Skip to main content

EXCEPTIONAL ARTISTRY: Kurasi lengkap dari kreasi-kreasi yang akan dilelang pada ajang Only Watch 2023

Menyoroti kreasi eksklusif sarat kreativitas yang disumbangkan oleh sejumlah brand horologi untuk dilelang pada ajang Only Watch.

Ditulis oleh Arinta Wirasto

Bila sudah berkecimpung lama di dunia horologi, pelelangan Only Watch pasti menjadi agenda yang memantik antusiasme Anda. Mengambil peribahasa ‘tak kenal maka tak sayang’, izinkan kami menuturkan serba-serbi tentang ajang yang memasuki edisi ke-10 tahun ini. Only Watch dikonsepsikan oleh Luc Pettavino di tahun 2005 untuk meningkatkan kesadaran terhadap Duchenne Muscular Dystrophy (DMD), penyakit distrofi otot yang berakibat pada penurunan aktivitas otot secara progresif hingga menyebabkan kelumpuhan fisik. Only Watch juga bermisi menggalang dana untuk penelitian lanjutan dalam penyembuhan penyakit yang umumnya menyerang anak laki-laki tersebut. 

Anak laki-laki dari Luc, Paul Pettavino, sendiri juga didiagnosis dengan DMD pada tahun 2004 dan tutup usia pada tahun 2016 di usia 21 tahun. Tak hanya Only Watch, komitmen Luc diwujudkan lewat sejumlah inisiatif lain yang berfokus pada pengobatan gangguan neuromuskular. Termasuk di antaranya adalah menjadi President dari Association Monégasque contre les Myopathies (AMM) dan Chairman firma bioktenologi Synthena, serta membentuk ajang lelang lain bertajuk The Monalisa Project, Adam & Eve, dan Only One Season 1 & 2. Berkat kontribusi mulianya, ia dianugerahi titel Doktor Kehormatan oleh University of Bern. 

Only Watch diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan telah menjadi platform kreativitas bagi segenap rumah horologi. Mulai dari pemain independen, kelas menengah, hingga yang paling prestisius. Masing-masing brand menyumbangkan sebuah kreasi unik untuk dilelang dan seratus persen profitnya akan disumbangkan ke AMM. Mengingat tingkat kompleksitas yang diusung setiap kreasi, kami yakin para artisan akan dibuat mabuk kepayang bila harus mereproduksi setiap model. Inilah yang membuat Only Watch semakin teristimewa. Beberapa minggu sebelum pelelangan dilakukan, seluruh kreasi Only Watch dipamerkan melalui sebuah roadshow sehingga para spektator dapat melihatnya secara langsung. 

Only Watch diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan telah menjadi platform kreativitas bagi segenap rumah horologi. Mulai dari pemain independen, kelas menengah, hingga yang paling prestisius. Masing-masing brand menyumbangkan sebuah kreasi unik untuk dilelang dan 100 persen profitnya akan disumbangkan ke AMM. Selain tersedia hanya satu di dunia, setiap kreasi yang dilelang di Only Watch membanggakan desain dan teknis yang begitu eksploratif. Inilah yang membuat Only Watch semakin teristimewa. Sebelum pelelangan dilaksanakan pada tanggal 5 November 2023, seluruh kreasi Only Watch dipamerkan melalui sebuah roadshow dengan jadwal tur yang dimulai dari Los Angeles dan diakhiri di Jenewa.

Kembali diadakan di pusat konvensi Palexpo—yang juga menjadi lokasi tahunan dari acara Watches & Wonders di Jenewa—untuk kedua kalinya, pelelangan akan dipimpin oleh balai lelang Christie’s secara luring, daring, dan melalui telepon. Tahun ini, Only Watch melibatkan sebanyak 73 brand horologi yang menyumbangkan sejumlah 62 kreasi—16 di antaranya dibuat secara kolaboratif—untuk dilelang. Bila berniat untuk berpartisipasi, berikut kurasi yang kami persembahkan untuk mengerucutkan pilihan sesuai personalitas Anda.

ART MAVENS

Siapa Pribadi yang mengapresiasi keindahan, apapun wujudnya.

Hobi Berkontemplasi mengenai hidup sembari menikmati keindahan alam.

Kultur Pop Film-film karya Woody Allen. Annie Hall adalah favoritnya.

