Skip to main content

JAM TANGAN CHRONOGRAPH TERBARU DARO ZENITH

Sinonim dengan presisi sejak 157 tahun lalu lewat karya chronograph yang tak tertandingi, Zenith kini menyoroti komplikasi tersohornya tersebut dengan platform edukatif dan koleksi terbaru.

Ditulis oleh Erika Tania

Setidaknya terdapat tiga alasan mengapa chronograph menjadi favorit di kalangan para pencinta jam tangan. Yang pertama dan paling relevan bagi kebanyakan pemilik jam tipe ini adalah desainnya yang khas. Tiga lingkar penghitung dengan tata letak simetris pada dial jam tangan chronograph menyuguhkan estetika distingtif yang kemudian diinterpretasikan dalam berbagai gaya oleh para brand horologi. Permainan warna juga menjadi daya tarik khas dengan beberapa kombinasi ikonis, seperti hitam-putih yang akrab disebut dial panda atau krem-cokelat yang dijuluki dial kapucino.

Alasan kedua ialah fungsi. Bagaimanapun, sesuai peruntukkannya, chronograph memiliki fungsi praktis sebagai stopwatch yang dapat menghitung periode dalam basis waktu tertentu. Pada chronograph kebanyakan, tiga lingkar penghitung dapat membantu Anda melacak detik, menit, dan jam. Namun tak sedikit pula jam chronograph yang dilengkapi oleh skala takimeter untuk mengukur kecepatan, telemeter untuk mengukur jarak, dan pulsometer untuk menghitung denyut nadi. Dengan karakternya yang multifungsi, tak heran bila jam chronograph menjadi andalan para profesional di berbagai bidang.

Alasan terakhir sekaligus paling puitis adalah histori inspiratif yang diemban oleh komplikasi ini baik di dalam dunia horologi maupun berbagai peristiwa penting dalam catatan sejarah. Sebagai instrumen, jam chronograph memiliki asosiasi erat dengan astronot, pilot, pembalap, tentara militer, hingga penjelajah dengan berbagai pencapaiannya. Di balik kinerja mumpuni sebuah chronograph adalah mekanisme mutakhir kreasi manufaktur tersohor yang mendedikasikan waktu dan keahliannya.

Ketiga alasan tersebut terangkum dengan sempurna dalam jajaran jam tangan chronograph rupawan karya Zenith yang telah mengantongi ribuan penghargaan dan memecahkan ragam rekor dunia sejak pendiriannya di tahun 1865 silam. Peran signifikan Zenith dalam perkembangan chronograph dimulai pada tahun 1969 saat sang manufaktur meluncurkan chronograph movement otomatis pertama di dunia bernama El Primero yang dikemas dalam angular case bermaterialkan stainless steel atau emas putih 18 karat dengan panda dial nan estetis.

Mengusung frekuensi tinggi, El Primero mampu menghasilkan 36.000 vibrasi per jam yang menjadikan performanya sangat presisi. Berkat kualitas superiornya, movement inovatif ini bahkan sempat menenagai Rolex Daytona selama lebih dari 10 tahun dan turut menarik minat berbagai brand lain yang memilih Zenith sebagai pemasok movement bagi jam tangan mereka. Mulai dari Ebel, Dunhill, DuBois et Fils, Daniel Roth, hingga TAG Heuer. Kemutakhiran El Primero terbukti tak lekang oleh waktu, sebagaimana movement ikonis tersebut masih terus diproduksi hingga saat ini.

HIGH RETURN 

El Primero pun hadir kembali lewat wajah baru dari Chronomaster Sport dan Chronomaster Open yang dirilis Zenith pada Watches & Wonders 2022. Dua koleksi tersebut merupakan kreasi penting dalam portofolio Zenith, sebagaimana keduanya mendobrak standar umum yang berlaku sebelumnya. Bila Chronomaster Sport merupakan jam tangan chronograph otomatis satu-satunya yang menampilkan fitur sepersepuluh detik pada bagian bezel, Chronomaster Open diketahui sebagai jam tangan chronograph pertama yang menyingkap kinerja movement lewat openwork dial.

Tahun ini, Zenith menjawab antusiasme tinggi para pencinta horologi terhadap Chronomaster Sport dengan menghadirkan dua versi anyar bermaterialkan emas merah muda 18 karat. Yang pertama mengadaptasi material berharga tersebut secara menyeluruh—mulai dari case, bracelet, bezel berukirkan skala sepersepuluh detik, hingga jarum penunjuk dan lapisan pada indeks—dengan opsi dial dalam warna hitam atau putih. Versi kedua menyuguhkan sunray dial perak dan pesona dwiwarna dari kombinasi stainless steel (pada case, kepingan terluar bracelet, serta lug) dengan emas merah muda 18 karat (pada bezel, crown, tombol pengatur chronograph, serta kepingan tengah bracelet).

