‘Singing Bird Clock’ milik Jaquet Droz, Automaton Paling Misterius di Dunia

Ditulis oleh

Anda tidak akan menyangka betapa panjang perjalanannya untuk pulang ke rumah!

Jaquet Droz membuat kita terperangah lagi. Dalam acara hari jadi yang ke-280, di antara banyaknya peringatan terhadap jam kreasi mereka yang ada, termasuk Tropical Bird Repeater yang memukau dan salah satu dari jam tangan favorit kami di tahun 2018, Grande Seconde Skelet-One, sang pembuat jam ini mengumumkan bahwa mereka memiliki satu lagi gebrakan horologi yang akan diungkap – yaitu jam automaton buatan Jaquet Droz sendiri yang baru direstorasi, yang mungkin sudah tercipta lebih dari 250 tahun lalu.

Apa ini nyata?
Tentu saja! Pelat di belakang jam menunjukkan ukiran yang tidak lain adalah: ‘P. Jacquet Droz A La Chaux de Fonds’. Bagaimanapun, kabinet kayu jam ini juga telah dihitung lewat analisa tree-ring dating dan dipastikan berasal dari potongan kayu tahun 1754, tahun yang juga memastikan bahwa itulah masa-masa keemasan Droz. (Ia dilahirkan tahun 1721 dan wafat pada tahun 1790.) Apalagi jika berbicara tentang teknik gila atas konstruksi automaton burung bernyanyi ini, yang mana hanya Droz lah yang mampu melakukannya.

Dia disebut ‘misterius’
Ya, betul. Kreasi dari pertengahan abad ke-18 ini belum diakui sepenuhnya di sebagian besar sejarah. Ada sedikit catatan tentang apa yang terjadi pada jam setelah ia diciptakan. Rumornya, Napoleon Bonaparte mengambil kepemilikan jam ini, dan memerintahkan agar movement automaton ini dihapuskan dan dipasang ulang dengan kabinet Empire untuk dihadiahkan ke saudara ipar perempuannya, Catherine of Wurtemberg.

Kesaksian selanjutnya terhadap jam ini tercatat satu abad kemudian, pada tahun 1917, saat seorang dealer barang antik dari Lucerne menjualnya. Setelahnya, jam ini hilang kembali selama dekade demi dekade, hingga tahun 1983 saat seorang kolektor dari Inggris menyerahkannya ke Musée d’horlogerie du Locle.

Jadi, apa fungsinya?
Selain menjadi saksi hidup bahwa Jaquet Droz adalah genius? ‘Singing Bird Clock’ adalah tanda bahwa sang pembuat jam ini ahli dalam beberapa elemen berikut: automaton yang menyerupai makhluk hidup, alat pengukur waktu, dan kesenian tingkat tinggi yang dikontribusikan oleh beragam seniman dan pengrajin.

Untuk mesinnya sendiri, ia terdiri dari dua komponen – satu movement untuk jam, yang menampilkan crown wheel escapement dan menunjukkan jam serta menit; dan satu lagi movement automaton yang hadir dengan motor yang diberi daya dua fusée-and-chains measuring, masing-masing berukuran 1,8 meter. Saat automaton diaktifkan, burung yang bernyanyi di atas sangkar akan terbuka, membubungkan dadanya, mengepakkan ekor dan sayapnya, dan akan berdendang hingga enam melodi!

Kini ‘Singing Bird Clock’ telah kembali ‘pulang’ ke Jaquet Droz. Dalam kolaborasi bersama Association Automates & Merveilles serta tim para ahli, Jaquet Droz memainkan peran vital dalam mendukung dan mengamankan jam, yang sekarang telah direstorasi penuh dan dipertontonkan dalam ajang hari jadi ke-280. Tepat di waktu yang sempurna.

Saksikan videonya berikut ini:

 

Diterbitkan di Kajian Mendalam
Alvin Wong

Editor-in-Chief

Alvin promises not to be a douche when talking about watches. He may have scoured the Basel and Geneva watch fairs for the past 15 years, and played an instrumental role to the growth of Singapore's pioneering horological and men's lifestyle publications, but the intrepid scribe seeks to learn something new with each story he writes.  

www.crownwatchblog.com