Jam Tangan Perkawinan antara teknik dekorasi dan kepiawaian teknis yang sarat fantasi. Semakin banyak waktu dan gairah yang dihabiskan dalam pembuatan sebuah jam tangan, maka semakin antusias pula untuk memilikinya.

JAQUET DROZ THE ROLLING STONE AUTOMATON

Edisi eksklusif ini terdiri dari tiga bagian: cakram pelangi besar dan terluar yang berotasi per 30 detik ketika fungsi automaton diaktifkan; cakram bak piringan hitam dengan instrumen musik emas yang diwarnai menggunakan tangan, serta dilengkapi oleh stilus gramofon; dan cakram statis penunjuk jam dan menit dengan simbol lidah dan logo yang berpendar dalam gelap.

BIVER CATHARSIS

Jam minute repeater tanpa jarum dan indeks ini membanggakan dial yang terbagi dari dua bagian: separuh atas melambangkan matahari terbenam dan langit berbintang hasil kombinasi dari batu meteorit, obsidian silver, dan marquetry opal; sedangkan separuh bawah menggambarkan laut berhiaskan 89 safir biru yang tampil memukau berkat teknik guilloché.

GÉRALD GENTA ONLY WATCH 2023

Sketsa Mickey Mouse karya Gérald Genta dihidupkan kembali dalam dial emas putih yang dinaungi oleh case oktagon. Tangan kiri Mickey berfungsi sebagai jarum retrograde, sedangkan kue ulang tahun di tangan kanan melambangkan selebrasi hari jadi Disney ke-100 dan satu dekade Only Watch. Ilustrasi ini diwujudkan dengan teknik champlevé oleh Nicolas Doublel.

BARBIER-MUELLER MOSAÏQUE II

Terdapat satu fokus utama untuk jam berdiameter 41 mm ini. Ialah dial bak bunga seroja yang dikreasikan oleh desainer basis Jenewa, Eric Girourd. Mozaik yang terdiri dari batu giok, nephrite, jasper, karnelian, dan opal—diperoleh dari Les Cadraniers de Genève—tersebut disempurnakan dengan teknik enamel champlevé.

HUBLOT MP-15 TAKASHI MURAKAMI TOURBILLON

Jam ini menyoroti komplikasi central tourbillon pertama Hublot yang diposisikan di pusat dial dengan indeks warna-warni. Elemen spesial lain terletak pada bezel yang terdiri dari 12 kelopak bunga khas Takashi Murakami dalam material kristal safir berhiaskan 444 batu permata multiwarna.

LOUIS VUITTON TAMBOUR EINSTEIN AUTOMATA

Pendekatan jenaka bagi Tambour hadir lewat wajah Albert Einstein yang akan menjulurkan lidah saat fungsi automaton diaktifkan. Imaji ini dikreasikan dengan teknik micro-sculpture dan grisaille enamel. Perhatikan juga helaian rambut perak khas sang fisikawan yang mencuat dari bagian kanan atas stainless steel case.

TECHNOPHILES 

Siapa Individu yang berorientasi pada masa depan dan spontan dalam beraksi, namun penuh kalibrasi  

Hobi Berpelesir ke kota-kota dengan sumber daya yang belum berkembang tetapi berpotensi besar.

Kultur Pop Novel 1984 karya George Orwell dan buku berlatar distopia lainnya.

Jam Tangan Iterasi dengan kompleksitas tinggi yang tersingkap pada dial dan mengusung warna-warna yang mencerminkan harapan dan resilensi, sebagaimana pelangi yang menjadi tema dari Only Watch tahun ini.

JACOB & CO X CONCEPTO WATCH FACTORY ASTRONOMIA REVOLUTION 4TH DIMENSION

Case emas merah muda berdiameter 47 mm pada jam ini mengusung konstruksi tanpa bezel dan bagian tengah transparan untuk pemandangan leluasa terhadap keindahannya, yaitu quadruple-axis tourbillon dengan rotasi 360° ke sekeliling dial yang berlatarkan 35 batu—topas, safir, citrine, dan ragam tipe garnet berefek translusen.

MAURICE LACROIX MASTERPIECE

Tona pelangi dengan efek gradasi mewarnai sejumlah komponen pada off-centre dial dan Calibre ML330 berkonstruksi skeleton, sedangkan bagian lainnya didominasi oleh palet abu-abu nan bersahaja termasuk temali nilonnya. Sebagai sentuhan futuristis, jam memukau ini mengusung case kristal safir transparan berdiameter 43 mm.

