Ingin Berinvestasi Jam Tangan?

Ditulis oleh

Berikut hal-hal yang harus Anda ketahui.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, penting bagi kami di CrownWatchBlog untuk menyatakan posisi kami terlebih dahulu. Dan inilah yang kami yakini: kami percaya bahwa membeli jam tangan harus dilakukan untuk kesenangan pribadi, dan bukan sebagai opsi investasi.

Mengapa? Karena pilihan yang terakhir akan menyedot semua keseruan dari pengalaman membeli jam tangan.

Terdapat banyak alasan untuk membeli jam tangan. Apapun alasannya, itu tidak boleh (lagi-lagi menurut pendapat kami) terdiri dari sebuah keinginan untuk menghasilkan keuntungan secara cepat dan mudah dari jam tangan, seperti yang akan Anda lakukan dengan ekuitas atau obligasi.

Walaupun begitu, keyakinan bahwa jam tangan bisa menjadi salah satu bentuk investasi yang baik masih lazim dipercayai oleh masyarakat luas. Jadi, di sini kami akan menjabarkannya bagi Anda, dan Anda bisa memutuskan sendiri apakah aktivitas ini sepadan dengan waktu Anda.

KEMBALI KE DASAR

Apa itu investasi? Ini adalah kelas aset yang Anda beli dengan harapan menghasilkan pendapatan pasif sambil mempertahankannya (misalnya, properti untuk disewa), atau meraih untung saat Anda menjualnya (capital gain).

Inilah faktanya: biasanya, jam tangan tidak akan menghasilkan pendapatan pasif apa pun. Sering kali, nilainya tidak berapresiasi seimbang. Sebagian besar kolektor yang kami ajak bicara menyetujui bahwa jam tangan bukan merupakan investasi bagus.

Seperti halnya semua bentuk investasi, tidak ada jaminan untuk mendapatkan keuntungan dan selalu terdapat risiko. Kami akan berterus terang dan mengatakan bahwa tidak ada yang bisa memprediksi jam tangan apa yang bisa menjadi investasi yang bagus karena selera pasar selalu berubah-ubah. Apa yang dianggap 'panas' saat ini mungkin akan meredup dalam lima hingga 10 tahun berikutnya.

APA KUALIFIKASI 'LAIK INVESTASI'?

Sejarah dan silsilah keluarga brand penting. Sebagian besar jam tangan berpredikat layak investasi yang ada di pelelangan umumnya adalah buatan Swiss atau Jerman. Jam tangan yang berasal dari kedua negara ini memiliki nilai yang tinggi berkat sejarah panjang mereka dalam seni pembuatan jam tangan.

Setiap penggemar jam tangan akan menunjuk Rolex dan Patek Philippe sebagai dua brand yang wajib dipertimbangkan. Jam tangan vintage dari kedua brand ini secara konsisten berkinerja baik di pelelangan. Selain Rolex Paul Newman Daytona berharga jutaan dolar, kami mengamati bahwa sebagian besar model sports Rolex berperforma baik dalam pelelangan. Harga Submariner vintage seperti Ref 5514 'Comex' dapat mencapai hingga enam digit, dan Ref. 1680 'Red Sub' (dengan teks ‘Submariner’ dalam warna merah) baru-baru ini meningkat nilainya berkat demam vintage.

Patek Philippe Ref. 2499 perpetual calendar chronograph 'The Asprey' menjadi jam tangan termahal yang dilelang pada tahun 2018. Lebih lanjut di sini

Kami juga melihat bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, jam tangan Omega vintage meningkat nilainya berkat permintaan yang tinggi untuk timepiece semacam ini. George Tan, seorang kolektor Omega yang tersohor, menawarkan tip berikut ini: “Jam tangan vintage yang layak untuk diinvestasikan adalah model ikonis yang bertautan erat dengan peristiwa atau orang-orang terkenal. Contohnya adalah Omega Speedmaster. Jam ini memiliki sejarah unik dan banyak penggemar untuk jam-jam vintage, serta edisi terbatas baru.”

Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri bahwa tidak semua edisi terbatas berderajat sama. Beberapa brand terus mengeluarkan edisi terbatas dari tahun ke tahun hanya secara kosmetik. Hal ini akan mendevaluasi koleksi karena para kolektor bisa melihat sandiwara semacam ini. Sedangkan untuk jam vintage, banyak jam tangan tidak lagi memiliki komponen asli — padahal komponen-komponen ini tentunya mempengaruhi nilai jual ulang. Dial yang telah direkondisi, misalnya, harus dihindari.

TIPE PEMBELI SEPERTI APA ANDA?

Terdapat perbedaan mendasar antara seseorang yang murni mengumpulkan jam tangan dan seseorang yang berinvestasi jam tangan.

Secara umum, kolektor membeli jam tangan karena mereka memiliki passion yang murni dan tulus untuk horologi. Mereka mungkin menjual jam tangan untuk mendanai pembelian lain, tetapi apresiasi harga tidak akan menjadi prioritas utama mereka.

Ludes terjual dalam waktu kurang dari satu jam, edisi terbatas 'Ultraman' Omega #SpeedyTuesday dari tahun 2018 sekarang menjadi koleksi yang sangat didambakan.

Di ujung lain spektrum, beberapa investor jam tangan mungkin bahkan tidak menyukai jam tangan yang telah mereka beli. Sebaliknya, mereka lebih tertarik pada keuntungan yang bisa mereka hasilkan dari jam tangan tersebut. Beberapa 'investor' ini dikenal di komunitas kolektor sebagai 'flippers' — orang-orang yang selalu mencari peluang untuk menghasilkan uang cepat.

Tengok saja peluncuran Omega Speedy Tuesday ‘Ultraman’ yang lalu. Ada beberapa kasus orang-orang membeli jam tangan edisi terbatas ini hanya untuk menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Mengingat tingginya permintaan untuk jam tangan ini—model ini ludes terjual dalam waktu kurang lebih satu jam—harganya melonjak seketika di pasar sekunder. Hal yang sama berlaku untuk model lain yang baru-baru ini sangat diburu kolektor, seperti Rolex Daytona steel dengan bezel keramik, atau Rolex GMT ‘Pepsi’—jam tangan yang dikenal luas memiliki nilai jual ulang yang tinggi dan daftar tunggu yang panjang.

Tetapi kembali ke argumen awal kami — untuk apa membeli sebuah jam tangan yang Anda tidak akan nikmati seperti apa adanya? Mungkin ada suatu saat ketika Anda merasa perlu melepaskannya, apakah itu karena Anda ingin membeli jam tangan lain atau sudah bosan. Jika Anda bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, maka anggap itu bonus. Tetapi jika tidak, maka ketahuilah bahwa paling tidak Anda telah menikmatinya selama itu.

Diterbitkan di Kajian Mendalam
Contributor

Contributing Writer

Our secret contributor is an industry insider who has worked with well-known luxury watch marques, as well as written for numerous horological publications. He asks to remains anonymous, however, so as not to ruffle feathers with his sometimes opinionated posts.