Skip to main content

JEWELLED ICONS: Menyingkap sejumlah instrumen waktu berhiaskan permata dari Cartier

Cartier mengawinkan seni pembuatan jam tangan dan perhiasan mewah lewat instrumen waktu bertatahkan permata terbarunya.

Ditulis oleh Stefanie Lauw

Sejak pertama kali melansir Santos Dumont sebagai jam tangan pertamanya di tahun 1904, Cartier berhasil menorehkan presensi sebagai spesialis desain bersahaja. Namun, jauh sebelum itu rumah desain asal Prancis ini telah diakui berkat kreasi perhiasan mewah sejak awal konsepsinya di tahun 1847. Di luar konsep klasiknya, Cartier turut memiliki penawaran “glamor” dalam portofolio perhiasan mewahnya. Maka tak heran bila kemudian Cartier mengasimilasi dua keterampilan yang begitu dikuasainya tersebut. Lewat rilisan terbaru di ajang prestisius Watches & Wonders 2023, Cartier kembali mendemonstrasikan kepiawaiannya dalam mengolah instrumen waktu bertabur perhiasan bagi para perempuan terpilih. Melalui rilisan kali ini, pembuatan jam tangan dan perhiasan pun melebur menjadi satu dalam paduan keahlian dan imajinasi.

FAIR AND SQUARE

Sejak diciptakan pada tahun 1917, struktur lugas Tank telah menjadi perwujudan desain kontemporer berkat dial persegi yang sejajar dengan tali jam. Kini, jam kesayangan Jacqueline Kennedy dan Lady Diana ini pun menjadi kanvas sempurna bagi Cartier untuk mendobrak batasan. Hal ini dilakukan melalui eksplorasi geometri yang kontras namun serasi. Pada pandangan pertama, iterasi ini sudah menonjol dengan sendirinya berkat siluet dan kombinasi warna yang distingtif. Ialah cabochon bertahtakan emas dan batu permata—disusun secara terbalik—pada kedua sisi bracelet silinder bermaterialkan oniks, krisoprase, atau koral. Meski begitu, desain orisinal sang case—bersiluet persegi yang terintegrasi dengan bracelet—tetap dipertahankan. Tak semata ingin menyuguhkan sesuatu demi terlihat berbeda, estetika ini merupakan wujud penghormatan Cartier terhadap manik-manik piqué yang menjadi ciri khas Creative Director Cartier di era ‘30-an, Jeanne Toussaint.

Terdapat tiga iterasi Tank terbaru yang dipersiapkan Cartier. Versi pertama dicirikan oleh dial oniks hitam dan brancard—nama lain dari case vertikal khas sang lini—berhiaskan berlian dan terintegrasi dengan bracelet silinder berwujud cabochon di sisi kanan dan kiri dan terhubung dengan bagian tengah bermaterialkan emas enamel dan silinder oniks. Selain itu, Cartier turut menghadirkan dua versi yang menyoroti kecemerlangan batu permata. Permainan kontras digaungkan lewat perpaduan silinder oniks hitam, manikmanik krisoprase, dan taburan rubi merah yang menghiasi brancard secara vertikal; serta rangkaian bebatuan koral (merah), krisoprase (hijau), ametis (ungu), dan berlian yang mengkomplemen dial penuh permata.

CURVED ELEGANCE

Dilahirkan di London pada era Swinging Sixties, Baignoire Allongée dapat dikenali lewat lekuk dinamisnya. Untuk memberikan interpretasi baru, para artisan Maison des Métiers d’Art pun senantiasa unjuk kebolehan melalui dua mahakarya istimewa sarat estetika geometris. Keunikan kreasi tersebut terletak pada case yang terdiri dari dua bagian bermaterial berbeda, yaitu emas kuning dan emas putih. Untuk memadukan kedua bagian tersebut, para artisan menggunakan alat las mikro, sementara celah tipis di antara kedua emas disembunyikan oleh lapisan pernis. Dial pun dibagi menjadi beberapa bagian berbeda di mana sebagian besar ditutupi dengan emas putih berfinis sunray, dua ‘segitiga’ kecil yang berhadapan mengusung material emas kuning dan emas putih, sementara potongan berwarna hitam mengusung material pernis atau enamel. Secara total, Cartier mengasimilasi sembilan bidang keahlian sekaligus dalam proses pembuatan Baignoire Allongée terbaru. Sementara itu, model Baignoire Allongée kedua—tersedia secara terbatas sebanyak 50 buah di dunia—menyoroti seni marquetry pada bagian dial. Lewat kreasi tersebut, perpaduan mother-of-pearl, pirus, oniks, dan emas putih membentuk sebuah komposisi abstrak bak mozaik. Dial tersebut memakan waktu pengerjaan selama 25 jam dan dinaungi oleh case emas putih berlapis rodium berhiaskan turmalin biru, spinel abu-abu dan hitam, serta 98 berlian.

PRECIOUS BANGLES

Diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 1973, Baignoire—berarti bak mandi dalam bahasa Prancis—menjadi bukti kemampuan Cartier dalam menciptakan mahakarya yang menyoroti keindahan dari benda sehari-hari. Kini, setengah dekade kemudian, Baignoire kembali hadir dalam empat versi terbaru bertabur permata. Keempat model anyar ini menampilkan case dan bangle bermaterialkan emas putih berlapis rodium. Model pertama hadir dengan 36 berlian, safir, zamrud, dan turmalin tak bercela. Tak berhenti di situ, sebanyak 130 berlian dan sebuah batu turmalin dikreasikan Cartier untuk menghiasi bagian dial.

Kepiawaian Cartier dalam ranah gem-setting disoroti lewat susunan berlian nan apik di mana 168 di antaranya diaplikasikan pada case dan bracelet jam, sementara 131 lainnya menghiasi dial jam seutuhnya. Jam tangan Jewelled Baignoire ketiga menawarkan 40 berlian, safir, zamrud, dan krisoprase sebagai fokus utamanya. Tersebar di seluruh permukaan case dan gelang, kombinasi bebatuan ini bersanding serasi dengan dial jam berhiaskan 166 berlian tanpa cela serta sepotong batu safir pada posisi angka 12. Terakhir, versi keempat hadir bertatahkan 204 berlian pada case dan bangle yang mengelilingi dial jam bertatahkan 167 potong berlian berkilauan.

 

Klik di sini untuk #BacaDiManaAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia

 


Ditulis oleh