Skip to main content

BETTER BOLDER: Rilisan terbaru nan inovatif Hublot di kuartal pertama tahun 2023

Setia berkiblat kepada konsep ‘Art of Fusion’, Hublot menghadirkan karya teranyar yang kian lantang dan tak akan luput dari pandangan.

Erika Tania

Siapapun akan dibuat menoleh saat Big Bang Tourbillon Automatic Yellow Neon SAXEM hadir di sekitarnya. Tidak banyak barang berwarna kuning secerah lemon seperti ini dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kehadirannya di penghujung mata pun sudah pasti akan membuat kita menengok penasaran. Bagi penggemar horologi klasik, ungkapan “terlihat seperti plastik” atau “apakah itu jam mainan?” adalah respon normal. Nyatanya, masih banyak yang belum mengetahui betapa kompleks proses di balik pembuatan jam tangan bermaterialkan safir inovatif ini dan kapasitas Hublot sebagai manufaktur. 

Bila Anda aktif mengonsumsi konten horologi di forum-forum online dan media sosial, menemukan komentar pedas mengenai Hublot bukanlah sebuah kejutan. Tak sedikit yang mempertanyakan orisinalitas brand basis Nyon ini karena dinilai mengadaptasi desain jam tangan lain. Tentunya kami menghargai kebebasan berpendapat dan memahami bahwa setiap individu memiliki preferensi yang berbeda. Namun, sesuai dengan pepatah yang berbunyi “tak kenal, maka tak sayang”, terdapat beberapa fakta yang perlu Anda ketahui seputar Hublot untuk memperluas perspektif Anda.

FUSION FIRST

Bicara orisinalitas, tahukah Anda bahwa Hublot baru berusia 43 tahun? Artinya Hublot 100 tahun lebih muda dibandingkan berbagai brand horologi dalam kelas harga yang sama. Para brand tersebut tentunya telah memiliki portofolio ekstensif yang tercatat dalam sejarah perkembangan industri horologi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, kami rasa tidak valid bila bentuk case dan beberapa elemen serupa dengan desain jam tangan para pendahulunya menjadi dasar atas ketidakorisinalan Hublot. 

Faktanya, di tengah berbagai tudingan dalam hal orisinalitas, Hublot adalah brand jam tangan pertama yang mengombinasikan case bermaterialkan emas dengan temali karet melalui karya debutnya di tahun 1980. Perpaduan kontras nan tak lazim pada masanya itu menjadikan Hublot sebagai jam tangan trendi di kalangan kerajaan Eropa. Mulai dari Raja Konstantinos dari Yunani, Raja Juan Carlos dari Spanyol, Raja Gustav dari Swedia, hingga Pangeran Rainier dari Monako tampak mengenakannya.

Sukses memasukkan Hublot ke dalam ‘peta’ horologi mewah, jam tangan emas bertemali karet lain kemudian banyak bermunculan, bahkan kini telah menjadi penawaran yang lumrah. Ironisnya, di saat Hublot berperan sebagai pencetus tren, brand lain yang mengikuti jejaknya tak serta-merta dilabeli tidak orisinal. Meski begitu, Hublot tetap fokus berkarya hingga menjadi sensasi internasional. Di Baselworld 2015, sang brand memperkenalkan Big Bang yang tak hanya memikat perhatian para penggemar horologi, tetapi juga para juri Grand Prix d’Horlogerie de Genève yang menanugerahinya dengan Design Watch Prize di tahun perilisannya.

Dengan fokus terhadap ‘Art of Fusion’, Hublot secara konsisten menyuguhkan karya-karya eklektik lewat kombinasi material tak biasa. Melalui konsep ini, Hublot memikat kelompok

penggemar baru yang berjiwa muda dan bergaya ekspresif. Maka tak heran bila Hublot menjadi pilihan Jay Z, Beyonce, Alicia Keys, Usain Bolt, Heidi Klum, Diego Maradonna, Kobe Bryant, Chiara Ferragni, Christian Ronaldo, hingga Kylie Jenner.

STATE-OF-THE-ART

Tak sekadar menggabungkan material-material kontras semata, Hublot secara konsisten mengelevasi konsep ‘Art of Fusion’ dengan memperkenalkan ragam material eksklusif dan in- house movement mutakhir buatan manufakturnya. Berlokasi di Nyon, Swiss, manufaktur Hublot

memiliki laboratorium ‘Metallurgy and Materials’, departemen ‘Research and Development’, serta foundry (pengecoran logam) khusus yang saling berkolaborasi erat. Setiap prosesnya pun didukung oleh teknologi terkini yang dikembangkan sendiri oleh Hublot.

Hasilnya: (1) Ragam movement mutakhir yang 100% dibuat secara in-house; (2) Magic Gold, emas 18 karat anti gores dengan nilai kekerasan 1.000 vickers—emas 18 karat biasa bernilai 400 vickers dan stainless steel bernilai 600 vickers; (3) King Gold, emas merah muda dengan tona lebih hangat dibandingkan emas 5N 18K pada umumnya; (4) Ceramic berteknologi tinggi dengan intensitas warna super cemerlang; (5) Carbon yang sangat ringan dan tangguh; (6) Rubber ikonis yang kedap air dan ultra awet; hingga (7) Sapphire transparan yang tangguh dan antigores dalam berbagai warna di antara inovasi-inovasi lainnya.