Perlu Anda ketahui bahwa Chronomaster Sport merupakan koleksi baru yang diperkenalkan Zenith pada tahun 2021 lalu. Koleksi ini sontak mendulang popularitas karena mengusung elemen-elemen ikonis dari jam tangan chronograph dalam arsip Zenith, seperti lingkar penghitung triwarna, tombol pengatur chronograph berbentuk pompa, serta kombinasi steel bracelet dengan bezel keramik pada model pertamanya. Estetika yang didukung oleh performa nan presisi dari jam tangan berdiameter 41 mm ini bahkan memperoleh apresiasi dari ajang penghargaan prestisius, Grand Prix d’Horlogerie de Genève 2021, untuk kategori chronograph.

Pertama kali dirilis pada tahun 2003, Chronomaster Open muncul kembali dalam penawaran Zenith tahun ini dengan pembaruan desain yang mengacu pada model-model Chronomaster terkini. Selain itu, lingkar penghitung triwarna berhasil dipertahankan—pada versi terdahulu lingkar penghitung detik di posisi angka 9 sepenuhnya dihilangkan—dalam versi terbaru ini berkat penggunaan kristal hesalite transparan dengan fungsi penunjuk detik yang dapat dibaca, sekaligus memperlihatkan escape wheel silikon berbentuk bintang yang terdapat pada movement.

Bila diperhatikan dengan saksama, bukaan pada Chronomaster Open terbaru menyuguhkan pandangan lebih leluasa terhadap movement karena tak lagi dibingkai seperti pada versi terdahulunya. Terdapat tiga model dari versi modern ini yang meliputi dua opsi bermaterialkan stainless steel dengan pilihan dial warna putih atau hitam, serta opsi case bermaterialkan emas merah muda 18 karat yang berpadu elegan dengan temali kulit lembu warna biru dongker. Ketiga model anyar tersebut hadir dalam diameter 39,5 mm.

Baik Chronomaster Sport maupun Chronomaster Open teranyar, keduanya ditenagai oleh movement El Primero versi terbaru yang diluncurkan Zenith pada 2021 lalu. Bernama El Primero 3600, movement ini mendukung kehadiran fitur chronograph sepersepuluh detik dengan efisiensi yang lebih baik yang menghasilkan cadangan daya lebih besar hingga 60 jam. Anda dapat mengagumi kinerja movement mutakhir tersebut melalui caseback transparan yang memperlihatkan column wheel biru dan open rotor yang ditandai oleh bintang Zenith.

IMMERSIVE INITIATIVE

Dengan latar belakang terhormat dalam sejarah horologi dan gairah membara untuk selalu berinovasi, Zenith secara natural memimpin kategori jam tangan chronograph. Sang manufaktur pun menyadari posisi prestisiusnya ini dan kemudian meluncurkan platform edukasi nan imersif bernama Master of Chronographs Since 1865 untuk menyoroti perkembangan dan pencapaiannya dalam ranah chronograph, sekaligus meningkatkan pemahaman lebih lanjut terhadap komplikasi ini.

“Bagi Zenith, Master of Chronographs bukan sekadar klaim, melainkan sebuah aspirasi. Ini adalah sebuah misi dan komitmen. Sesuatu yang telah kami budi daya dan, saya rasa, berhak kami peroleh setelah bertahun-tahun lamanya. Kami telah berkontribusi banyak pada kemajuan dari chronograph modern, sehingga kami merasa bertanggung jawab untuk terus memimpin evolusi ini sekaligus membagikan pengetahuan kami kepada dunia dan memberikan akses kepada publik untuk mengapresiasi chronograph dengan cara baru,” jelas Julien.

Para pengunjung booth Zenith di Watches & Wonders 2022 berkesempatan menjadi yang pertama di dunia untuk menyaksikan langsung ekshibisi Master of Chronograph Since 1865.

“Kami telah mempersiapkan cukup lama cara-cara imersif dan interaktif untuk menyoroti chronograph, dan ‘Master of Chronographs Since 1865’ adalah platform yang sempurna untuk menghubungkan semua inisiatif ini. Ini adalah pintu masuk bagi publik untuk mempelajari chronograph dan bagaimana Zenith menguasai dan mengelevasinya ke level selanjutnya,” lanjut Julien.

Menampilkan 15 karya chronograph legendaris buatan Zenith mulai dari abad ke-19 hingga 2022, ekshibisi Master of Chronographs Since 1865 dikemas secara interaktif dengan informasi-informasi yang dibagikan secara langsung maupun digital berupa audio testimoni dari para ahli. Melalui kesempatan ini, Zenith juga memperkenalkan Watch Clinic di manufakturnya di Le Locle di mana para partisipan dapat memperoleh edukasi personal dari watchmaker seputar pembuatan jam tangan, hingga mencoba merakit sendiri sebuah chronograph movement.

Ekshibisi Master of Chronographs Since 1865 dan Watch Clinic akan tur ke berbagai belahan dunia melalui roadshow dan pop-up event dimulai dari Tiongkok pada bulan Mei lalu dan Amerika Serikat di bulan Juni. Sebagai manufaktur yang melestarikan histori, mengembangkan, memproduksi, menawarkan, dan kini menyebarluaskan edukasi seputar jam tangan chronograph kepada publik, Zenith pantas merangkul titel ‘Master of Chronograph’ seutuhnya.

 

Klik di sini untuk #BacaDiRumahAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia

 


Ditulis oleh