Skip to main content

Pentingnya Nilai dari Sebuah Case Jam Tangan

Tidak hanya movement, case jam tangan juga memiliki sebuah nilai tinggi di dalamnya.

 

Sebagian besar para pecinta jam tangan membicarakan tentang nilai sebuah jam tangan hanya dari movement-nya. Namun, ada satu bagian jam tangan yang sering diabaikan, yaitu case dari sebuah jam tangan. Banyak yang tidak menyadari bahwa case dibuat dengan banyak perhitungan, mulai dari segi estetika, tampilan, serta kekuatannya yang bisa meningkatkan nilai dari sebuah jam tangan.

Sebuah case memiliki dua fungsi utama yang cukup simpel, yaitu untuk melindungi movement dan juga membuat jam tangan pas di pergelangan tangan. Pada awalnya, pocket watch diberi strap agar bisa menempel di pergelangan tangan, namun hal ini sangat buruk pada bagian kenyamanan serta estetika.

Namun, pada awal abad ke-20, case jam tangan mulai didesain dengan baik dan memperhatikan segi kenyamanan dan estetika. Era ini adalah saat munculnya jam tangan Cartier Tank, Jaeger-LeCoultre Reverso dan Gruen Curvex, jam tangan Art Deco dengan case bulat yang tipis.

Lalu, pada tahun 1950-an jam tangan sport hadir dengan model dive watch dan chronograph yang memiliki case berukuran besar serta rotating bezel. Kemudian, di tahun ‘60 sampai ‘70-an para pembuat case jam tangan terus berkembang, sehingga segala jenis bentuk case bisa dibuat. 

Pada segi material pun, case jam tangan terus mengalami perkembangan. Berawal dari steel, emas dan platinum, kemudian di pertengahan 70-an titanium muncul sebagai bahan yang paling populer untuk digunakan pada case jam tangan. IWC merupakan pionir dari case jam tangan berbahan baja untuk keperluan militer yang memiliki kelebihan anti-magnet dan tahan akan karat.

Pada tahun 1970-an, beberapa brand jam tangan mulai menggunakan bahan keramik untuk case mereka. Bahan keramik ini mudah untuk diproduksi dan akan memberikan sebuah jam tangan tampilan yang lebih tactical dan juga warna yang lebih beragam. Selain itu, bahan carbon juga mulai banyak bermunculan yang menghasilkan tampilan avant-garde.

Sejak saat itu, semakin banyak bahan case alternatif lainnya bermunculan, seperti bronze, alloy, dan bahkan sapphire. Bahan dari sebuah case sebenarnya bisa menjadi sebuah eksperimen bagi para pembuat jam tangan untuk meningkatkan nilai eksotisme produk-produk mereka, namun, hal ini tentunya tidak mudah.

Pada jam tangan kelas atas, case sudah tidak hanya dilihat dari materialnya saja, namun juga pada dekorasi mewah yang mereka tawarkan. Brand-brand seperti Rolex, Audemars Piguet, dan Hublot sangat memperhatikan dekorasi pada bagian case mereka.

Seperti pada bevels, polish, dan brush yang mereka tampilkan pada bagian case sangat diperhatikan sehingga menghasilkan case yang menawan dan terlihat mewah. Selain itu, Hublot juga terkenal dalam mencampurkan beberapa material sehingga bisa hadir dengan material case yang unik dan juga tangguh secara ketahanan.

Jadi, dalam melihat sebuah jam tangan ada baiknya tidak langsung melihat ke bagian movement-nya saja. Case merupakan bagian penting yang terdapat nilai lebih di dalamnya yang bisa Anda perhitungkan. Karena, memproduksi sebuah case yang indah dan juga tangguh, membutuhkan penelitian dan juga pengerjaan yang tidak mudah.


Ditulis oleh

End of content

No more pages to load