Skip to main content

AIN’T NO MOUNTAIN HIGH ENOUGH: Mengamati wujud jam tangan Montblanc sebagai instrumen pendamping eksplorasi

Tak sulit untuk menebak inspirasi utama di balik karya teranyar Montblanc di tahun ini. Sebelum mengikuti sesi presentasi produk Montblanc kala menghadiri Watches & Wonders di Jenewa pada bulan Maret lalu, kami langsung memperoleh gambaran jelas setibanya di booth sang brand. Berbagai elemen dekorasi mengekspresikan bahwa Montblanc kembali bertumpu pada pegunungan putih yang merupakan arti harfiah dari jenama berbahasa Prancis tersebut.

Lanskap Pegunungan Alpen tak hanya hadir pada tiang- tiang display nan megah, tetapi juga sebagai hasil goresan pendulum berbentuk pena raksasa yang bergerak dalam tempo lambat di pusat ruangan. Lebih dari sekadar keindahan puncak gunung, Montblanc turut menyoroti gletser yang terdapat di pegunungan Swiss tersebut. Berikut adalah dua iterasi anyar pilihan kami yang paling merepresentasikan warisan watchmaking Montblanc dengan sempurna.

COLD AS ICE

Melanjutkan kesuksesan perilisan perdananya di tahun 2022, koleksi 1858 Iced Sea Automatic Date kembali hadir di antara ragam penawaran teranyar Montblanc di tahun ini, kini dalam palet warna baru. Mendulang perhatian sebagai jam tangan selam pertama karya sang brand, koleksi tersebut tampil berbeda dengan dial bermotif istimewa yang proses pembuatannya membangkitkan kembali sebuah teknis lawas dari dunia horologi.

Melalui teknik gratté-boisé yang populer pada abad ke-19, para watchmaker Montblanc menyikat permukaan dial dengan cairan khusus kemudian secara bertahap melapisinya dengan pernis hingga menyerupai lapisan es.

Sesuai nama sang teknik berbahasa Prancis yang berarti “digores dengan kayu”, permukaan pernis tadi digores-gores dengan alat bermaterialkan kayu untuk mewujudkan efek retak dengan dimensi kedalaman seperti pada gletser asli. Sebagaimana kaidah jam tangan selam pada umumnya, indeks penanda dan jarum penunjuk, serta sebuah titik pada bezel—dapat diputar ke satu arah—di posisi angka 12 dilapisi oleh Super-Luminova® biru yang dapat berpendar dalam cahaya temaram. Iterasi ini pun telah melalui uji kelayakan dalam Montblanc Laboratory Test yang mengesahkan kualitasnya dengan sertifikat ISO 6425 berkat ketahanannya terhadap guncangan, temperatur, dan air hingga kedalaman 300 meter.

Selanjutnya, eksplorasi desain pada iterasi bermaterialkan stainless steel dalam diameter 41 mm ini turut diterapkan di bagian caseback. Alih-alih menyingkap konstruksi Calibre MB 24.17 otomatis yang menenagainya, bagian caseback jam ini menunjukkan ukiran gunung es dengan efek tiga dimensi dan penyelam yang digarap menggunakan laser. Montblanc 1858 Iced Sea dilengkapi oleh dua opsi temali, yaitu bracelet bermaterialkan stainless steel yang dapat diganti dengan temali karet berwarna hitam.

GLACIAL EXPLORATION

Bagi Montblanc, gunung berperan sebagai simbol yang mendemonstrasikan petualangan, tantangan, kekuatan, dan spiritualitas. Konsep ini dimanifestasikan lewat sebuah edisi terbatas bernama Montblanc 1858 Geosphere Chronograph 0 Oxygen The 8000 Limited Edition 290. Sesuai namanya, jam ini dipersenjatai oleh sejumlah fitur berfaedah bagi para petualang saat beraktivitas di tengah lingkungan ekstrem. Kadar nol oksigen dalam case tak hanya mengeliminasi kabut yang kerap timbul akibat perubahan temperatur drastis pada ketinggian tertentu, namun juga berguna dalam mencegah terjadinya oksidasi.

Untuk menunjang pendakian, seluruh komponen jam dikreasikan sedemikian rupa sehingga mampu bertahan lebih lama—tanpa mengurangi akurasi kinerjanya—dalam kondisi nol oksigen. Masih mengusung tema gletser, latar abu-abu gelap pada dial mengusung motif retakan es yang diwujudkan melalui teknik gratté-boisé. Kian spesial, bagian dial juga dilengkapi oleh miniatur tiga dimensi Belahan Bumi utara di angka 12 dan Belahan Bumi selatan di posisi angka 6 yang dibuat dengan teknik Sfumato.

Selain mengusung estetika gletser yang selaras dengan koleksi 1858 Iced Sea Automatic Date, sesungguhnya 1858 Geosphere Chronograph 0 Oxygen The 8000 Limited Edition 290 merupakan persembahan spesial bagi eksplorasi gunung. Seperti halnya kehadiran warna oranye—warna utama pada busana dan peralatan para pendaki Alpen agar mudah diidentifikasi di tengah salju—yang terdapat pada penghujung jarum-jarum komplikasi chronograph, lingkar luar dial sebagai penanda meridian Greenwich yang mendukung fungsi worldtime, serta 14 titik di Belahan Bumi utara yang menunjukkan lokasi gunung-gunung berketinggian 8.000 meter ke atas.

14 gunung yang dimaksud adalah puncak gunung yang berhasil ditaklukkan tanpa oksigen tambahan oleh dua Mark Maker—sebutan ambasador versi Montblanc, yaitu Reinhold Messner sebagai yang pertama di antara tahun 1970-1986 dan Nimsdai Purja sebagai yang tercepat dalam kurun waktu enam bulan plus enam hari pada tahun 2019. Pencapaian ini dirayakan lewat sebuah ukiran yang mengilustrasikan 14 gunung tersebut beserta bendera doa khas Himalaya dan kutipan inspiratif dari sang pendaki legendaris pada bagian caseback. Hanya tersedia sebanyak 290 unit saja, jam tangan dengan titanium case berdiameter 44 mm tersebut merangkum keistimewaan watchmaking Montblanc yang begitu lekat dengan petualangan sesungguhnya.

 


Ditulis oleh