TREN MENARIK DARI AJANG WATCHES & WONDERS 2022

Konsep hybrid dari Watches & Wonders 2022 favorit kami.

Tidak kurang dari 38 brand prestisius berpartisipasi di Watches & Wonders 2022 yang dikemas dalam konsep hybrid untuk pertama kalinya. Pada penyelenggaraannya tahun ini, pameran tahunan tersebut diramaikan oleh ragam interpretasi menarik yang membuka babak baru dari pengembangan teknologi dan desain di industri horologi. Singkap brand apa saja yang masuk ke dalam daftar tren kami.

 

JIVE AND DIVE

Interpretasi modis dari jam tangan selam yang membuat Anda ingin berdansa

Grand Seiko Evolution 9 Collection Spring Drive 5 Days Diver’s 200m

Performa prima menjadi pertimbangan penting dalam membeli jam tangan selam. Begitu juga yang ditawarkan oleh Grand Seiko dalam iterasi terbaru pada lini Spring Drive. Jam tangan dengan nomor referensi SLGA015 ini mengusung Calibre 9RA5 yang menyuguhkan cadangan daya hingga lima hari dan tingkat akurasi +/-10 detik per bulan. Sorotan lain pada jam ini adalah case titanium intensitas tinggi dengan diameter 43,8 mm dan Evolution 9—filosofi desain baru yang diperkenalkan oleh sang brand pada 2020 lalu—dengan standar keterbacaan, kemudahan penggunaan, dan keapikan desain lebih baik daripada versi terdahulu. Bagian dial jam ini menampilkan nuansa misterius lewat aplikasi tona hitam bertekstur yang terinspirasi oleh Arus Kuroshio, ombak kuat yang mengalir dari perairan Jepang menuju Samudra Pasifik.

Panerai Submersible QuarantaQuattro eSteel

Jam tangan selam dalam lini Submersible ini terfokus pada komitmen berkelanjutan Panerai melalui penggunaan eSteel™(baja daur ulang) pada bagian case dan dua pilihan temali ramah lingkungan (plastik atau karet daur ulang) guna mengurangi jejak karbon. Jam tangan berdiameter 44 mm ini menandai kali pertama Panerai melengkapi kreasi jamnya dengan bezel bermaterialkan keramik mengilap. Dari sisi teknis, Submersible QuarantaQuattro eSteel™ ditenagai oleh movement otomatis P.900 dengan cadangan daya hingga tiga hari.

TAG Heuer Aquaracer Professional 300 Orange Diver

Merupakan interpretasi ulang dari jam tangan selam ikonis Ref. 844, jam tangan ini tampil memukau dengan dial oranye pekat yang memperkuat impresi retro. Keistimewaan lain dari jam berdiameter 43 mm ini terletak pada binar Super-LumiNova nan kontras untuk meningkatkan keterbacaan. Dalam keadaan minim cahaya, indeks dan jarum jam memancarkan warna hijau, sedangkan jarum menit dan detik, serta segitiga di posisi jam 12 memancarkan warna biru. Sesuai namanya, jam tangan yang ditenagai oleh movement otomatis Calibre 5 ini memiliki ketahanan air hingga kedalaman 300 meter.

Montblanc 1858 Iced Sea Automatic Date

Sebuah kejutan datang dari Montblanc, yaitu koleksi jam tangan selam perdana bertajuk 1858 Iced Sea Automatic Date. Jika jam tangan selam pada umumnya menyadur konsep lautan, sang brand bergerak melawan arus dengan ilustrasi danau glasialterinspirasi dari pegunungan Mont-Blancpada bagian dial lewat teknik bernama gratté boiséas. Mesin otomatis MB 24.17 berjasa atas cadangan daya hingga 42 jam pada jam selam bermaterialkan stainless steel yang hadir dalam warna biru, hijau, dan hitam ini.

