Skip to main content

BINCANG SINGKAT DENGAN CEO PIAGET: BENJAMIN COMAR

Berbekal 20 tahun pengalaman di industri produk mewah, Benjamin Comar memiliki pandangan menarik seputar modernisasi dan inklusivitas yang menandai babak baru bagi Piaget.

Ditulis oleh Arinta Wirasto

Reputasi prestisius yang kini diemban oleh Piaget tentunya bukanlah hasil kerja satu malam. Sejak awal konsepsinya pada tahun 1874, Piaget terus bertumbuh dengan sayap yang kian lebar. Mulai dari pendirian lokakarya di desa kecil Swiss, La Côte-aux-Fées, yang menyuplai mesin jam ke berbagai brand, ekspansi ke ranah jam tangan dan jam saku mewah yang kemudian diikuti oleh penawaran perhiasan pada tahun 1959, akuisisi oleh grup Richemont pada tahun 1988, pembukaan manufaktur baru di Plan-les-Ouates pada tahun 2001 khusus untuk kerajinan logam mulia dan perhiasan, hingga menjadi Piaget yang Anda kenal saat ini.

Dengan portofolio kian beragam yang meliputi ragam karya jam tangan mutakhir dan perhiasan sarat detail, pertumbuhan Piaget turut didukung oleh strategi bisnis yang mumpuni untuk mempertahankan eksistensi dan revelansinya di industri yang kian sesak pemain ini. Bila Piaget sukses mencapai popularitas global di bawah kepemimpinan Philippe Léopold-Metzger (1999-2016) dan Chabi Nouri (2017-2021) berhasil menyoroti kepiawaian istimewa para artisan Piaget dengan pengembangan lini perhiasan dan penetrasi digital yang kian matang, kini giliran Benjamin Comar untuk menduduki posisi CEO dan meneruskan legasi para pendahulunya.

Pengalaman mumpuni dari posisi sebelumnya sebagai Head of Marketing Cartier selama 12 tahun, Jewellery Director Chanel, dan CEO Gaia Repossi memperkaya wawasan Benjamin dalam ranah industri produk mewah. Keterlibatannya dalam pemasaran di kota-kota eksotis, seperti Paris, London, Tokyo, dan Meksiko membekali Benjamin dengan pandangan global yang sarat inklusivitas. Kepada CROWN Indonesia, CEO baru yang menjabat sejak 1 Juni 2021 lalu ini berbagi persepsi menarik seputar perkembangan industri produk mewah, perubahan dalam perilaku pelanggan, hingga rilisan terbaru Piaget yang memukau.

Dengan pengalaman selama 20 tahun di industri produk mewah, bagaimana Anda melihat evolusi dari jam tangan dan perhiasan mewah selama ini?

Industri ini mengalami banyak perubahan. Yang paling signifikan bagi saya adalah perkembangan teknik produksi yang membuat kreasi jam tangan dan perhiasan hadir semakin rupawan, ringan, ergonomis, dan sesuai dengan pria dan wanita masa kini. Kemajuan teknis juga memungkinkan peningkatan kreativitas, sesuatu yang sangat penting di dunia perhiasan. Selain itu, perilaku pembeli juga telah berubah. Dahulu, perhiasan hanya dibeli untuk suatu perayaan spesial atau sebagai hadiah dari pria untuk wanita. Sekarang pelanggan dapat membeli perhiasan kapanpun, bahkan kaum wanita kerap membeli untuk dirinya sendiri.

Menurut Anda, apakah alasan di balik meningkatnya pembelian perhiasan untuk diri sendiri?

Terdapat dua alasan utama. Pertama, adanya perubahan persepsi terhadap pria dan wanita di zaman sekarang. Ini merupakan evolusi besar yang amat penting. Yang kedua, kenaikan harga perhiasan tidak setinggi pakaian atau aksesori kulit di dalam industri produk mewah. Dalam portofolio wanita kami, contohnya, Anda dapat membeli cincin atau gelang dengan harga yang kurang lebih sama dengan sebuah tas. Saat membeli perhiasan, Anda mendapatkan nilai emosional, kegembiraan, dan logam berharga dalam waktu bersamaan. Saya rasa itulah yang menjadi daya tarik perhiasan saat ini.

