Zenith Soroti Koleksi Defy Di LVMH Watch Week 2023

Dirilis dalam kurun waktu yang sama dengan El Primero, Defy tidak memperoleh perhatian cukup pada awal kehadirannya. Bila El Primero membanggakan tingkat presisi tingginya, Defy merupakan tool watch tangguh yang reliabel. Dari segi desain, koleksi Defy identik dengan siluet multisudut pada tepi bezel maupun case yang membuatnya begitu mudah dikenali.

Di bawah kepemimpinan Julien Tornare sebagai CEO Zenith sejak 2017, koleksi Defy telah mengalami transformasi signifikan dan meroket sebagai jam tangan dengan penjualan terbaik. Estetika maskulin dengan ukuran besar yang lekat pada pendahulunya diadaptasi menjadi berbagai interpretasi yang kemudian memenuhi ragam persuasi para pencinta jam tangan. Di perhelatan LVMH Watch Week 2023 yang diselenggarakan di Singapura pada 10 - 12 Januari lalu, Zenith memperkenalkan sejumlah iterasi terbaru Defy yang kian mengukuhkan jejak koleksi ini di industri horologi.



DEFY SKYLINE SKELETON

Jam tangan dengan skeleton dial biasanya tampak sibuk. Indah, namun kadang terlampau kompleks hingga sulit untuk membaca waktu. Sayang rasanya bila sebuah jam yang ditenagai oleh movement mutakhir tidak terlihat nyata performanya karena konstruksi dial yang terlalu rumit. Sebagai ahli dalam hal movement berpresisi tinggi—dalam hal ini El Primero 3620—Zenith mengemas Defy Skyline Skeleton dengan begitu apik tanpa kompromi terhadap fungsi esensial produknya.

Logo Zenith ganda dari dekade ‘60-an dan pemandangan kota modern mengilhami arsitektur skeleton yang menjadi ‘bintang’ utama pada bagian dial. Hadir dalam dua opsi warna—biru dan hitam—jam tangan anyar ini dilengkapi dengan jarum dan indeks baton yang mengandung Super-LumiNova® untuk memaksimalkan keterbacaan. Sebagai jam tangan modern sesungguhnya, Zenith melengkapinya dengan sistem pergantian temali mudah, sehingga pengguna dapat menggilir bracelet baja dan temali karet yang tersedia pada setiap pembelian jam ini.

 

DEFY SKYLINE

Koleksi uniseks ini semakin universal dengan jajaran opsi yang ditawarkan oleh Zenith. Dalam perhelatan LVMH Watch Week 2023, sang brand merilis iterasi anyar dalam diameter 36 mm. Desain rupawan nan serbaguna dari pendahulunya yang berdiameter 41 mm tetap dipertahankan, seperti case dan bezel multisudut, serta motif geometris dari ukiran bintang.

Untuk ukuran 36 mm ini, Zenith menyematkan movement otomatis buatan manufakturnya bernama Elite 670 yang memiliki cadangan daya hingga 50 jam. Selain sistem lepas-pasang untuk memudahkan pengguna mengganti antara bracelet dan temali karet, Anda juga dapat memilih antara dua warna dial baru—hijau dan merah muda pastel—dan bezel polos atau berhiaskan berlian.

 

DEFY SKYLINE BOUTIQUE EDITION

Kesuksesan Defy Skyline yang dirilis tahun lalu dirayakan Zenith melalui berbagai iterasi anyar bagi sang koleksi di tahun ini. Salah satunya ialah edisi khusus untuk butik berikut ini. Ditawarkan dalam case baja berdiameter 41 mm dengan bezel segi 12 seperti para pendahulunya, jam ini tampil berbeda dengan anthracite dial warna abu-abu yang dihiasi ukiran bintang, indeks, dan jarum bermaterialkan emas merah muda.

Ditenagai oleh El Primero 3620 otomatis berfrekuensi tinggi, jam bercadangan daya 60 jam ini dilengkapi oleh indikator sepersepuluh detik yang terhubung langsung oleh escapement 5Hz. Tengok ke belakang, Anda dapat menikmati keindahan aristektur movement melalui caseback transparan bermaterialkan kristal safir.

 

DEFY EXTREME GLACIER 

Sesuai namanya, Defy Extreme terinspirasi oleh lingkungan ekstrem yang diterjemahkan menjadi chronographdengan akurasi hingga seperseratus detik—dalam kemasan tangguh yang mengandung bebatuan alami. Bila pada tahun 2021 sang brand menyoroti hamparan gurun, kini Zenith beralih ke hamparan gletser sebagai ilham bagi desainnya.

Case 45 mm dan bracelet bermaterialkan brushed titanium dipadukan secara apik dengan chalcedony, sebuah batu kristalin semi-tembus cahaya dengan warna biru pucat serupa gletser. Dipoles menggunakan tangan, chalcedony yang terdapat pada tepi bezel dan tombol chronograph menyuguhkan struktur dan palet berbeda antara satu dengan lainnya—menjadikan setiap jam tangan edisi terbatas yang hanya tersedia sebanyak 50 unit ini semakin eksklusif. Edisi khusus butik fisik dan daring Zenith ini ditenagai oleh chronograph movement otomatis El Primero dengan akurasi seperseratus detik.

 

Penulis: Erika Tania Dessyandra


End of content

No more pages to load