LOUIS MOINET ART-TECH

Impresi ultra-modern dipancarkan lewat dial wafel silikon yang dikonstruksikan dengan ukiran laser. Hasilnya? Sirkuit mikro elektron kaya warna yang disempurnakan oleh kehadiran tourbillon di posisi angka 6. Sebagai penyeimbang nan mumpuni ialah case berdiameter 40 mm dalam material titanium tingkat 5 berfinis satin.

GRÖNEFELD 1941 PRINCIPIA MANDALA

Keindahan kosmos pada motif mandala terangkum sempurna pada dial jam tangan ini. Untuk mencapai kekayaan spektrum yang dituju, Grönefeld melibatkan 16 pelat cor dalam proses mencetak warna pada dial. Beralih ke belakang, caseback jam ini dapat dibuka-tutup untuk menyingkap konstruksi movement.

ULYSSE NARDIN FREAK S ONLY WATCH

Tak hanya indah dipandang, calibre UN-251—kali ini hadir dalam palet warna vibran—di pusat dial juga berfungsi sebagai penunjuk waktu. Dengan konstruksi unik menyerupai pesawat luar angkasa yang berotasi 360°, ‘hidung’ sang pesawat menunjukkan menit dan sebuah panah kecil di bawah balance wheel menunjukkan jam.

CZAPEK GENÈVE PLACE VENDÔME COMPLICITÉ – COURAGE EVERY SECOND

Elemen pelangi terdapat pada cakram setengah lingkaran di tepi dial yang digarap oleh perusahaan enamel Donzé Cadrans menggunakan teknik champlevé. Jam ini turut menyoroti escapement ganda milik Calibre 8 yang dibuat secara kolaboratif dengan Bernhard Lederer dan terpampang nyata pada dial berkonsep openwork.

THE AVANT-GARDE 

Siapa Petualang berjiwa pemberani yang menyukai tantangan dan tidak suka berada dalam zona nyaman.

Hobi Mencoba ragam tipe olahraga ekstrem seperti panjat tebing, parkour, dan paralayang.

Kultur Pop Seri dokumenter dalam kanal YouTube National Geography.

Jam Tangan Kreasi pendobrak batasan yang mengemban titel avant-garde dengan estetika ‘di luar nalar’ dan berhasil memantik pembicaraan dalam setiap ajang sosial.

RESSENCE TYPE 12

Terinspirasi oleh sebab mulia yang mendasari Only Watch, jam ini menyoroti harapan akan penyembuhan secara simbolis. Berlatarkan dial cembung bermaterialkan perak Jerman, tiga cakram berotasi khas Ressence kini hadir dengan sentuhan warna biru yang akan membentuk pola serupa rantai DNA setiap tengah malam di hari Minggu.

TUDOR PRINCE CHRONOGRAPH ONE

Meski masih memprioritaskan karakter ergonomis, kreasi ini tampil begitu regal—sesuai namanya—dengan emas kuning 18 karat pada case, bezel, indeks dan jarum penanda, serta tiga lingkar chronograph. Seluruh elemen berkontras apik saat disandingkan bersama dial hitam pekat untuk meningkatkan impresi tangguhnya.

GIRARD-PERREGAUX NEO CONSTANT ESCAPEMENT

Kreasi ini didasari oleh sebuah solusi untuk menghindari daya eksesif yang dihasilkan pegas barel. Mekanisme constant escapement berjasa memberi stabilitas lebih sekaligus estetika apik yang terungkap pada openwork dial. Pesona movement dipancarkan oleh barel ganda dan pisau silicium emas merah muda 18 karat yang dapat bergerak maju mundur.

CARL F. BUCHERER MANERO TOURBILLON DOUBLE PERIPHERAL

Jauh dari kesan sederhana, warna serba hitam pada kreasi ini mengedepankan material dengan kompleksitas tinggi. Bagian case digarap dengan karbon tempa untuk memberi tampilan bak marmer. Proporsi dial hitam berfinis matte diseimbangkan oleh indeks antrasit emas 18 karat dan warna hijau pada tourbillon ‘melayang’ di posisi angka 12.