Seperti yang kita ketahui, industri jam tangan dan perhiasan sangat menjunjung tinggi nilai warisan. Lantas, bagaimana menyeimbangkan histori dan modernisasi dalam pandangan Anda?

Benar, menghormati DNA sebuah brand sangatlah penting karena itulah identitas yang menjadikannya brand sukses di masa lampau. Namun tak berarti hal ini menghambat Anda dalam membuat karya baru yang tetap selaras dengan DNA tersebut. Dalam ranah perhiasan mewah, kami tidak menciptakan kembali model lawas, melainkan membuat jajaran model baru. Untuk mempertahankan relevansi koleksi ikonis, umumnya kami mendesain ulang model lama dengan melakukan modifikasi ukuran, tampilan, dan pemilihan permata untuk penampilan lebih kontemporer.

Sebelum bergabung dengan Piaget, brand ini adalah kompetitor Anda. Bagaimana impresi awal Anda terhadap Piaget dan adakah perubahan dalam pandangan Anda setelah mempelajarinya lebih dalam semenjak ditunjuk sebagai CEO?

Dahulu, saya melihat Piaget sebagai brand yang dinamis dan enerjik dengan kreativitas tinggi dalam mengkreasikan karya-karya penuh keceriaan. Setelah bergabung, saya menemukan semangat positif dan antusiasme tinggi yang sebelumnya tidak saya sadari. Dari segi kreativitas, kini desainnya lebih berani dan eksesif, sembari tetap mempertahankan elegansinya.

Bagaimana Anda menerjemahkan pengalaman terdahulu menjadi visi baru untuk Piaget?

Pengalaman terdahulu memberi pemahaman mendalam mengenai kebutuhan pelanggan dan preferensi mereka. Namun dalam industri produk mewah, Anda harus benar-benar menonjol dari yang lain jika ingin meraih kesuksesan. Hal ini dapat dicapai dengan menentukan kunci pembeda dan aspek relevan yang sesuai dengan fokus sang brand.

Adakah tantangan signifikan dalam memimpin Piaget?

Tantangannya adalah meningkatkan presensi, mempertahankan keselarasan dengan DNA, dan menghadapi kompetitor yang semakin besar di industri perhiasan. Sebagai segmen yang sangat dinamis, terdapat banyak pesaing yang bermunculan. Mulai dari berbagai brand besar yang selama ini sudah eksis, fashion brand, hingga kehadiran berbagai brand baru. Tetapi saya yakin kami memiliki posisi yang cukup kuat di industri perhiasan untuk menghadapinya.

Apakah Anda telah mengidentifikasi pasar yang menjanjikan untuk perkembangan Piaget selanjutnya?

Asia Tenggara adalah salah satu area di mana kami dapat berkembang pesat. Dengan pengetahuan yang tinggi mengenai sektor produk mewah, saya rasa pelanggan dapat mengerti apa yang ingin kami sampaikan dengan baik. Kami sangat senang dapat mengekspansi bisnis kami di Asia Tenggara. Berbicara mengenai produk mewah, perhiasan sedang memiliki momentumnya sendiri di sana. Bahkan, pertumbuhannya melebihi jam tangan.

Anda pernah mengutarakan pendapat bahwa sekulerisasi antara usia, gender, seksualitas, atau kewarganegaraan adalah gagasan yang sudah usang di masa kini. Tidak banyak sosok dari brand perhiasan atau arloji yang menyentuh isu inklusivitas tersebut.

