7 Era Penting Bagi Jam Tangan Omega Constellation Manhattan

Ditulis oleh

Menilik cikal bakal jam tangan Constellation Manhattan.

Jam Tangan Omega Constellation Manhattan

Lebih dari tiga dekade sejak perilisan koleksi perdananya, Constellation Manhattan dirilis kembali dengan desain terbaru pada sebuah pesta meriah di Shanghai yang dihadiri oleh Cindy Crawford, Nicole Kidman, Alessandra Ambrosio, dan Liu Shishi di Shanghai. Meski berpenampilan kian modern, versi teranyar dari koleksi Constellation Manhattan tetap mempertahankan karakter desain pendahulunya. Berikut evolusi kreasi jam tangan chronometer kreasi Omega yang kemudian menjelma menjadi Constellation Manhattan yang begitu ikonis.

1948

Omega merayakan ulang tahunnya yang ke-100 dengan melansir jam tangan mekanis bersertifikasi chronometer pertamanya. Jam tangan edisi terbatas yang diberi nama ‘Centenary’ itu pun sontak memperoleh sambutan hangat dari penggemar jam tangan berpresisi tinggi.

1952

Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1952, koleksi Constellation diperkenalkan kepada publik. Momen ini sekaligus menetapkan Omega sebagai brand pertama yang menciptakan koleksi jam tangan yang hanya terdiri dari instrumen bersertifikasi chronometer, sebuah sertifikasi penting yang menyatakan bahwa sebuah brand telah memenuhi semua kualifikasi dan kriteria ketat dari Contrôle Officiel Suisse des Chronomètres atau COSC, lembaga resmi pengujian kronometer di Swiss.

Selain tingkat presisi yang dapat diandalkan, karakter lain yang melekat pada koleksi Constellation adalah imaji ‘observatory under the stars’ pada bagian caseback. Tak hanya apik, desain khas tersebut rupanya merupakan tribute bagi rekor dunia untuk tingkat presisi yang berhasil diraih Omega dalam Observatorium Kew di Teddington, Inggris, pada tahun 1933 dan 1936. Prestasi serupa juga diraih Omega pada kompetisi presisi tahunan yang diadakan oleh Geneva Observatory pada tahun 1945. Dari delapan kali penyelenggaraan, Omega berhasil memenangkan enam di antaranya. Sehingga jika ditotal, brand basis Swiss ini mengantongi delapan prestasi yang kemudian diinterpretasikan menjadi delapan bintang yang menghiasi imaji observatorium pada caseback koleksi Constellation.

1982

 

Omega merilis koleksi khusus untuk wanita yang diberi nama Constellation Manhattan. Salah satu trademark koleksi ini adalah empat ‘claw’ (berfungsi untuk memastikan ketahanan jam terhadap air dengan menjaga kerapatan antara kaca jam bermaterialkan sapphire crystal dan case) yang terdapat pada bagian kanan dan kiri case. Selain itu, case berbentuk barrel dengan sisi atas dan bawah yang menyerupai bulan sabit, dial bulat sempurna, posisi indeks baton yang berada pada bagian bezel, dan integrated bracelet yang meningkatkan kenyamanan penggunanya menjadi poin lebih yang kian membuatnya begitu distingtif.

1995

Pada tahun 1995, Omega merilis Constellation ‘95 dengan keseluruhan siluet jam tangan diperhalus dalam bentuk yang lebih bundar dan claw tak lagi berfungsi secara riil sebagai fitur water resistance namun sebagai bagian dari pelengkap estetika. Kemudian nomor Romawi penunjuk jam yang semula berada pada dial pun dipindah ke bezel, bertukar posisi dengan indeks baton.

2003

 

Memasuki milenium baru, Omega semakin rajin melengkapi koleksi Constellation dengan berbagai fitur unggulan. Pada tahun 2003, Constellation Double Eagle diperkenalkan dengan teknologi Co-Axial Chronometer pada Calibre 2500 dan penampilan yang kian berdimensi dengan claw yang lebih lebar, serta jarum jam berlanggam Dauphine.

2009

Lalu pada tahun 2009, Constellation ‘09 dirilis dengan perubahan signifikan melalui desain claw yang semakin elegan, dial baru dengan indeks bersiluet bulan sabit, dan pola Supernova pada dial yang memberi efek dramatis namun memesona.

2018

Untuk iterasi teranyar dari Constellation Manhattan yang diluncurkan tahun 2018, Omega menghadirkan 101 model baru. Kini keseluruhan desainnya menjadi lebih ramping berkat aplikasi bevelled edges pada case dan bracelet, sehingga berkesan lebih minimalis. Begitu juga pada detail ikonis claw yang mengikuti proporsi desain, sehingga terlihat lebih harmonis dengan keseluruhan tampilan jam tangan. Sematan angka Romawi pada bezel kini hadir pada posisi vertikal. Fitur seperti crown, jarum jam, dan indeks pun tidak luput dari makeover. Jika Anda mengamati secara saksama, ‘gigi’ dari crown kini bersiluet bulan sabit, mengikuti alur lengkungan case. Sementara itu, jarum jam dibuat menyerupai skeletonised leaf (kerangka daun) dan bagian indeks mengambil inspirasi desain dari Freedom Tower di Manhattan.

Untuk pertama kalinya, material emas 18K Sedna hadir pada koleksi Constellation Manhattan dan case terdiri dari beberapa pilihan diameter, yaitu 25 mm, 28 mm, dan 29 mm. Khusus untuk model 29 mm, caseback menampilkan sapphire crystal yang memamerkan movement Master Chronometer Calibre 8700/8701. Berbicara aspek mekanis, Omega Master Chronometer Calibre 8700/8701 dipuji tidak hanya untuk presisi dan performanya, namun juga efisiensinya dalam menghadapi tantangan dunia nyata yang kerap mendera kaum wanita. Tengok saja resistensi superior calibre ini terhadap medan magnet yang terdapat pada barang sehari-hari, mulai dari laptop, ponsel, hair dryer, hingga kancing magnetis penutup tas tangan wanita. Sertifikat Master Chronometer yang disandang oleh tiap model Omega Constellation 29 mm menjamin bahwa movement ini telah melampaui tes kronometer standar yang dibesut oleh COSC dan melewati delapan tes tambahan di METAS (Institusi Metrologi Federal Swiss), termasuk resistensi terhadap daya magnet hingga 15.000 gauss.

Baca selengkapnya mengenai koleksi Constellation Manhattan terbaru dalam majalah CROWN Indonesia edisi Maret - Mei 2019. Untuk berlangganan klik di sini.

Diterbitkan di Kajian Mendalam
Di tag dibawah omega constellation
Contributor

Contributing Writer

Our secret contributor is an industry insider who has worked with well-known luxury watch marques, as well as written for numerous horological publications. He asks to remains anonymous, however, so as not to ruffle feathers with his sometimes opinionated posts.