Skip to main content

BEYOND THE BLOOM: Menelisik kreativitas yang bermekaran pada kolaborasi ketiga Hublot dan Takashi Murakami

Kreativitas bermekaran pada kolaborasi ketiga Hublot dan Takashi Murakami yang membanggakan kanvas baru nan inovatif.

Ditulis oleh Erika Tania

Sebagai manufaktur muda yang baru berusia 43 tahun, integritas Hublot patut diapresiasi. Alih-alih meramaikan penawaran jam tangan serupa para pendahulunya, Hublot yang berpegang teguh pada filosofi ‘Be First, Unique and Different’ senantiasa menyuguhkan kreasi horologi yang mendorong batasan. Mulai dari kreativitas desain, eksplorasi material, inovasi teknologi, hingga kemitraan dengan sejumlah individu maupun asosiasi yang kian mengukuhkan keistimewaannya.

Salah satu kemitraan yang telah menjadi wadah bagi brand basis Swiss tersebut dalam mengekspresikan kreativitasnya adalah Hublot Loves Art. Program yang menaungi ragam kolaborasi impresif Hublot dengan sejumlah seniman kenamaan ini telah dimulai sejak tahun 2011. Lebih dari sekadar mencetak motif atau mengaplikasikan spektrum warna tertentu untuk merepresentasikan karya ikonis dari para seniman yang bekerja sama dengannya, Hublot sungguh-sungguh menghidupkan ragam seni lintas disiplin.

“Jam tangan mekanis adalah sebuah karya seni. Di zaman modern ini, jam tangan tidak lagi menjadi sebuah objek utilitarian untuk membaca waktu karena Anda dapat dengan mudah melihatnya di berbagai gawai. Maka dari itu, Hublot sebagai brand horologi non-tradisional berusia muda selalu membedakan diri dengan penawaran produk-produk eksklusif yang tidak dapat Anda temukan di brand lain, seperti hasil kolaborasi kami dengan para seniman,” jelas Ricardo Guadalupe, CEO Hublot.

Termasuk dalam portofolio kolaboratif Hublot Loves Art ialah seniman kontemporer asal Jepang, Takashi Murakami, yang dikenal luas berkat superflat—gerakan seni pascamodern melalui estetika seni pop Jepang yang bersifat datar atau memadat pada tahun 2000-an. Melalui kolaborasinya dengan Hublot, Murakami menghadirkan kejutan yang bertolak belakang dengan ciri khasnya selama ini, di mana imaji bunga tersenyum bergaya superflat ditransformasi menjadi karya tiga dimensi.

ARTFUL TWISTS

Saya masih ingat betul gejolak antusiasme yang saya rasakan saat mengikuti sesi pratinjau kolaborasi perdana Hublot dan Murakami pada bulan Juni 2021 lalu di butik The Time Place Pacific Place, Jakarta. Selaras dengan spirit ‘kebebasan’ yang saya peroleh untuk kembali menginspeksi jam tangan secara langsung—setelah lebih dari setahun hanya memandangi layar komputer di rumah akibat pandemi Covid-19, Classic Fusion Takashi Murakami All Black merupakan karya seni sarat kejutan yang membebaskan dirinya dari berbagai ekspektasi tipikal. 

Imaji bunga tersenyum gubahan Murakami yang identik dengan palet multiwarna justru hadir dalam warna hitam, diwujudkan lewat 563 berlian hitam yang menyelimuti konstruksi tiga dimensi kelopak dan wajah sang bunga. Kian istimewa, sistem ball-bearing cerdas yang diusung oleh jam tangan edisi terbatas ini membuat 12 petal bunga dapat berotasi secara dinamis seiring pergerakan sang pengguna. Sungguh sebuah karya yang mengekspresikan kebebasan. 

Para kolektor yang mendambakan imaji bunga tersenyum Murakami berpalet vibran terpuaskan oleh kolaborasi kedua, Classic Fusion Takashi Murakami Sapphire Rainbow, pada akhir tahun 2021. Tidak kurang dari 487 berlian multiwarna menghiasi dial dengan gradasi serupa pelangi, berlatarkan case kristal safir nan transparan. Pada tahun 2022, Hublot dan Murakami memperkenalkan 324 karya seni NFT yang sekaligus menjadi akses eksklusif bagi para pemiliknya untuk dapat membeli satu di antara 13 jam tangan Classic Fusion Takashi Murakami Black Ceramic rilisan awal tahun 2023.

SHEER MASTERPIECE

Setelah mengeksplorasi Classic Fusion, Hublot dan Murakami beralih ke sebuah kanvas baru untuk kolaborasi ketiganya. Bukan berasal dari portofolio koleksi jam tangan Hublot yang telah ada sebelumnya, melainkan sebuah case kristal safir berbentuk bunga khas Murakami yang dibuat dari nol. Berada di bawah naungan koleksi MP—singkatan dari masterpiece yang diperuntukkan bagi jam tangan konsep dengan kompleksitas revolusioner dan desain spektakuler karya Hublot, MP-15 Takashi Murakami Tourbillon Sapphire mendemonstrasikan kemahiran kian matang sang manufaktur dalam pengolahan kristal safir.

Meski tak sepenuhnya mengejutkan karena MP-15 Takashi Murakami Tourbillon Only Watch dengan desain serupa telah disingkap kepada publik sejak Juli 2023, saya bersama rekan media dan sejumlah selebriti mancanegara—Tatjana Saphira dan Kelly Tandiono (Indonesia), Sorn, Jamy James, dan Twopee (Thailand), serta Phei Yong dan Meerqeen (Malaysia)—yang berkumpul di Singapura untuk acara peluncurannya, tetap terpukau saat mengamati karya terbaru Hublot dan Murakami ini dari dekat. Bila versi Only Watch 2023 bertaburkan berlian multiwarna, MP-15 Takashi Murakami Tourbillon Sapphire berfokus pada transparansi yang memberikan pandangan tak terbatas terhadap terobosan anyar sang manufaktur dalam hal movement, yaitu central tourbillon.

Melalui HUB9015, Hublot menantang prinsip watchmaking tradisional dengan memposisikan kedua jarum jam dan menit melewati bagian dalam sangkar tourbillon yang berdekatan dengan escapement. Untuk menyediakan sokongan terhadap ketiga elemen tersebut, sang brand mengimplementasikan konstruksi co-axial. Selain itu, Hublot juga menanggalkan upper bridge untuk lanskap lebih leluasa terhadap komponen-komponen dari manual winding tourbillon bercadangan daya hingga 150 jam ini.

“MP-15 Takashi Murakami Tourbillon Sapphire merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Hasil akhir dari jam tangan ini membuat saya serasa melayang, sebuah perasaan yang begitu ajaib,” ungkap Murakami sembari tersenyum bangga. Bagaimana tidak? Kristal safir—salah satu material paling keras dengan kemampuan anti gores terbaik di dunia—berhasil diolah menjadi sebuah mahakarya seni kontemporer nan progresif, yang tak hanya mengundang decak kagum tetapi juga ekspektasi dan harapan kian tinggi terhadap kejutan selanjutnya dari sang manufaktur, Hublot.

 

Klik di sini untuk #BacaDiManaAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia

 


Ditulis oleh

End of content

No more pages to load