Skip to main content

SUBTLE REFINEMENT: Ketahui pembaruan proporsi desain nan ergonomis yang diterapkan pada rilisan terbaru BR 03 karya Bell & Ross.

Ditulis oleh Arinta Wirasto

Koleksi BR 01 dari Bell & Ross berhasil menjadi pendobrak batasan pada perilisan perdananya di tahun 2005 dengan case kotak, dial bersiluet bundar, dan empat paku yang menghiasi tiap sisinya. Berkat ciri distingitfnya, BR 01 pun mengantarkan Bell & Ross sebagai pemain horologi yang patut diperhitungkan. Setahun kemudian BR 03 hadir sebagai penyempurna BR 01. Bisa dibilang, BR 03 diuntungkan oleh kehadiran pendahulunya yang menjadi landasan utama bagi penawaran Bell & Ross mendatang. Dan benar saja, BR 03 sukses mendulang popularitas dan mendominasi portofolio Bell & Ross. Perlahan, jumlah iterasi BR 01 pun menyusut dan sekarang presensinya hanya diwakili oleh model BR 01 Skull.

Bicara estetika dalam dunia horologi, sedikit saja pembaruan dapat mengandung banyak makna. Tak harus selalu signifikan seperti perubahan siluet, namun bisa saja hadir dalam wujud lain. Dalam kasus metamorfosis BR 01 menjadi BR 03, mungkin “the devil is in the details” adalah idiom tepat untuk mendeksripsikan perubahan yang tidak terlalu kentara jika dilihat sekilas. Berfokus pada aspek utilitarian, BR 03 meningkatkan ergonomi dengan dimensi lebih kecil dibandingkan BR 01. Dalam upaya meningkatkan kenyamanan pemakai, katalog BR 03 kian diperluas lewat desain berani, dan mekanisme mutakhir. Termasuk di antaranya adalah sub-koleksi BR 03 Auto, BR 03-92, BR 03 Diver, BR 03 GMT, dan BR 03 Chrono.

RETRO AGE

Di tahun 2023, evolusi BR 03 memasuki babak baru lewat sejumlah model teranyar. Setelah bereksplorasi dengan komplikasi mutakhir, kini Bell & Ross menyuguhkan pembaruan pada proporsi desain. Terdapat enam iterasi terbaru bagi koleksi BR 03 kali ini, yaitu Black Matte, Heritage, Military, Copper, Black Steel, dan Golden Heritage. Sesungguhnya sebagian besar warna tersebut sudah pernah unjuk diri dalam berbagai lini Bell & Ross lainnya. Meski begitu, proporsi gagah BR 03 memunculkan impresi berbeda, terutama melalui model Military, Copper, dan Golden Heritage yang menjadi favorit kami.

Bila sebelumnya dial warna hijau khaki dapat ditemukan pada lini BR V2-92, BR 03 Military digarap dengan tona lebih redup. Warna jam yang dipilih untuk menggaungkan asosiasi Bell & Ross dengan dunia militer tersebut berpadu kontras dengan case bermaterialkan keramik hitam—dalam finis matte. Jam ini turut dilengkapi oleh temali karet sintetis. Selain BR 03 Military, Anda dapat menemukan case berwarna hitam lainnya dalam model Black Matte dan Heritage.

Sebagai opsi klasik, Anda dapat memilih model berwarna tembaga bernama BR 03 Copper. Bukan secara harfiah, kata Copper di sini tak mengacu pada material yang digunakan, melainkan warna dial yang menyerupainya. Sebagaimana model Military, sebelumnya warna ini sudah pernah tampil pada BR 05. Kini alih-alih menerapkan finis sunburst, bagian dial diwujudkan dengan teknik galvanisasi (aplikasi seng secara berlapis untuk mencegah keausan pada baja). Nuansa lawas diperkuat oleh indeks dan numeral hitam, serta jarum penanda jam dan menit beraksen biru metalik di tepiannya. Menariknya, model ini mengusung case bermaterialkan baja nan kontras sebagai sentuhan kontemporer. Estetika kontras serupa juga dapat ditemukan pada model Black Steel dengan case baja dan dial hitam pekat.

Modifikasi ke arah yang lebih bersahaja pada hampir semua model anyar tersebut membuat kami bertanya-tanya. Apakah ini semua dilakukan untuk memberi panggung bagi model selanjutnya? Ialah BR 03 Golden Heritage, iterasi dengan dial cokelat keemasan. Bila model-model anyar tadi dimodifikasi dengan impresi retro, bagian dial BR 03 Golden Heritage justru bersinar dengan finis sunburst untuk mengelevasi tampilannya. Model Heritage sendiri dicirikan oleh temali kulit lembu dengan aksen jahitan benang. Baik dengan warna berbeda untuk memberi kontras apik, maupun diserasikan dengan warna temali layaknya pada BR 03 Golden Heritage terbaru.

DYNAMIC PROPORTION

Sejatinya, BR 03 masih dikonstruksikan dengan teknik ‘roti lapis’. Ketika dirilis perdana, BR 01 hadir dengan diameter oversized, 46 mm. Mengingat bahwa instrumen aeronautika adalah inspirasi utama, kami memahami keputusan Bell & Ross untuk membuat miniaturnya dalam wujud BR 01 dalam ukuran yang mendekati. Namun semenjak sang penerus, BR 03, diluncurkan hingga saat ini, ukurannya pun terus menerus disesuaikan untuk memaksimalkan ergonomi.

Perubahan paling signifikan adalah menyusutnya ukuran dari 46 mm (BR 01) menjadi 42 mm (BR 03 generasi pertama). Pada rilisan kali ini, case BR 03 kembali dirampingkan menjadi 41 mm. Meski terlihat subtil, pembaruan tersebut berperan besar dalam mewujudkan spirit baru yang dijunjung Bell & Ross, yaitu dinamis dan urban. Selain itu, ukuran lug pun menyusut dari 4,5 mm ke 4 mm.

Bicara fitur, jam tiga jarum ini dilengkapi oleh jendela tanggal di posisi angka 4.30 yang berwarna senada dengan dial masing-masing model. Selain memperoleh pembaruan pada eksteriornya, kinerja mekanis BR 03 turut ditingkatkan. Pada kesempatan ini, Bell & Ross turut menyematkan movement otomatis generasi terbaru, BR-CAL.302 dengan cadangan daya hingga 54 jam (setara hampir 2 hari lamanya jika tidak digunakan). Dengan demikan, seluruh pembaruan pada rilisan ini amat beresonansi dengan kode desain Bell & Ross, yaitu andal, presisi, fungsional, dan reliabel.

Klik di sini untuk #BacaDiManaAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia

 


Ditulis oleh