Skip to main content

MAJESTIC ORNAMENTS: Upaya Boucheron Dalam Menghidupkan Kembali Bros Ikonis Milik Mendiang Ratu Elizabeth II

Ditulis oleh Arinta Wirasto

Apa yang menjadikanmu seorang ratu? Jika berkiblat pada pepatah ini, ialah elegansi tiada tara, tradisional, dan bersahaja. Sebagaimana reputasi yang diemban Boucheron sebagai rumah perhiasan prestisius sarat tradisi. Selama lebih dari satu abad sejak didirikan, sang brand terus-menerus mendemonstrasikan kemahiran teknisnya dalam mengolah permata berharga—seperti lazuardi, koral, hematite, dan oniks—menjadi kreasi nan rupawan. Menilik dari perhiasan yang acapkali dikenakan oleh Maharaja Patiala dari India, Permaisuri Rusia Alexandra Feodorovna, dan Ratu Elizabeth II, Boucheron telah memiliki hubungan erat dengan para bangsawan sedari awal. 

Tahun 1893 menyaksikan salah satu tonggak penting dalam riwayat sang brand, yaitu pendirian butik Boucheron di 26 Place Vendôme—setelah berpindah dari area Palais-Royal—menjadikannya rumah perhiasan pertama di episentrum produk mewah di Paris tersebut. Menariknya, pemilihan bangunan bergaya neoklasik ini merupakan keputusan yang diambil sang pendiri, Frédéric Boucheron, agar batu permata di dalam butik tampak lebih berkilau saat terkena paparan cahaya matahari. Bertepatan dengan hari jadi ke-160 Boucheron pada tahun 2018, sang butik direnovasi dengan tampilan modern oleh desainer interior Prancis, Pierre-Yves Rochon. 

Kini Boucheron merangkul para wanita—dan pria—untuk menjadi bangsawan sehari (atau seberapa lama kreasi ini bersemayam dalam kotak perhiasan Anda) lewat koleksi bertajuk Like A Queen. Koleksi ini terinspirasi oleh Ratu Elizabeth II, tepatnya bros Boucheron. Awalnya, perhiasan ini dibeli oleh Pangeran George, Duke of Kent pada tahun 1937 untuk istrinya Putri Marina dari Yunani dan Denmark. Tujuh tahun berselang, paman dari Putri Elizabeth II—saat belum menjadi ratu—menghadiahkannya bros tersebut melalui sang ayah, King George VI, pada hari ulang tahunnya yang ke-18 tahun. Bros yang terdiri dari dua bagian ini digarap dari kombinasi berlian dan batu akuamarin berpotongan baguette, oval, dan bundar dalam gaya Art Deco khas era ‘40-an. Bros ini kerap menemani sang Ratu dalam momen-momen terpenting semasa hidup, seperti perayaan tahtanya ke-60 di tahun 2012 dan hari jadi pemahkotaannya ke-70 pada tahun 2022, dan 35 acara lainnya.

Like A Queen menyajikan interpretasi ulang dari sang bros orisinal sebagai bagian konsep Histoire De Style yang dikhususkan untuk meremajakan warisan Boucheron. Koleksi ini dikonsepsikan oleh Claire Choisne, Creative Director Boucheron. “Saya merasa tergugah oleh sisi sentimental dari bros kembar ini,” ungkapnya. Mungkin sebagian dari Anda mengira bahwa koleksi ini dibuat sebagai penghormatan kepada sang Ratu setelah ia tutup usia di tahun 2022 silam. Namun sesungguhnya, koleksi ini telah dikembangkan sejak dua tahun silam.

MODERN-DAY MONARCH

Koleksi Like A Queen diperkenalkan dalam perhelatan Paris Couture pada bulan Januari 2023. Presentasi dibuka dengan Claire dan diikuti oleh model-model yang berlalu lalang mengenakan pakaian bertemakan ‘60-an karya brand asal Prancis, Courrèges. Koleksi ini mengambil tema multiwarna sebagai anggukan pada tampilan monokrom warna-warni ala sang Ratu. Konsep ini ditafsirkan lewat delapan palet distingtif, masing-masing merepresentasikan batu berharga paling dominan yang digunakan. Terdapat delapan set perhiasan yang dapat ditransformasi menjadi 18 potongan berbeda, mulai dari gelang, cincin, anting, kalung, dan tentunya, bros. 

Seri pertama dan paling prominen adalah Hypnotic Blue yang menaungi perhiasan di dalamnya. Pertama adalah gelang yang diciptakan menyerupai bros Art Deco versi orisinal, lengkap dengan konstruksi dasar emas putih, taburan berlian berpotongan baguette dan cabochon, serta akuamarin, hanya saja dengan ukuran yang lebih besar, tambahan safir Ceylon dan pernis biru di bagian tepi. Berikutnya adalah cincin berkonstruksi dasar emas putih berhiaskan berlian dengan sematan safir Ceylon 6 karat berpotongan cushion. 

Berikutnya—dan paling mengesankan—adalah kalung empat untai berhiaskan lebih dari 1000 berlian dalam palet Frosty White. Kalung berkonstruksi dasar emas putih ini menawarkan enam konfigurasi berbeda untuk dilepas pasang. Termasuk di antaranya; anting berhiaskan berlian dan batu kristal; cincin dengan berlian 3,08 karat berpotongan zamrud dan sertifikat DFL II A; cincin berlian berpotongan soliter; liontin yang dapat dilepaskan menjadi bros; klip yang digunakan sebagai pengait jaket. Masih bernuansa senada adalah seri Moon White dengan kalung tiga untai berhiaskan 175 mutiara Akoya dan pengait berlian. Sang kalung dapat dilepas pasang menjadi jepit rambut, bros kembar, serta anting berkonstruksi dasar emas putih dengan dua mutiara Akoya 11,65 karat dan berhiaskan berlian. 

Anda juga dapat menemukan inspirasi Art Deco pada seri Green Garden dengan zamrud dari Zambia sebagai objek utama. Seri ini terdiri dari cincin berkonstruksi dasar platinum berhiaskan berlian dengan batu zamrud 6,25 karat berpotongan cushion dan lapisan pernis hijau. Selanjutnya adalah liontin bermaterialkan platinum dengan dua zamrud berlapiskan pernis hijau sebesar 8,03 karat.

Seri lain yang tak kalah mengundang decak kagum adalah; kalung Rolling Red berkonstruksi dasar emas putih berhiaskan berlian dengan siluet bak ular yang didominasi oleh 17 batu rubi bundar dari Mozambik seberat 18,82 karat, serta dapat dilepas pasang menjadi liontin dan anting; seri Lemon Slice yang terbilang sederhana dengan liontin berlian bersiluet Art Deco, serta berkontras apik terhadap temali kulit dalam opsi warna kuning, merah, hijau, biru, dan hitam; seri Mega Pink yang menempatkan batu turmalin berpotongan baguette dan cabochon dan pernis merah muda sebagai daya pikat utama pada sebuah bros; tiga anting mungil bermaterialkan emas putih dengan taburan berlian dan safir biru, kuning, dan pink untuk seri Color Block. 

Bersama dengan CEO Boucheron, Hélène Poulit-Duquesne, Claire berhasil mengukuhkan unsur kontemporer—sesuai lanskap sosial kini—yang ingin diraih sang brand. Khususnya dengan konfigurasi lepas pasang dan konsep gender netral yang diusung agar dapat dikenakan oleh pria maupun wanita.

 

Klik di sini untuk #BacaDiManaAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia


Ditulis oleh