Skip to main content

PERAYAAN HARI JADI KE-50 DARI AUDEMARS PIGUET ROYAL OAK

Telah meliris lebih dari 500 variasi Royal Oak, Audemars Piguet buktikan kreativitas tanpa batasnya dengan jajaran edisi spesial untuk hari jadi sang ikon yang ke-50 tahun.

Ditulis oleh Erika Tania.

Perpaduan case berbentuk tonneau, bezel oktagon yang dibubuhi delapan sekrup heksagon, dial dengan ukiran kotak-kotak yang akrab disebut Tapisserie, serta bracelet terintegrasi merupakan formula jitu yang dibanggakan Audemars Piguet melalui koleksi Royal Oak. Bila kebanyakan brand lain berupaya keras mempertahankan desain orisinal yang mempopulerkan karyanya dengan melakukan pembaruan seminim mungkin, Audemars Piguet memiliki pendekatan yang berbeda. 

Berkat kepiawaian tingkat tinggi dari para artisan di manufakturnya, brand basis Le Brassus ini mengeksplorasi berbagai elemen dalam Royal Oak dengan berani. Tak sekadar menawarkan ragam warna dial, ukuran case, material, dan dekorasi permata berbeda-beda dari tahun ke tahun, Audemars Piguet tak khawatir dalam mengubah total tampilan dial untuk menyematkan berbagai komplikasi canggih pada Royal Oak.

THE GREAT INCEPTION

Tendensi Audemars Piguet untuk terus berevolusi dan mendobrak batasan telah muncul sejak perilisan Royal Oak perdana di tahun 1972. Sebagai reaksi terhadap kehadiran jam tangan quartz yang meredupkan atensi khalayak kepada industri horologi Swiss, Georges Golay selaku Managing Director Audemars Piguet kala itu bertindak strategis dengan menggaet pangsa pasar yang lebih luas.

Melalui kerja sama dengan Société Suisse pour l’Industrie Horlogère (cikal bakal Swatch Group), Georges memperoleh akses untuk bertemu dengan tiga agen yang mewakili grup tersebut di tiga negara, yaitu Carlo de Machi dari Italia, Charles Bauty dari Swiss, dan Charles Dorot dari Prancis. Dari pertemuan tersebut, Georges ditantang untuk menyuguhkan sesuatu yang berbeda kepada para pelanggan mereka, khususnya jam tangan mewah bermaterialkan stainless steel

Pada masa itu, stainless steel menuai popularitas di kalangan jam tangan olahraga berkat karakternya yang anti korosi, tahan terhadap goresan, tidak menimbulkan alergi, serta 70% lebih keras namun empat kali lebih ringan dibandingkan emas. Georges pun mengumpulkan sejumlah artisan dan watchmaker terbaik untuk mengelevasi stainless steel menjadi karya jam tangan yang memancarkan kemewahan.

Mulai dari Gérald Genta yang ditunjuk untuk membuat sketsa desain, Stern Frères yang mewujudkan dial berhiaskan guilloché Petite Tapisserie, Favre & Perret yang mengkreasikan steel case, dan Gay Frères yang bertanggungjawab dalam pembuatan steel bracelet terintegrasi. Hasilnya? Model perdana dari Royal Oak yang mengemban status sebagai jam tangan sport mewah bermaterialkan stainless steel pertama di dunia dengan calendar movement otomatis paling tipis di dunia.

Estetika distingtif dan kualitas mumpuni yang disuguhkan Audemars Piguet melalui Royal Oak sontak mengantarkan koleksi ini pada kesuksesan dan menghadirkan kesempatan bagi ragam variasi. Dari tahun ke tahun, Royal Oak terus berevolusi dengan berbagai pengembangan berarti. Pada beberapa tahun pasca perilisannya, Audemars Piguet mengeksplorasi ukuran dan material dengan menawarkan model jam tangan wanita berdiameter 29 mm (1976) dan menyuguhkan versi bermaterialkan emas (1977).

Pada dekade ‘80-an dan ‘90-an, Royal Oak memperoleh penambahan berbagai komplikasi, seperti jendela hari dan tanggal (1983), perpetual calendar (1984), tourbillon (1997), kombinasi minute repeater, perpetual calendar, dan split-second chronograph (1997), hingga model Tradition d’Excellence yang mengawinkan desain dan mekanisme avant-garde. Era 1990-an juga menyaksikan eksplorasi sisi maskulin melalui kehadiran Royal Oak Offshore (1993) dan feminin lewat jam tangan bertaburkan permata berharga. 

Kemudian di tahun 2000-an, Audemars Piguet merilis dial dalam ragam warna memikat dengan ukiran kotak-kotak berukuran lebih besar yang disebut Grande Tapisserie, serta meluncurkan berbagai edisi terbatas melalui kolaborasi dengan beberapa atlet dan figur publik pilihan, seperti Nick Faldo, Sachin Tendulkar, dan Jay-Z. 

FOREVER YOUNG

Di tahun 2022 ini, Audemars Piguet merayakan hari jadi Royal Oak yang ke-50 tahun dengan sejumlah jam tangan anyar yang memfokuskan pembaruannya dari sisi ergonomi. Kali ini kami akan menyoroti dua versi dari Royal Oak Selfwinding Chronograph “50th Anniversary” dengan dial warna biru “Bleu Nuit, Nuage 50” dan hitam. Kedua jam ini mengusung case 41 mm bermaterialkan emas merah muda 18 karat yang menyuguhkan nuansa mewah nan modern. 

Berbicara mengenai case, terdapat beberapa penyesuaian untuk meningkatkan ergonomi pengguna dan mengelevasi estetikanya. Yang pertama adalah tepi landai pada bagian atas dan bawah case yang dibuat lebih lebar agar permukaan tepi landai yang dipoles dan bagian case lain yang mengusung satin-finished terlihat semakin kontras. Kemudian bagian caseback kini lebih terintegrasi dengan bagian tengah case sehingga lebih nyaman dipakai. Selain itu, empat keping pertama pada bracelet yang terintegrasi dengan case hadir dalam siluet trapezoid agar lebih “memeluk” pergelangan tangan. 

Beralih ke bagian dial, pembaruan nampak lewat proporsi elemen-elemennya yang dibuat lebih harmonis. Mulai dari standar baru untuk posisi penanda jam berpendar yang lebih diselaraskan dengan ukuran diameter, branding dekat posisi jam 12 yang tak lagi mengikutsertakan monogram AP dan hanya berfokus pada teks “AUDEMARS PIGUET” bermaterialkan emas, hingga jalur menit yang kini bergabung dengan dial Grande Tapisserie—tak lagi dicetak pada zona datar terpisah di pinggir terluar dial.

Khusus edisi perayaan hari jadi ke-50 tahun Royal Oak, terdapat logo “50 Years” pada oscillating weight bermaterialkan emas 22 karat pada calibre 4401 yang dapat Anda lihat dari caseback kristal safir. Melalui iterasi terbaru Royal Oak, Audemars Piguet kembali mendemonstrasikan keterampilannya dalam mengawinkan estetika dan mekanisme canggih—dan kini lebih ergonomis—sembari mempertahankan statusnya sebagai salah satu koleksi jam tangan paling ikonis di jagad horologi ini. 

Klik di sini untuk #BacaDiRumahAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia


Ditulis oleh

End of content

No more pages to load