Omega Seamaster 2018: Dua Edisi Tribute Khusus untuk Anda Miliki

Ditulis oleh

Cara terbaik untuk merayakan ulang tahun ke-70 Omega Seamaster.

Perkenalan singkat
Seperti telah disebut, Seamaster merayakan anniversary ke-70 pada tahun ini. Meskipun koleksi ini terdiri dari beberapa sub-koleksi, misalnya anti-magnetic Railmaster, bintang utamanya tetaplah kreasi dive watches—kerabat jam tangan luar angkasa yang hidup di laut—dan Speedmaster yang mengusung jiwa motorsports.

 

Arsip Omega di kategori dive watch merupakan peti harta karun, di mana model-model utama dilengkapi dengan kehadiran berbagai varian dari tahun ke tahun. Dalam hal keunggulan teknis, ada timepiece seperti Ploprof (gambar di atas) yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970. Jam ini merupakan spesialis deep-diving dengan kemampuan water resistance hingga 600m. Sementara itu, seri yang fokus pada desain adalah Polaris tahun 1982 dengan rancangan case serta bracelet yang tidak biasa dan dibuat berdasarkan prototipe Gérald Genta.

Cikal bakal
Seamaster merupakan produk 'family' pertama yang dimiliki Omega yang menandai transisi brand dalam mengganti penggunaan sistem reference number sebagai identitas produk menjadi sistem koleksi yang terpisah-pisah. Bagi brand ini, menandai momen penting dalam 70 tahun perjalanannya itu tampaknya bukan hal sulit. Akan tetapi dalam merayakannya, Omega meninggalkan pendekatan lama yang cenderung memadatkan atau mengekstraksi berbagai hal ke dalam sebuah koleksi. Alih-alih demikian, brand ini justru memperkenalkan dua model ke dalam cerita perjalanannya yang terus ditulis sampai pada hari ini.

Dua koleksi terbaru
Set koleksi terbaru yang pertama, yakni Seamaster 1948 Limited Edition, menjadi tribute bagi kelahiran seri originalnya pada 70 tahun lalu. Jam limited edition terbaru ini dibuat berdasarkan kreasi perdana tahun 1948.

Seamaster pertama tahun 1948 merupakan versi komersil dari jam tangan militer yang diproduksi Omega untuk tentara Inggris. Jam tangan tersebut hadir dengan desain fungsional dan memiliki keunggulan dalam aspek legibility (sangat jelas untuk dibaca). Kreasi itu pun dilengkapi kemampuan water resistance yang lebih baik. Hal ini dimungkinkan oleh karena mulai digunakannya O-ring gasket sebagai pengganti material dan desain seal terdahulu.

Koleksi terbaru yang meluncur tahun ini merupakan kreasi ulang "serius" dari versi original. Bedanya, karya baru ini dibekali dengan amagnetic movement Omega yang berkemampuan lebih tinggi, yaitu Calibres 8804 dan 8806. Lebih dari itu, jam tersebut pun juga sudah meraih sertifikasi Master Chronometer.

Dari sisi estetika, kedua versi terbaru jam tangan ini tersedia dalam ukuran klasik 38mm berskema steel case, domed opaline dial, dan menampilkan logo Omega vintage. Pada sapphire case back jam ini teraplikasi laser-engraved dan hand-lacquered motifs dari logo anniversary ke-70 dan juga gambar kapal Chris-Craft serta pesawat Gloster Meteor yang mengingatkan pada sejarah militernya. Ditawarkan dalam pilihan leather strap biru dan cokelat, masing-masing versi hanya diproduksi sebanyak 1948 pieces.

Perbedaan terbesar antara koleksi baru dan versi originalnya terletak pada dial layout. Pada model Central Second, jarum jam dan menit berdesain dauphine dan disertai oleh Super-Luminova, sementara model Small Second terasa lebih klasik dengan jarum penunjuk menyerupai daun yang ramping dan sebuah railway track chapter ring yang melingkar manis di tepi dial.

Bagaimana dengan dive watches?
Tentu saja Omega tak lupa untuk menyuguhkan commemorative dive watch. Tengok seri Seamaster Diver 300M yang sudah diperbarui, yang menandai babak teranyar dari koleksi dive watch Omega yang terus berevolusi.

Seamaster Diver 300M terbaru diciptakan secara lebih matang dengan ukuran case lebih besar, yakni 42mm, yang terdiri dari 14 ragam pilihan material dan warna. Sama seperti Seamaster 1948 Limited Edition, jam tangan ini dipersenjatai dengan movement terkini Omega, yaitu amagnetic Calibre 8800. Kreasi ini pun telah memiliki sertifikasi Master Chronometer dari METAS dimana hal itu berarti bahwa jam tersebut sudah melalui serangkaian pengujian ketat. Termasuk di dalamnya adalah tes kemampuan water resistance, isochronism, dan positional accuracy.

Bukan hanya melalui movement, Omega juga menyajikan watchmaking expertise dengan eksperimentasi pada materi yang digunakan. Contohnya adalah bagian bezel yang kini berbahan ceramic dan markings bermaterial Ceragold (bahan kombinasi ceramic dan emas 18k ciptaan Omega) atau white enamel.

Senada dengan bezel, dial jam ini pun terbuat dari ceramic dan tampil fresh dengan digunakannya kembali motif ombak dari Seamaster Professional 300M yang kali ini dibuat menggunakan teknik laser engraving.

Berada pada puncak koleksi adalah Seamaster Diver 300M Titanium Tantalum Limited Edition (gambar di bawah) yang pada tahun ini genap berusia 25 tahun. Edisi commemorative yang secara desain identik dengan model reguler ini hanya diproduksi sebanyak 2.500 pieces.

Pembeda kreasi istimewa ini adalah penggunaan material utamanya yang bukan steel ataupun gold melainkan titanium, dan tantalum pada dasar bezel serta middle link dari bracelet, juga Sedna gold Omega sebagai aksen beberapa komponen, seperti crown dan helium escape valve.

Jelas bahwa sebagai kulminasi dari pengembangan keluarga Seamaster, Seamaster Diver 300M adalah yang paling hebat untuk saat ini. Melalui upaya konsisten Omega dalam meningkatkan kemampuan teknis maupun unsur estetis dari kreasi-kreasinya, kemunculan jam tangan terhebat dari brand itu sepertinya hanya tinggal menunggu waktu.

Diterbitkan di Kajian Mendalam
Di tag dibawah omega seamaster
Contributor

Contributing Writer

Our secret contributor is an industry insider who has worked with well-known luxury watch marques, as well as written for numerous horological publications. He asks to remains anonymous, however, so as not to ruffle feathers with his sometimes opinionated posts.