 

TRAVEL IN TIME

Deretan jam tangan multizona waktu nan mutakhir untuk perjalanan tak terlupakan

Jaeger Le-Coultre Master Grande Tradition Calibre 948

Sebagai selebrasi terhadap fenomena kosmis dan astronomi yang merupakan cikal bakal dari perhitungan horologi, Jaeger Le-Coultre merilis sejumlah mahakarya bertemakan ‘Stellar Odyssey’. Salah satu yang menonjol adalah Master Grande Tradition Calibre 948. Dengan komplikasi worldtime bernama Universal Tourbillon, jam tangan ini menunjukkan 24 zona waktu berbeda sekaligus. Tak hanya mutakhir, tourbillon unik ini juga menyuguhkan rotasi yang sangat memanjakan mata. Selain berputar di tempat setiap menit seperti tourbillon tradisional lainnya, sang tourbillon juga mengelilingi dial setiap harinya bersama peta bagian utara bumi yang dibuat menggunakan teknik enamel champlevé dan guilloché. Meski melibatkan proses pembuatan kompleks dari segi teknis maupun desain, jam tangan edisi terbatas yang hanya tersedia sebanyak 20 unit ini ramah pelancong berkat pengaturan sederhana semua fungsinya melalui crown.

Patek Philippe World Time Ref. 7130R

Meski telah eksis sejak tahun 2011, iterasi terbaru dari World Time Ref. 7130R lansiran Patek Philippe ini masih berhasil membuat kami terpana. Bagaimana tidak? Jam tangan yang dibuat untuk wanita ini hadir dalam warna hijau zaitun nan memesona dengan case emas merah muda berdiameter 36 mm, bezel berhiaskan 62 berlian Top Wesselton, serta pusat dial yang mengusung teknik guilloché. Dial jam ini dilengkapi oleh dua cincin berbeda: 24 zona waktu dunia di bagian luar dan penanda 24 jam pada bagian dalam. Jam rupawan ini ditenagai oleh mesin Calibre 240 HU dengan cadangan daya hingga 48 jam.

Hermès Arceau Le Temps Voyageur

 

Motif Planisphère d’un monde équestre dari syal sutra Hermés hadir dalam bentuk tiga dimensi pada dial jam tangan ini melalui teknik galvanisasi. Di atas peta tersebut, sebuah subdial tampak melayang mengelilingi dial utama untuk mengindikasikan waktu setempat sembari menunjukkan satu di antara 24 nama kota yang terukir pada cakram zona waktu. Untuk mengetahui waktu di kota asal, pengguna dapat menengok ke jendela melengkung yang terdapat di posisi jam 12. Jam ini hadir dalam dua pilihan, yaitu diameter 38 mm dalam warna biru dan diameter 41 mm dalam warna hitam.

Tudor Black Bay GMT S&G

Dari segi estetika, iterasi anyar dari lini favorit Tudor ini mengedepankan konsep dwiwarna dari hitam dan cokelat yang akrab dijuluki root beer oleh para pencinta jam tangan lawas. Kombinasi kontras dari stainless steel dengan emas kuning nan hangat turut menyumbang daya pikat pada jam tangan berdiameter 41 mm ini. Soal teknis, para pelancong dapat mengandalkan fitur tiga zona waktu yang ditunjukkan oleh tiga jarum Snowflake berbeda di mana waktu setempat dan kota asal dapat dilacak melalui dial, sedangkan satu zona waktu tambahan mengacu pada bezel berskala 24 jam.

 

THE ART OF INTRICACY

Ekspresi kemahiran teknis para artisan jam tangan dengan eksekusi tiada tara.

Ulysse Nardin Freak S

Sejak debutnya pada tahun 2001 lalu, jam tangan Freak karya Ulysse Nardin mencuri perhatian dengan cara uniknya dalam mempresentasikan waktu. Alih-alih menggunakan jarum seperti arloji pada umumnya, Freak justru memanfaatkan movement yang berotasi di bagian tengah dial sebagai penunjuk waktu. Tahun ini, koleksi revolusioner tersebut tampil kian spektakuler dengan introduksi Freak S yang ditawarkan secara terbatas sebanyak 75 unit saja. Sebagai movement otomatis pertama yang dilengkapi oleh osilator ganda dengan diferensial, Calibre UN-251 yang menenagai Freak S menyuguhkan cadangan daya hingga 72 jam berkat sistem Grinder yang dijamin dua kali lebih efisien daripada movement otomatis tradisional. Sebagian komponen movement yang terlihat di bagian dial hadir dalam wujud serupa kapal luar angkasa dengan moncong berpendar yang berotasi sejam sekali untuk menunjukkan menit, sedangkan jam ditunjukkan oleh penanda berpendar yang mengitari bagian terluar dial. Sangat menakjubkan, bukan?

