Skip to main content

Vacheron Constantin Menyajikan Tema "Dari Geometri ke Seni" di Watches and Wonders 2024

Grand Maison memperbarui koleksi intinya dengan warna baru, ukuran casing yang berbeda, dan bahkan tali jam yang diberi aroma.

Di Watches and Wonders, Vacheron Constantin mengumumkan akan mengadakan pameran keliling dunia yang menggambarkan "alkimia halus yang mengubah pembuatan jam mekanis menjadi objek seni". Pameran ini berjudul Dari Geometri ke Seni, yang juga menjadi tema mereka untuk tahun 2024. Inovasi-inovasi yang ditampilkan di pameran jam tangan ini mencerminkan tema tersebut.

Vacheron Constantin membuat terobosan dengan memperkenalkan dial hijau segar pada model-model emas merah muda dalam koleksi Overseas,

Overseas dengan Dial Hijau Sunburst

Meskipun Vacheron Constantin adalah Manufacture tertua di dunia dengan sejarah pembuatan jam tangan yang tak terputus, mereka tetap mampu mengejutkan di setiap tahunnya. Misalnya, meskipun warna hijau tampak menjadi warna yang sedang tren dalam dunia horologi, kami tidak pernah menduga akan melihatnya menghiasi koleksi Overseas, yang biasanya tetap setia pada warna hitam, perak, merah muda, dan biru yang ikonik. Namun, sekarang semuanya berubah. Empat modelnya kini hadir dengan nuansa hijau, mengingatkan pada hutan lebat yang dipadukan indah dengan casing rose gold. Di antaranya adalah model 35mm yang dihiasi berlian dan model 41mm dengan tampilan tanggal, serta kronograf 42,5mm dan model dual time 41mm. Semua model ini dilengkapi dengan berbagai kaliber self-winding dan akan tersedia dengan tiga pilihan tali yang dapat diganti: satu dari kulit anak sapi hijau, satu lagi dari karet hijau, dan tentu saja, gelang dari pink gold.

Koleksi Patrimony merayakan ulang tahunnya yang ke-20 tahun ini dengan ukuran casing baru dan dial berwarna perak antik, meningkatkan daya tarik vintage-nya.

Patrimony Manual-Winding & Moon Phase Retrograde Date

Mungkin ekspresi paling murni dari tema tahunan Vacheron Constantin, Patrimony telah memikat pecinta jam tangan dengan garis-garisnya yang bersih dan estetika yang sempurna sejak 2004. Terinspirasi oleh jam tangan minimalis tahun 1950-an dan merayakan ulang tahun ke-20 tahun ini, koleksi ini tampak tidak berubah, tetapi telah disempurnakan sedikit. Tersedia dalam ukuran casing baru 39mm, model klasik dua jarum dalam emas merah muda atau putih kini memiliki penutup belakang tertutup yang menyembunyikan Calibre 1440 manual winding, memungkinkan personalisasi melalui ukiran. Warna dial antik berwarna perak dengan efek sunburst juga merupakan tambahan baru untuk koleksi ini, yang juga muncul pada model Moon Phase Retrograde Date 42mm emas putih, meningkatkan daya tarik vintage-nya. Yang terakhir ini didukung oleh Calibre 2460 R31L self-winding buatan sendiri dengan indikasi fase bulan yang akurat hingga 122 tahun.

Traditionnelle Tourbillon Chronograph menjadi bagian dari Collection Excellence Platine dengan referensi platinum 950 yang dibatasi hanya 50 unit.

Traditionnelle Tourbillon Chronograph Collection Excellence Platine

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020, Traditionnelle Tourbillon Chronograph mendapatkan tempat istimewa dalam Collection Excellence Platine eksklusif dengan referensi platinum 950 berukuran 42,5mm yang dibatasi hanya 50 unit. Jam yang menjadi impian banyak orang, berkat kombinasi dua komplikasi mewah, menampilkan tata letak dial yang tidak konvensional dengan turbillon besar di posisi 12, bersama dengan penghitung kronograf 45-menit dan indikator cadangan daya. Calibre manual-winding 3200 yang dikembangkan untuk memperingati ulang tahun ke-260 merek pada tahun 2015 tetap menjadi karya seni horologi yang luar biasa, lengkap dengan finishing dan dekorasi tingkat tinggi yang terlihat jelas melalui caseback kaca safir.

Haute horlogerie bertemu haute couture dan haute parfumerie dalam Égérie – The Pleats of Time, sebuah jam konsep (kiri), sementara Égérie Moon Phase (kanan) dibatasi hanya 100 unit.

Égérie – The Pleats Of Time & Moon Phase

Jarang kita temui jam tangan yang menggabungkan haute horlogerie dan haute couture, apalagi dengan unsur haute parfumerie. Meskipun hanya sebuah konsep, Égérie – The Pleats of Time berhasil menyajikan kombinasi yang memukau. Desainer mode asal Paris, Yiqing Yin, memperindah jam tangan emas merah muda berukuran 37mm dengan berlian, dial mother of pearl yang berpola lipatan dalam warna ungu pucat, dan tali jam yang dijahit dengan inlay dari potongan mother of pearl. Tali jam ini juga menyimpan nanokapsul yang mengandung parfum karya master parfumer Prancis, Dominique Ropion. Meskipun The Pleats of Time hanya tersedia dalam edisi terbatas, Yin juga menciptakan Égérie Moon Phase bersama Grand Maison, yang dibatasi hanya 100 unit dan dilengkapi dengan Calibre 1088 L self-winding buatan sendiri.


Ditulis oleh