Berbincang dengan Orang yang Mendesain G-Shock

Ditulis oleh

"Tidak semua desainer mempunyai hak istimewa ini."

Awalnya Ryusuke Moriai tidak mengetahuinya, tetapi ia telah melakukan jauh lebih banyak hal untuk berkontribusi pada pasukan militer Singapura daripada yang dapat ia bayangkan. Jam tangan pertama yang dirancang Moriai untuk Casio adalah F-91W, jam digital multifungsi praktis yang harganya kurang dari Rp 250 ribu. Jam ini begitu banyak digunakan oleh pria Singapura yang menjalani National Service, seharusnya menjadi barang wajib bagi para prajurit selain seragam, sepatu bot dan ransel.

"Oh, benarkah begitu?" Tanyanya sambil terkejut. "Saya senang mendengarnya!"

Namun yang lebih mengejutkan adalah bahwa F-91W (di bawah), yang diperkenalkan pada awal 1990-an, masih dijual hari ini.

Casio F91W

Hari ini, Moriai adalah chief designer untuk Casio G-Shock. Sejak bergabung dengan Casio pada tahun 1985, ia mulai mengerjakan koleksinya pada 1990-an dan bertanggung jawab atas beberapa karya ikonis seperti DW-6400 dan GA-100/110.

Sementara sang legendaris Kikuo Ibe mendapat apresiasi dengan menciptakan G-Shock, bisa dikatakan bahwa Moriai yang turut membantu menjadikan jam tersebut sebagai ikon modern, dan sukses mengubah anggapan dari sebuah tool watch menjadi cultural phenomenon.

Casio berkolaborasi dengan visual artist Clogtwo, social media influencer Mae Tan, rapper Shigga Shay

Kenyataannya Casio G-Shock merayakan hari jadinya yang ke-35 tahun ini, menjadi lebih besar dan lebih populer dari sebelumnya, bukanlah prestasi kecil. Dan mempertahankan spirit design dari tiap koleksi adalah tanggung jawab yang Moriai emban dengan kebanggaan dan keistimewaan. Dalam wawancara ini, ia merenungkan perjalanan luar biasa Casio G-Shock, dan berbagi beberapa kisah gila tentang jam tangan yang ia bantu buat.

Mari kita tengok ke belakang tentang sejarah. Apakah Anda masih ingat hari pertama Anda di Casio?
Pada hari pertama bekerja, saya tidak melakukan apa pun yang berhubungan dengan jam tangan. Malah saya dikirim ke bootcamp selama 10 hari dengan Pasukan Bela Diri Jepang! Saat itu, itu adalah bagian dari kebijakan pelatihan perusahaan untuk karyawan baru. Hal itu mengejutkan saya, setelah melewati waktu yang relatif nyaman di universitas. Lucunya, saya melakukannya dengan cukup baik sehingga petugas itu bertanya apakah saya ingin bergabung dengan pasukan! Yang lebih lucu adalah bahwa batch saya adalah yang terakhir menerima pelatihan induksi.

Apa yang terjadi setelah itu?
Kami mendapat lebih banyak pelatihan. Kali ini adalah program dua bulan di mana para insinyur dan desainer berkumpul untuk belajar tentang teknologi dan SOP perusahaan. Pelatihan itu sangat bagus, terutama ketika kedua belah pihak harus bekerja sama untuk mengembangkan produk baru. Hal itu juga membantu meningkatkan proses komunikasi antara semua pihak, tidak hanya di dalam departemen kami sendiri.

Ceritakan ke kami tentang departemen desain Casio G-Shock.
Departemen desain terletak di pinggiran kota Tokyo, jauh dari kantor pusat. Saya tidak bisa menginformasikan berapa banyak orang yang bekerja di sana tetapi kami mengerjakan banyak proyek berbeda pada saat yang bersamaan, mulai dari yang dasar seperti menerapkan warna baru hingga yang lebih intensif seperti membuat konsep produk baru. Saat ini saya terlibat dalam sekitar 10 proyek secara bersamaan.

Bagaimana cerita di balik jam pertama yang Anda desain untuk Casio, F-91W?
Pada saat saya merancang jam, saya telah menghabiskan waktu empat tahun bersama perusahaan. Kembali pada akhir 1980-an, segmentasi pasar untuk jam tangan digital sangat berbeda dalam hal fitur dan poin harga. F-91W harus memenuhi kriteria tertentu dengan sebuah strategi yang ditetapkan dan saya bertekad untuk menjadikannya berhasil.

