Skip to main content

ARTFUL PRECISION: Menyaksikan prestasi penuh presisi yang diraih oleh Tissot bersama ajang F. I. M. Moto GPTM Mandalika 2023

Menorehkan prestasi sarat presisi bersama Tissot dalam ajang Pertamina F.I.M. Moto GP™Mandalika 2023.

Ditulis oleh Arinta Wirasto

Dalam dunia balap motor, performa, kecepatan, dan talenta bersatu untuk menghasilkan prestasi terbaik di lintasan balap. Sebagaimana Tissot yang mengemban peran sebagai Official Timekeeper dari F.I.M. Moto Grand Prix™. Oktober lalu, CROWN memenuhi undangan Dorna Sports—penyelenggara F.I.M. Moto GP™—dan Tissot untuk menyaksikan langsung kinerja para pembalap di edisi ke-15 dari kompetisi yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit tersebut. Bisa dibilang, kami adalah spektator awam yang tidak familier dengan pertandingan balap motor. Namun antusiasme kami melonjak seiring dimulainya pertandingan yang begitu memacu adrenalin, memercik rasa ingin tahu kami tentang olahraga balap motor lebih lanjut. Masih banyak yang harus dipelajari, namun kami sudah cukup dibuat takjub oleh performa Marc Márquez, Fabio Quartararo, dan lain lain. 

Pengalaman kami semakin sempurna berkat akses eksklusif untuk menonton pertandingan dari teras yang menghadap ke lintasan balap di area F.I.M. MotoGP VIP Village™. Selain privilese tersebut, kami turut disuguhkan makanan dan minuman ala sajian All You Can Eat hotel yang dapat dinikmati sesuka hati. Kami juga berkesempatan menyambangi area-area yang vital dalam pertandingan balap motor. Mulai dari tempat pemeliharaan motor (paddock), garis start pertandingan (grid), hingga ruang kontrol, di mana kami diberi edukasi singkat mengenai perekaman waktu dan posisi balap secara real time. 

Terdapat sejumlah kualifikasi dan sesi latihan yang kami saksikan, termasuk pertandingan sprint yang disponsori oleh Tissot. Ialah format baru balapan ringkas—yang bertujuan untuk mendulang poin total klasemen—dengan 13 lap, alih-alih 27 layaknya balapan utama. Posisi pertama diraih oleh pembalap asal Spanyol, Jorge Martin, yang dianugerahi sebuah medali prestisius oleh Handro Kusuma selaku Representatif Tissot Indonesia. Kemudian datanglah momen yang begitu ditunggu-tunggu, puncak pertandingan final F.I.M. Moto GP™. Riuh rendah penonton meramaikan Pertamina Mandalika International Circuit seiring Francesco ‘Pecco’ Bagnaia (Ducati Lenovo) meraih finis yang mendaulatnya sebagai peraih poin tertinggi (346 poin) di puncak klasemen F.IM. Moto GP™ musim ini. 

Retrospective Wins

Relasi antara Tissot dan F.I.M. Moto GP™ telah terjalin dari tahun 2001. Namun di baliknya, terdapat historis ekstensif yang mengantarkan Tissot ke dunia balap motor. Kisah ini bermula pada tahun 1938, saat terjadi sebuah pergolakan mengenai penyelenggaraan kompetisi balap motor yang tertunda menjelang Perang Dunia II. Pada tahun 1949, terlahirlah Grand Prix balap motor yang diselenggarakan oleh F.I.M. (Fédération Internationale de Motocyclisme). Di era ‘50-an, olahraga balap motor mendulang popularitas luar biasa, sehingga kompetisi-kompetisi lainnya mulai bermunculan. 

Sesungguhnya rekam jejak Tissot sebagai Official Timekeeper di berbagai ajang olahraga juga bermula pada tahun 1938. Saat itu, Vital Thiébaud menggunakan chronograph Tissot untuk merekam waktu pada sebuah perlombaan ski di Villars-sur-Ollon, Swiss. Setelahnya nama Tissot santer terdengar sebagai produsen instrumen waktu nan reliabel yang mengedepankan presisi, bahkan kerap direkomendasikan oleh sejumlah atlet tersohor dalam dunia balap motor. Pada tahun 1953, brand basis Le Locle tersebut melibatkan diri dalam kompetisi Motorcycling Grand Prix Bern. Selang satu dekade, sang brand terlibat sebagai Official Timekeeper F.IM.Moto GP™bersama Certina, rumah horologi asal Swiss yang—seperti Tissot—bernaung dalam Swatch Group. Kemudian tahun 2001 menandai didaulatnya Tissot sebagai Official Timekeeper tunggal dari ajang balap motor paling bergengsi tersebut. Masih bekerja sama dengan F.IM. selaku olahraga balap motor internasional, tahun 2011 Tissot kembali dipercayakan sebagai Official Timekeeper bagi ajang World Superbike Championship. 

Tentu saja tanpa melupakan kaidahnya sebagai rumah horologi, Tissot melansir edisi khusus yang didekasikan bagi Moto GP™ di tahun 2003. Produksi jam lalu dilanjutkan dalam skala komersil—meski dalam kuantitas terbatas—di tahun selanjutnya dengan nama Tissot T-Race Moto GP™.

Uncanny Resemblance

Hingga saat ini, Tissot T-Race masih diproduksi dengan langgam desain yang merujuk pada ragam komponen motor balap F.IM.Moto GP™ untuk memperkuat karakter distingtifnya. Mulai dari lingkar penghitung bersiluet sproket (roda bergerigi) pada dial, bezel yang terinspirasi dari cakram rem, pelindung crown berwujud kaliper rem, sekrup-sekrup serupa baut motor, temali karet sintetis seperti ban motor, hingga caseback bertemakan velg dengan sejumlah elemen Moto GP™(logo, imaji lintasan balap, dan ukiran dari trofi atau ambasador tertentu). Tak berhenti sampai di situ, kemasan jam juga mengusung desain bertemakan dunia balap motor. Hadir dalam bentuk helm pelindung, boks tersebut turut dilengkapi informasi dan ornamen-ornamen dari Moto GP™ dan riwayat historisnya. 

Tahun ini, Tissot T-Race Moto GP™ kembali hadir dengan DNA balap motor seperti pendahulunya. Jam ini hadir dengan case hitam kedap air bermaterialkan stainless steel 316L berlapis PVD dalam diameter 45 mm. Bagian dial dikreasikan dengan warna hitam senada dengan aksen merah pada tiga lingkar penghitung chronograph—terinspirasi dari speedometer—serta indeks, numeral Arab dan jarum penunjuk berlapis Super-LumiNova®. Edisi khusus yang hanya diproduksi sebanyak 8.000 unit ini ditenagai oleh mesin chronohgraph quartz Cal. 13 1/4''' yang dilengkapi dengan indikator EOL (end-of-life). Penampilan jam ini disingkap oleh Tissot pada awal tahun 2023, bersamaan dengan diumumkannya Enea Bastianini sebagai ambasador terbaru dari sang brand. Bergabungnya pembalap muda asal Italia tersebut kian mengukuhkan dukungan Tissot terhadap atlet muda bertalenta dalam dunia balap motor dari masa ke masa. 

Klik di sini untuk #BacaDiManaAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia

 

 


Ditulis oleh

End of content

No more pages to load