Lange & Söhne Richard Lange Minute Repeater

Jangan terkecoh oleh tampilan klasik dari dress watch satu ini. Di balik desain sederhananya, terdapat sejumlah terobosan kompleks dalam ranah minute repeater yang menjadikan jam ini begitu mutakhir. Sang brand mematenkan sistem hammer blocker yang mengatur jeda antara ketukan palu dengan gong untuk meningkatkan akurasi dentingan. Selain itu, jam ini juga dilengkapi oleh fitur keamanan yang memastikan fungsi minute repeater tidak akan aktif saat crown sedang ditarik keluar. Calibre L122.1 yang menenagai jam ini ialah karya in-house movement ke-69 dari A. Lange & Söhne.

Armin Strom Orbit 

Untuk pertama kalinya di dunia, indeks tanggal terdapat pada bagian bezel dan ditunjukkan lewat jarum penanda yang bergerak secara retrograde. Fungsi ini dapat diaktifkan lewat penyetelan tombol di sisi kiri case pada posisi pukul 10. Saat non aktif, jarum penanda akan berdiam di posisi pukul 12 dan movement akan tetap “mencatat” tanggal agar saat diaktifkan kembali, jarum akan menunjukkan tanggal yang tepat. Komplikasi kreatif nan unik ini diwujudkan oleh kinerja column wheel dalam movement ASS20 yang terintegrasi dengan sang bezel.

Parmigiani Fleurier Tonda PF GMT Rattrapante

Komplikasi rattrapante—dikenal juga sebagai split-second—yang biasanya ditemukan pada jam chronograph, kini hadir dalam jam GMT untuk pertama kalinya di dunia. Sang brand mengaplikasikan komplikasi cerdas ini untuk menunjukkan dua zona waktu berbeda secara minimalis. Di mana jarum rattrapante yang terus menerus melacak waktu kota asal bersembunyi di bawah jarum jam zona waktu setempat saat non aktif. Dengan menekan tombol di posisi pukul 8, jarum rattrapante akan langsung bergerak menunjukkan waktu kota asal.

 

VIBRANT MONTAGE

Suguhan kreativitas dan keceriaan dalam jam tangan dengan dial penuh warna

H. Moser & Cie Endeavor Centre Seconds Concept

H. Moser & Cie kembali mendemonstrasikan kepiawaian mendesain dengan Endeavor Centre Seconds Concept. Hal paling mencolok dari jam ini adalah dial berwarna lime green yang digarap dengan teknik grande feu enamel untuk menghasilkan efek fumé khas sang brand. Gradasi pada warna hijau dihasilkan oleh perpaduan tiga pigmen berbeda sehingga dapat beroksidasi dengan sempurna, sementara tekstur hammered diraih lewat proses peleburan emas yang menjadi basis dari sang dial. Fungsi waktu ditunjukkan oleh penanda jam dan menit berpalet ungu yang dikreasikan menggunakan teknik termal. Jam tangan ini hadir dengan stainless steel case berdiameter 40 mm.

Trilobe Les Matinaux Sunray Carmine

Jam tangan ini hadir sebagai manifestasi nyata dari DNA Trilobe yang berdasar pada seni arsitektur. Keistimewaan arloji ini terletak pada konstruksi dial yang terdiri dari tiga cakram berbeda dengan penanda jam, menit, dan detik berwujud logo sang brand. Meski ketiga penanda tersebut statis, ketiga cakram bergerak ke arah berlawanan jarum jam untuk menunjukkan waktu. Arloji dengan case berdiameter 40,5 atau 38,5 mm ini mengusung sunray dial yang kian menyoroti keindahaan warnanya.

Czapek & Cie Faubourg de Cracovie Purple Panda Chronograph

Bosan dengan penawaran dial panda klasik? Iterasi terbaru dari Faubourg de Cracovie berikut ini tentunya dapat menjadi pertimbangan menarik bagi Anda. Sesuai namanya, jam ini mengusung dial berwarna ungu nan vibran. Kian spesial, bagian dial didekorasi oleh motif résonance bombé melalui teknik guilloché. Aksen putih, merah, biru pada chronograph dan jarum penanda berhasil memberikan kontras apik secara subtil. Jam berdiameter 41,5 mm ini dilansir terbatas sebanyak 18 unit saja.