Ya, menurut saya ideologi itu sudah usang. Industri produk mewah kerap menyasar suatu golongan tertentu, namun hal ini terbukti tidak pernah sukses karena industri ini adalah mengenai keinginan. Keinginan tidak terbatas oleh umur, gender, maupun kewarganegaraan. Seiring maraknya globalisasi, perbedaan geografis pun semakin berkurang. Kami terus menawarkan kreativitas dan keahlian yang selaras dengan DNA kami, bukan apa yang disukai oleh suatu kelompok saja. Kami menawarkan mimpi dan keinginan.

Sebagai penghasil perhiasan dan jam tangan yang sama kuatnya, manakah menurut Anda yang lebih mencerminkan Piaget?

Keduanya, jika saya boleh jujur. Piaget meluncurkan lini perhiasan untuk pertama kalinya di tahun 1959. Sebelumnya, mereka telah dikenal sebagai manufaktur movement sebelum memutuskan untuk melakukan ekspansi. Ini adalah basis dari produk mewah. Jam merepresentasikan nilai emosional, sementara kalung bukanlah benda yang fungsional, satu-satunya fungsi yang Anda dapatkan adalah antusiasme ketika membelinya. Tetapi pada waktu bersamaan Anda juga mendapatkan nilai emosional dan investasi finansial. Anda juga membeli otentisitas dan keterampilan. Intinya, Anda berinvestasi untuk diri sendiri.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai moto Georges Piaget “Selalu lakukan lebih baik dari yang diperlukan”? 

Saya menyukai moto ini. Moto ini berasal dari waktu kami masih menjadi manufaktur movement. 50 tahun lalu, kami hanyalah pemasok mesin jam pihak ketiga. Pelanggan bisa menggantikan Anda kapan saja jika tidak melakukan lebih baik dari yang diperlukan. Saya membaca kutipan ini untuk pertama kalinya ketika sedang mempelajari Piaget. Saat itu saya berpikir bahwa kalimat tersebut hanya sebuah trik pemasaran semata. Tak disangka, kutipan itu sejatinya adalah kultur dari perusahaan ini.

Berbicara tentang rilisan baru, bisa ceritakan lebih lanjut tentang Altiplano Ultimate Concept Tribute?

Pada ajang Watches & Wonders 2022, kami memperkenalkan versi terbaru dari Altiplano Ultimate Concept (AUC) sebagai tribut untuk La Côte-aux-Fées dengan langit malam penuh bintangnya—momen puitis mana kami pertama kali merilis jam ini pada tahun 2017. Ini juga merupakan penghormatan untuk para pengrajin jam tangan kami. AUC adalah jam tangan yang sangat elegan, pembuatannya sendiri memakan waktu enam tahun. Moto ‘melakukan lebih dari yang diperlukan’ benar-benar direpresentasikan oleh jam ini. Pada model tribut ini, kami menawarkan personalisasi untuk warna case, dial, dan komponen lainnya, serta menambahkan titik-titik Super-LumiNova untuk menghadirkan imaji malam bertabur bintang.

Jika harus memilih satu dari seluruh rilisan terbaru tahun 2022, manakah yang paling Anda banggakan?

Menurut saya Limelight Gala High Jewellery karena sangat mencerminkan elegansi yang ingin kami pancarkan dan merupakan penghormatan sejati atas keterampilan. Tahun depan menandai hari jadi ke-50 dari lini ini, jadi kami harus lebih berani menunjukkan keunikan asimetris jam ini dengan ukuran yang berbeda, namun tetap elegan dalam waktu yang sama. Kami juga memiliki berbagai model baru dalam lini Gala yang akan dilansir dalam waktu dekat. Lini ini merupakan kebanggaan saya.

Ke mana arah Piaget dalam beberapa tahun ke depan sebagai sebuah brand dan dalam konteks bisnis?

Tingkat pengetahuan dalam bisnis produk mewah sudah meningkat pesat dan saya melihat masa depan yang sangat cerah untuk Piaget, meski masih banyak yang harus dilakukan.

 

Klik di sini untuk #BacaDiRumahAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia

 


Ditulis oleh

End of content

No more pages to load