telah dioptimalkan untuk pengalaman bermain golf yang semakin berkesan. Berkat algoritma baru, fitur golf pada jam ini dapat merekam seluruh pukulan secara mandiri, sehingga pengguna dapat fokus pada permainan tanpa menyentuh jam sama sekali. Model anyar ini juga didukung oleh peta 2D yang menunjukkan rintangan dan jarak di lebih dari 40.000 lapangan golf di seluruh dunia.

Serupa namun tak sama dengan model pertama tadi, TAG Heuer Connected Calibre E4 42 MM berfokus pada estetika serba hitam dari case bermaterialkan titanium yang disandingkan dengan temali hitam—sedangkan edisi golf ditawarkan dengan temali putih. Meski sama-sama mengemban status sebagai jam terkoneksi paling ringan yang pernah dibuat oleh sang maison selama ini, bagian bezel kedua jam ini berbeda. Di mana pada edisi golf, terdapat 18 angka pada bezel sesuai dengan lubang pada permainan golf. Pada model lain, bezel diperuntukkan sebagai indeks jam dengan 12 angka.

Bagi para atlet dan penggemar olahraga sejati, TAG Heuer Connected Calibre E4 Sport Edition 45 MM adalah pilihan utama dengan tambahan fungsi untuk olahraga “Trail & Hiking” dengan optimalisasi fungsi barometer yang memudahkan pengguna dalam merekam gradien aktivitas olahraga mereka. Jam ini dilengkapi oleh temali karet baru dalam kombinasi hitam dengan warna cerah—merah, oranye, atau pirus, serta bagian crown yang juga disisipkan karet agar lebih gampang diputar meski tangan tengah berkeringat.

 

Penulis: 

Erika Tania Dessyandra


End of content

No more pages to load