MOSER X MB&F STREAMLINER PANDAMONIUM

Apa yang terjadi bila dua pemain independen tersohor berkolaborasi? Sebuah kreasi sarat intrikasi dengan kemutakhiran teknis luar biasa. DNA keduanya bersatu lewat case berbasis Streamliner (milik Moser) sebagai kanvas bagi bridge bermaterialkan baja (khas MB&F) pada sunburst dial akuamarin berfinis fumé.

TAG HEUER MONACO SPLIT-SECONDS CHRONOGRAPH

Singkatan Techniques d’Avant Garde tak diemban TAG Heuer tanpa alasan. Kali ini, sang brand menghadirkan jam rattrapante chronograph yang ditenagai oleh TH81-00. Mungkin Monaco dipilih TAG Heuer untuk menghormati lokasi asal Only Watch, namun kreasi rupawan dengan sandblasted dial antrasit dan tiga subdial ini memang sudah sepatutnya menjadi dambaan para peserta lelang.

UNDERSTATED CHARISMA 

Siapa Penganut filosofi Hygge yang mencintai hal-hal sederhana dan memprioritaskan kenyamanan.

Hobi Melakukan decluttering secara reguler dengan panduan Marie Kondo.

Kultur Pop Album Moon Safari karya musisi independen asal Prancis, Air. 

Jam Tangan Iterasi dengan tampilan bersahaja sembari tetap mengedepankan kualitas yang terpancar pada setiap teknik yang diterapkan pada pembuatannya.

F.P.Journe Chronomètre Furtif Bleu

Terilhami dari kesulitan membaca waktu dalam gelap, sang brand menerjemahkannya lewat kreasi dengan dial biru berfinis enamel Grand Feu yang dinaungi oleh case bermaterialkan tantalum. Dimensi dial diperdalam lewat cakram menit, numeral, serta jarum jam dan menit yang diukir dengan teknik laser untuk memberi panggung bagi jarum detik oranye. 

CHANEL MADEMOISELLE J12 LA PAUSA

Sang brand memberi penghormatan pada Mademoiselle Chanel lewat dua kreasi dalam warna hitam dan putih bermaterialkan keramik. Dial keduanya dihiasi oleh imaji sang pendiri dengan kaus setrip dan celana favoritnya yang dicetak pada pelat kaca safir, sedangkan tangan kanan dan kiri berfungsi sebagai penunjuk waktu.

LUDOVIC BALLOUARD X BRITTANY NICOLE FOX UPSIDE DOWN BLUE FEATHER

Daya pikat kreasi ini terletak pada cara membaca waktu yang menarik. Di mana bagian dial hanya memiliki jarum menit saja karena jam ditunjukkan oleh angka yang tidak terbalik sebagai pesan bahwa momen saat inilah yang paling penting. Latar dial mengusung motif bulu burung yang melambangkan harapan karya Brittany Nicole Cox.

ANDERSEN GENÈVE JUMPING HOUR ONLY WATCH

Testamen kesederhanaan diwujudkan lewat dial hitam berkonstruksi dasar giok dan subdial emas merah muda sebagai penunjuk menit di posisi angka 6. Elemen minimalis diperkuat lewat pemilihan fon pada indikator jam di posisi angka 12 dengan mekanisme jumping hour. Inilah wujud sesungguhnya dari ungkapan “less is more”.

BOUCHERON JOY DE LUMIÈRE

Meski seluruh bagiannya dihiasi oleh batu mulia, jam ini tidak terlihat glamor berlebihan berkat palet hitam dan putih. Hadir dalam wujud gelang, kreasi ini menyoroti case emas putih 18 karat berhiaskan 42 berlian berpotongan bundar 0,56 karat; dial bertatahkan 142 berlian 0,35 karat; dan temali bermaterialkan batu spinel.

LAURENT FERRIER SPORT AUTO ON TRACK

Mengacu pada kompetisi balap legendaris, Le Mans, dial dikonstruksikan bak aspal di jalur balap dalam warna abu-abu bergradasi. Impresi distingtif digaungkan pada tepi dial berpalet vibran sebagai representasi jalur balap. Jam ini dilengkapi oleh subdial detik berwarna putih dengan ukiran OW (Only Watch) untuk menandai eksklusivitasnya.

Klik di sini untuk #BacaDiManaAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia

 

 


Ditulis oleh