Kisah Nyata: Breitling Emergency Selamatkan Dua Nyawa

Ditulis oleh

Juru selamat berukuran 51mm.

Breitling Emergency Night Mission

Tidak ada yang ingin ini terjadi, namun seandainya Anda terdampar di pulau terpencil dan bisa memilih satu benda untuk dibawa, pastikan itu Breitling Emergency. Kemungkinan Anda tidak akan lama mendapatkan pertolongan jika Anda memiliki si monster 51mm ini di pergelangan tangan Anda.

Tanyakan saja kepada Quentin Smith—atau Kapten Q, seperti yang biasa dia dikenal. Salah satu pilot helikopter paling berpengalaman di dunia dan menjadi yang pertama terbang ke kutub Utara dan Selatan, Smith telah lolos dari maut lebih dari satu kali. Salah satu kisah nyata yang paling terkenal terjadi pada tahun 2003, ketika Smith dan co-pilotnya jatuh di Antartika saat mencoba untuk menyeberangi Drake Passage—yang sudah umum dikenal sebagai "perairan terganas di dunia."

Quentin Smith

Setelah upaya berkali-kali untuk berkomunikasi dengan pemandu lalu lintas udara melalui telepon satelit gagal, Smith menaruh kepercayaan pada Breitling Emergency—arloji pertama yang dilengkapi suar marabahaya frekuensi ganda. Segera setelah Smith menarik antena bawaan Emergency dan mengeluarkan sinyal marabahaya, dua orang ini diselamatkan oleh tim pemecah es Chili.

Breitling Emergency

Jadi jika Anda benar-benar ingin melakukan petualangan ekstrem di tempat antah-berantah, pastikan Anda membawa Breitling Emergency dengan persediaan makanan tentunya.

Diterbitkan di Kajian Mendalam
Di tag dibawah Breitling emergency
Brian Jones

Contributing Writer

Born in the outskirts of Washington D.C., Brian is currently based in the outskirts of Seoul. Along with writing about all things horological, he's been known to pen pieces on men's fashion, sports and popular culture. When he's not writing, he can be found travelling the continent, fumbling in his attempts to speak the local tongues.