Oris ProPilot X Caliber 400

Oris menyuguhkan ketangkasan desain lewat ProPilot X Caliber 400. Iterasi terbaru dari lini ProPilot ini diremajakan secara total dengan warna dial yang menggaungkan kekinian, seperti merah muda serupa salmon, biru, dan abu-abu. Ciri distingtif lain yang hadir sebagai pembeda dari pendahulunya adalah numeral Arab yang kini digantikan oleh tongkat tipis berlapiskan Super-LumiNova sebagai indeks jam pada dial. Jam yang mengusung case berdiameter 39 mm dan fluted bezel bermaterial titanium ini ditenagai oleh in-house movement Calibre 400 bercadangan daya hingga 120 jam.

 

RAZZLE DAZZLE

Manifestasi kemewahan dipresentasikan dalam kreasi bertabur perhiasan

Cartier Coussin de Cartier

Impresi prestisius terpancar nyata dari Coussin de Cartier. Case jam ini terbuat dari kepingan emas putih yang dikonstruksikan menjadi jaring dengan bentuk menyerupai bantal. Menariknya, case berdiameter 39,3 mm tersebut bersifat elastis, sehingga dapat mengempis dan kembali mengembang ke bentuk semula ketika ditekan. Presentasi unik tersebut berhasil dicapai Cartier berkat teknologi baru yang dikembangkan oleh manufakturnya selama lebih dari 2 tahun yang kemudian diwujudkan dengan bantuan pencetakan tiga dimensi. Keglamoran nan melimpah hadir lewat case dan dial berhiaskan 85 berlian berpotongan brilian senilai 0,38 karat, 587 safir, 276 tsavorite, 45 zamrud, dan 18 turmalin. Tak cukup sampai di situ, jarum penanda berbentuk pedang yang terbuat dari baja juga dilapisi oleh emas putih rhodium.

Van Cleef & Arpels Lady Arpels Ballerine Enchantée 

Lady Arpels Ballerine Enchantée merupakan manifestasi sempurna dari kepuitisan Van Cleef & Arpels. Jam ini mengusung case dan bezel emas putih dengan 403 berlian berpotongan bundar senilai 13,5 karat. Padanan material emas dan berlian serupa juga diaplikasikan pada miniatur penari balet di bagian dial yang turut dipercantik oleh enamel multiwarna, serta taburan safir di bagian tutu sang balerina. Lebih dari sekadar pemanja mata, lengan balerina tersebut juga bertindak sebagai penunjuk waktu dengan tampilan retrograde. Jam ini disempurnakan oleh bracelet emas putih berhiaskan berlian.

Piaget Limelight Gala High Jewelry

Piaget menyoroti kepiawaian seni gemsetting para artisannya lewat Limelight Gala High Jewelry. Memerlukan waktu pengerjaan lebih dari 175 jam, bagian case dan bracelet jam ini terbuat dari emas putih 18 karat berhiaskan 71 berlian berpotongan brilian, 134 berlian berpotongan baguette, dan 87 berlian berpotongan marquis. Sementara, 190 berlian berpotongan brilian menghadirkan kemewahan pada dial berwujud oval. Jam tangan perhiasan berdimensi 22,9 mm x 27,9 mm ini hadir dalam bentuk cuff dengan pengait terintegrasi bermaterialkan emas putih 18 karat.

Chopard Red Carpet Haute Joaillerie Watch

Untuk koleksi Red Carpet 2022 yang dipresentasikan pada 75th Cannes International Film Festival, Chopard mengambil inspirasi dari ragam film legendaris yang kemudian diterjemahkan menjadi berbagai karya perhiasan dan jam tangan mewah nan kaya warna. Salah satunya ialah jam tangan perhiasan nan memesona satu ini. Dengan konstruksi dasar emas putih etis 18 karat bersertifikat Fairmined, jam ini bertaburkan berlian senilai 32,82 karat dan permata safir multiwarna senilai 17,48 karat yang membentuk imaji bunga baik pada bagian dial maupun cuff.

 

Klik di sini untuk #BacaDiRumahAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia


Ditulis oleh

End of content

No more pages to load