Skip to main content

CLASS IN SESSION: Seluk Beluk Di Balik Komplikasi Perpetual Calendar

Mengejar kesempurnaan instrumen waktu lintas abad.

Ditulis oleh Anung Kamaswara

Fitur kalender abadi memungkinkan sang pemakai untuk mengetahui waktu dan tanggal secara aktual tanpa perlu disesuaikan (sepanjang mesin jam beroperasi). Jam ini diprogram untuk menampilkan jumlah hari dalam bulan tertentu—misalnya 31 hari di bulan Januari dan 30 hari di bulan November—serta tahun kabisat. Dengan demikian, jam dengan kalender abadi akan menampilkan tanggal 29 Februari di tahun berkelipatan empat secara otomatis. Ketepatan kalender abadi pada jam akan berlangsung dalam waktu sangat lama, tergantung rentang antara tahun pemakaian pertama dengan tahun abad non kabisat terdekat di masa depan (tahun berkelipatan seratus yang tidak habis dibagi 400).

Jika Anda mulai memakainya sekarang, ketepatan fitur kalender abadi akan bertahan hingga tahun 2100 nanti. Pada awal abad 22, Anda—jika dianugerahi umur yang sangat panjang—atau sang pewaris arloji harus menyetel ulang komplikasi tersebut agar akurat hingga tahun 2200. Lain halnya jika jam perpetual calendar dipakai pada tahun 2300—meningkatkan ketepatannya hingga dua abad mendatang—karena tahun 2400 adalah tahun kabisat. Berkat tingkat kesulitan dan ketelitian yang diperlukan dalam proses pembuatannya, jam berfitur kalender abadi dijual dalam kisaran harga tinggi. Dalam portofolio suatu brand, koleksi perpetual calendar umumnya dihargai 4 hingga 10 kali lipat dari jam tangan otomatis tanpa komplikasi. Pemeliharaan berkala amat dibutuhkan untuk menjaga kinerja fitur kalender abadi. Karenanya, pemilik jam dianjurkan untuk menyimpannya dalam watch winder ketika tidak digunakan dalam waktu lama. Berikut sejumlah brand dengan rilisan kalender abadi dalam penawarannya, serta riwayat singkat di baliknya.

FIRST HAND

Patek Philippe Nautilus Perpetual Calendar Ref. 5740/1

Pada tahun 1925, Patek Philippe menciptakan sebuah jam tangan dengan komplikasi kalender abadi. Bernomor referensi 97975, model ini dibuat atas permintaan khusus dari Thomas Emery—kolektor asal Amerika Serikat—yang menjadi pemilik pertama jam tangan kalender abadi. Seiring berjalannya waktu, brand yang dirintis Antoni Patek dan Adrien Philippe ini terus menelurkan segenap model kalender abadi, termasuk dalam salah satu lini ikonisnya, Nautilus.

THIN LINE

Breguet Classique Grande Complication Ref. 5447

Salah satu nama horologi tertua, Breguet, turut berperan penting dalam riwayat jam tangan kalender abadi. Bertajuk Breguet No.2516, jam rilisan tahun 1929 ini memiliki profil pipih dengan siluet persegi panjang. Bertajuk ‘The Dollfus’, nama ini mengacu pada marga keluarga Prancis pembeli sang komplikasi mutakhir. Kini Breguet memiliki berbagai jam tangan dengan fitur kalender abadi, beberapa di antaranya hadir dengan dial berteknik dekorasi multi-guilloché.

THE AUDACITY OF HOPE

Audemars Piguet Royal Oak Perpetual Calendar Ref. 26574OR.OO.1220OR.O3

Saat krisis kuarsa melanda dunia horologi pada dekade ‘70-an, Audemars Piguet berhasil berdiri kokoh berkat dua koleksi ikonisnya: Royal Oak dan model kalender abadi bertajuk Ultra-Thin Automatic Perpetual Calendar. Kedua model tersebut dirilis dengan harga menjulang tinggi, begitu kontras dengan mesin kuarsa yang digilai berkat harga terjangkaunya di masa itu. Nyatanya, nyali serta kegigihan tim Audemars Piguet berbuah manis dengan membanjirnya pesanan dari kalangan aristokrat. Kemudian brand basis Le Brassus ini terus menelurkan sejumlah model kalender abadi dalam lini Royal Oak. 

QUANTUM LEAP

IWC Portuguese Perpetual Calendar Digital Date-Month Ref. IW397204

Sejak debut Da Vinci Perpetual Calendar pada tahun 1985, IWC terus berupaya menciptakan fitur kalender abadi dengan ketepatan sesuai kalender Gregorian. Bahkan, beberapa iterasi kalender abadi IWC memiliki ketepatan waktu hingga tahun 2499, meski harus disetel ulang setiap abad. Movement sejumlah model ini memiliki cadangan daya hingga 7 hari lamanya (sekitar 2-4 kali lipat dari jam otomatis pada umumnya). Bicara desain, rilisan-rilisan IWC menghadirkan kontras apik antara jarum penanda klasik, serta tampilan tanggal dan bulan dalam format digital.

 

Klik di sini untuk #BacaDiManaAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia


Ditulis oleh