Skip to main content

Menikmati Indahnya Waktu dengan Jam Tangan Retrograde

Komplikasi ini menghadirkan suguhan waktu dengan cara yang sangat kreatif.

Biasanya waktu terasa lebih dramatis jika sudah bergulir dalam sebuah interval panjang. Pernahkah kita mempertanyakan ke mana detik yang hilang saat memperhatikan gerak jarum paling tipis pada jam tangan kita? Hampir tidak pernah. Rasa kehilangan biasanya baru terasa ketika pergantian tahun atau umur sebagai tanda telah berlalunya satu tahun dalam hidup kita.

Ada baiknya jika kita mengubah pola pikir karena waktu adalah hal yang sangat berharga. Pernyataan tersebut memang terdengar klise, namun begitulah adanya. Setiap detik menghilang dalam kehampaan jagat raya setiap saat kita memperhatikan waktu dan kita mesti sadar akan hal itu.

Meski tidak pernah diutarakan secara eksplisit, kami membayangkan misteri waktu itulah yang telah memacu para watchmaker unggul dari segala zaman mengupayakan berbagai macam komplikasi untuk menampilkan sesuatu yang lebih dari sekadar penunjuk waktu, termasuk di antaranya: jam dengan pengukuran interval, tampilan fase bulan, serta bunyi penanda waktu dan menit. 

Kehadiran komplikasi- komplikasi tersebut menghembuskan nyawa tersendiri bagi dunia jam yang pada akhirnya mengingatkan kita pada indahnya kehidupan dan sifatnya yang fana.

Meski bukan yang paling menantang secara teknis, retrograde adalah salah satu di antara segala komplikasi yang memiliki impresi paling teatrikal. Berlaku untuk hampir semua struktur — jam, menit, detik, tanggal, dan hari — fitur retrograde menunjukkan berlalunya waktu melalui jarum (satu atau beberapa) yang melintasi busur lintasannya sebelum melompat kembali ke titik awal di ujung busur. 

Dalam beberapa jam distingtif, jarum jam dapat dikreasikan menjadi berbagai bentuk tak biasa. Pada Van Cleef & Arpels Lady Arpels Ballerine Enchantée misalnya, alih-alih jarum jam, kerangka rok tutu sang balerina menjadi penunjuk waktu sehingga bagian rok kadang terlihat besar, kadang menguncup.

Tampilan retrograde sejatinya sebuah suguhan yang memanjakan mata, terutama untuk detik retrograde di mana balet mekanis berlangsung setiap 60 detik. Layaknya pada segala aspek dalam dunia horologi bertaraf high-end, para watchmaker selalu menemukan berbagai cara baru dan kreatif untuk memaksimalkan dampak visual dari hal-hal yang merupakan imbas mekanis dari komplikasi yang saat ini kita bahas. 

Mulai dari indikator retrograde yang terbuat dari cairan hingga tampilan yang bertentangan dengan blueprint tradisional, berikut hal-hal yang mesti kita ketahui berkenaan komplikasi retrograde yang indah dan unik.

Van Cleef & Arpels ‘Enchanting Ballerina’ dengan jam dan menit retrograde lansiran tahun 2012

Tampilan retrograde muncul pada peranti penunjuk waktu sejak abad ke-17, ketika para watchmaker sebelumnya telah mencoba mengeksplorasi cara-cara alternatif dalam menyajikan waktu. Dimulai pada tampilan untuk jarum jam dan menit, fitur retrograde secara cepat diadaptasi ke fungsi lain seperti tanggal dan persamaan indikator waktu.

Arloji modern memperluas konsep ini dengan memperkenalkan beberapa tampilan retrograde pada satu dial, serta penggunaan sistem ini pada presentasi berbentuk animasi.

Inti mekanisme retrograde adalah snail cam yang mana disinkronisasi dengan sebuah sistem yang terdiri atas pawl, pegas, dan roda gigi, khususnya rak terdiri dari jari panjang di mana bagian jarum retrograde terpasang kecepatan putarnya dapat dimodifikasi sesuai dengan tampilan, semisal untuk siklus 60 detik atau 31 hari. 

Jadi, ketika snail cam berputar, jari melacak ke sekeliling cam dan saat mencapai titik paling tajam, ari panjang ‘jatuh’ dan menetapkan rangkaian gerakan bermukimnya sistem roda gigi, lalu menjentikkan jarum untuk mundur ke posisi awal.

Artikel lebih lanjut tentang jam tangan dengan komplikasi retrograde yang indah dan unik terdapat di dalam majalah CROWN Indonesia edisi Maret-Juni 2020 yang bisa Anda dapatkan di Magzter dan Gramedia Digital.


Ditulis oleh

End of content

No more pages to load