Salah satu komitmen terbaru Hublot dalam pengembangan material diwujudkan melalui perilisan Big Bang Tourbillon Automatic Yellow Neon SAXEM di tahun 2023 ini. Sesuai namanya, jam ini terbuat dari material unik bernama SAXEM (Sapphire Aluminium oXide and rare Earth Mineral). Material yang biasa digunakan dalam teknologi satelit ini terdiri dari komponen dasar safir (aluminium oksida) yang dipadukan dengan elemen bumi nan langka (thulium, holmium, dan chromium). Bila sebelumnya SAXEM hadir dalam warna hijau zamrud pada Big Bang MP-11 rilisan tahun 2019, kini Hublot menyuguhkannya dalam tona kuning ultra cerah serupa neon.

Menambahkan warna baru mungkin terdengar seperti gagasan sederhana. Namun standar tinggi yang diterapkan oleh manufaktur Hublot untuk jam tangan kristal safirnya—harus sepenuhnya transparan dan memiliki resistensi tingkat tinggi, menjadikan proses pembuatan model ini sangat kompleks. Setelah penelitian dan pengembangan selama tiga tahun, sang manufaktur berhasil mencapai dua standar tersebut, serta stabilitas bentuk di mana intensitas warna akan terlihat seragam dari sudut manapun.

Kerumitan jam tangan yang hanya tersedia sebanyak 50 unit ini tidak berhenti pada bagian case saja, tetapi berlanjut ke mesin yang menenagainya. Untuk memastikan Anda dapat menikmati keindahan movement dari berbagai sisi dengan leluasa, HUB6035—self-winding tourbillon calibre buatan manufaktur Hublot—mengusung konstruksi skeleton dengan rotor mikro dan bridge bermaterialkan safir. Didukung oleh power reserve hingga 72 jam dan sistem One Click pada temali karet senadanya, jam tangan berdiameter 44 mm ini adalah pendamping sempurna saat berkelana.Sebagai opsi lebih subtil, performa dan estetika serupa dari self-winding tourbillon, HUB6035, juga dapat Anda temukan di dua model anyar lainnya yang tidak kalah mencuri perhatian. Pertama ialah Big Bang Integrated Tourbillon Full Blue Sapphire

yang membanggakan keistimewaan kristal safir warna biru secara menyeluruh pada bagian case berdiameter 43 mm dan bracelet yang terintegrasi. Tak hanya menjadi pembuka obrolan jitu saat menghadiri acara formal dengan setelan biru dongker, jam yang hanya tersedia sebanyak 10 unit ini juga tampak modis bersanding dengan denim favorit Anda.

Kedua, Big Bang Tourbillon Full Carbon dapat dipertimbangkan oleh penyuka warna yang lebih netral. Dalam proses pembuatan jam ini, Hublot menggabungkan serat karbon dan Texalium—serat kaca dengan lapisan aluminium tipis—yang menghasilkan ketahanan sangat baik dan bobot super ringan hanya 68 gram saja, serta keindahan motif anyam nan distingtif. Visual memanjakan mata dari movement juga dapat Anda nikmati dari bagian depan dan belakang case. Untuk memaksimalkan kenyamanan sang pemakai, jam tangan berdiameter 43 mm hadir dengan bracelet terintegrasi.

Kemutakhiran lain dari rilisan Hublot tahun ini yang tak boleh Anda lewatkan adalah MP-13 Tourbillon Bi-Axis Retrograde. Kompleksitas tourbillon yang dalam proses pembuatannya melibatkan kepiawaian teknis tingkat tinggi—Hublot merupakan salah satu dari sedikit manufaktur yang memproduksi tourbillon aksis ganda sepenuhnya secara in-house—disoroti secara maksimal oleh karya unik ini. 

Pemandangan tanpa halangan terhadap gerakan tiga dimensi yang begitu puitis dari sang tourbillon dapat dinikmati melalui celah di bagian bawah bezel. Indeks dan jarum penunjuk jam dan menit pun hadir mengusung fungsi retrograde ganda di mana kedua jarum bergerak dari kiri ke kanan seperti pada dashboard mobil, sehingga keindahan tourbillon bebas dari distraksi. 

Segala keunggulan tersebut dapat diraih oleh MP-13 Tourbillon Bi-Axis Retrograde berkat kinerja mumpuni dari Calibre HUB6200. Dengan power reserve hingga 96 jam atau setara empat hari—dilengkapi indikator cadangan daya di dekat posisi jam 3-7, jam tangan titanium berdiameter 44 mm ini melengkapi mahakarya Hublot dalam koleksi MP—singkatan dari masterpiece.

Tentunya terdapat lebih banyak detail, tantangan, dan kemutakhiran dalam proses pengembangan dan produksi setiap jam tangan Hublot daripada apa yang kami jabarkan di atas—dan mungkin bila dijelaskan sepenuhnya, hanya insinyur saja yang dapat memahaminya. Fakta bahwa Hublot mengekspresikan craftsmanship secara lantang di setiap elemen jam tangan adalah sebuah apresiasi yang mengagumkan bagi para artisannya. 

Meski begitu, tidak apa-apa juga bila masih ada yang lebih memilih jam tangan klasik tiga jarum dengan dial polos, temali kulit, dan movement mekanis sarat dekorasinya. Desain berani nan disruptif khas Hublot memang tidak untuk semua orang dan sebagian orang yang menginginkannya pun perlu berburu sebelum kehabisan edisi terbatasnya.

Klik di sini untuk #BacaDiManaAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia


Ditulis oleh

End of content

No more pages to load