Dari segi desain, saya mulai mencoba beradaptasi dengan bentuk baterai yang melingkar, datar dan lebar, lalu dengan modul kuarsa bersegi delapan dan sedikit lebih kecil dari baterai. Itulah batasan yang harus saya hadapi, tetapi saya masih menginginkan jam yang kecil, datar, sederhana namun didesain dengan baik.

Bagi saya, bagian yang paling indah dari jam adalah sudut bezel-nya. Kami melewati sekitar empat prototipe sebelum tiba di versi final. Saya telah merancang banyak jam tangan sejak saat itu, tetapi F-91W telah terbukti menjadi jam yang sangat awet.

Anda mengatakan DW-6400 (gambar di bawah) adalah G-Shock Anda yang paling berkesan. Mengapa?
Saat ini, G-Shock berusia 35 tahun dan merupakan ikon yang mudah dikenali. Karena itu, tidak mudah untuk membelok terlalu jauh dari blueprint desainnya. Tetapi pada tahun 1994, koleksi ini tidak sepopuler sekarang, dan kami memiliki lebih banyak kebebasan untuk bereksperimen.

Casio DW-6400

DW-6400 adalah G-Shock kedua yang saya rancang, dan butuh waktu setahun. Secara estetika, saya terinspirasi oleh Kappa, sebuah monster sungai mitos Jepang; monster sci-fi dari film Predator; dan robot-robot dari serial anime Jepang Gundam yang terkenal. Kami tidak mempublikasikan inspirasi ini, tetapi penggemar G-Shock mengenali pengaruhnya, terutama dengan Gundam, jadi saya cukup senang.

Dari kiri: monster Kappa dari mitos Jepang, monster dari film Predator, robot Gundam.

Apakah mudah meyakinkan departemen lain untuk membuatnya?
Itu tidak mudah. Bahkan, jika saya mengusulkan suatu desain hari ini, akan lebih sulit untuk membuatnya mengingat G-Shock yang begitu terkenal. Orang mungkin akan berpikir bahwa itu terlalu jauh dari tampilan ikon G-Shock.

Apakah kalau identitas G-Shock begitu mengakar itu bagus?
Ya. Orang-orang melihat batasan tetapi sebagai desainer, saya termotivasi untuk membuat banyak G-Shock yang lebih indah dalam kerangka yang tepat.

G-Shock telah berkembang menjadi fenomena budaya. Apakah itu mempengaruhi proses desain Anda?
Hal itu telah membuat segala sesuatunya lebih menantang, tetapi saya menghargai itu sebagai sebuah perkembangan. Jika kami merancang jam hanya sebatas fungsionalitas, tentunya akan membatasi imajinasi kami. Pada akhirnya, jam itu akan terlihat seperti smartphone. Sekali lagi, ini adalah sumber motivasi karena saya tertantang untuk mencari inspirasi dari tempat yang berbeda dan menempatkan nilai emosional ke dalam desain. G-Shock memiliki tempat yang sangat istimewa di dunia jam dan desain, dan tidak banyak desainer memiliki hak istimewa untuk mengerjakan sesuatu seperti ini.

Casio G-Shock Glacier Gold (kiri) dan G-Shock X Sneaker Freaker

Dengan smartwatch yang begitu lazim saat ini, apakah ada tekanan bagi perancang G-Shock untuk bekerja kepada lebih banyak fungsi ke dalam koleksi?
Ada tekanan untuk melakukan itu, tapi saya tidak ingin mengubah G-Shock menjadi jam tangan pintar yang terlihat seperti G-Shock. Identitas G-Shock harus selalu jelas - dan itulah ketangguhan tertinggi. Jika saya memasukkan sebuah fitur seperti pada smartwatch ke dalam jam, itu akan membahayakan identitasnya. Dengan begitu, tim riset dan pengembangan kami selalu meneliti teknologi dan fitur baru untuk meningkatkan koleksi.

Last but not least, menurut Anda seperti apa kualitas yang baik dari seorang desainer jam tangan?
Di sini saya berbicara secara khusus tentang desainer G-Shock: dia harus selalu penasaran, bertekad untuk selalu datang dengan sesuatu yang baru, dan tidak pernah berpuas diri.

 

Diterbitkan di Kajian Mendalam
Alvin Wong

Editor-in-Chief

Alvin promises not to be a douche when talking about watches. He may have scoured the Basel and Geneva watch fairs for the past 15 years, and played an instrumental role to the growth of Singapore's pioneering horological and men's lifestyle publications, but the intrepid scribe seeks to learn something new with each story he writes.  

www.crownwatchblog.com