Skip to main content

Lebih Mendalam Tentang Sertifikasi COSC

Stempel andalan untuk mengukuhkan performa chronometric Swiss.

Dari berbagai sertifikasi yang memastikan kualitas jam tangan, COSC (Contrôle Officiel Suisse des Chronomètres) yang menguji performa chronometric sebuah jam tangan dapat dibilang sebagai sertifikasi paling dikenal luas dan tak jarang dikutip oleh nama-nama besar dalam dunia watchmaking, seperti Rolex, Omega, dan Breitling. Bahkan hanya sekitar 6% dari seluruh jam tangan Swiss yang mengemban sertifikasi COSC. Hal ini dikarenakan proses pengecekan dan standar ketat dari sang institusi yang memastikan deretan jam tangan berstempelkan COSC dengan nomor seri yang mereka alokasikan tidak dapat diremehkan.

Pada tahun 1973, COSC didirkan atas upaya lima wilayah watchmaking di Swiss (Bern, Jenewal, Neuchâtel, Solothurn, dan Vaud) dan asosiasi Swiss terkemuka dalam bisnis jam tangan, Federation of the Swiss Watch Industry (FHS). Sebelumnya terdapat banyak institusi independen dan laboratorium yang melakukan pekerjaan serupa dengan pendekatan dan standar berbeda-beda, namun pembetukan COSC bertujuan untuk menyatukan ragam institusi tersebut di bawah naungan organisasi yang diakui secara internasional dengan menyajikan standar dan mengawasi definisi performa chronometric di industri ini.

Meski beberapa brand memiliki kapabilitas dalam merilis jaminan kualitas melalui pengujian secara in-house (Patek Philippe Seal, 1.000-Hour Test milik Jaeger-LeCoultre, 500-Hour Test milik Montblanc adalah beberapa di antaranya), COSC tetap menjadi andalan industri ini. Buktinya, sang institusi melakukan verifikasi terhadap hampir 1,8 juta jam tangan mekanis dan quartz setiap tahunnya. Tentunya, pengujian COSC hanya dapat dilakukan bagi jam yang dibuat di Swiss. Kini, fasilitas COSC berada di tiga lokasi di Biel, Le Locle, dan Saint-Imier.

Gospel According To COSC

Apa yang dimaksud standar chronometric Swiss di mata COSC? Pertama, sang jam harus memenuhi definisi ‘Swiss-made’. Menurut hukum Swiss, gelar tersebut memiliki arti bahwa movement sang jam dibuat, dikemas ke dalam case, dan diuji di Swiss, serta setidaknya 60% dari biaya produksi jam tersebut harus dihasilkan di dalam negeri. Kedua adalah metrik. Bagi jam otomatis, tingkat presisi harian movement harus di antara -4/+6 detik per harinya. Untuk jam quartz, deviasi yang dapat diterima adalah +/- 0,07 detik per hari (pada suhu 23°C); dan +/- 0,2 detik (di antara suhu 8°C dan 38°C).

Testing Parameters

Jam mekanis diuji selama lebih dari 15 hari dan dinilai berdasarkan tujuh kriteria: tingkat harian rata-rata, tingkat variasi rata-rata, tingkat variasi terbesar, perbedaan tingkat pada posisi horizontal dan vertical, tingkat variasi total terbesar, dan tingkat variasi berdasarkan temperatur dan pengulangan tingkat. Di sisi lain, jam quartz diuji selama lebih 13 hari. Mereka dinilai berdasarkan performa kompensasi termal (kemampuan sang movement beradaptasi secara otomatis dengan frekuensi pada oscillator di kondisi berbeda-beda), serta tingkat harian rata-rata pada tiga temperatur berbeda dan empat level kelembapan berbeda. Selain jam tangan, COSC juga menguji jam saku dan instrument pengukur waktu bagi alat transportasi.

The Final Reveal

Pada awalnya COSC mempublikasi laporan terkait nomor sertifikasi chronometer yang ia keluarkan untuk masing-masing brand, namun sudah tak lagi dilakukan berkat permintaan dari para perusahan jam tangan yang memilih hal tersebut dirahasiakan. Laporan terakhir yang dirilis pada tahun 2015 menunjukkan bahwa tiga brand teratas dengan sertifikat COSC terbanyak tahun itu adalah Rolex, Omega, dan Breitling.

Just The Start

Meski COSC merupakan standar yang terlalu tinggi bagi sebagian brand, kenyataannya, memperoleh sertifikasi COSC bagi jam tangan mereka merupakan cikal bakal dari perjalanan panjang bagi karya-karya mereka untuk dapat mencapai tolak ukur yang lebih tinggi. Contohnya, Rolex. Jam tangan bersertifikasi COSC mereka melalui pengujian akhir tambahan di dalam laboratorium milik sang brand agar dapat memperoleh gelar ‘Superlative Chronometers’ yang memiliki tingkat akurasi hingga -/+2 detik per hari. Di Omega, sejumlah movement otomatis bersertifikasi COSC yang dilengkapi oleh co-axial escapements dan balance springs silicon dikirim untuk melakukan pengujian tambahan di Swiss Federal Institute of Metrology (METAS). Di sana, sejumlah jam tangan terpilih tadi melalui berbagai pengujian untuk memastikan kemampuan anti-magnetik, presisi, dan ketahanan terhadap air, agar dapat meraih gelar sebagai ‘Master Chronometers’ yang disebut-sebut hanya diberikan kepada jam tangan tertangguh di dunia saat ini karena dapat bertahan terhadap gaya magnetis hingga 15.000 gauss.




Ditulis oleh

End of content

No more pages to load