Skip to main content

WONDERFUL WATCHES: Tren dan rilisan terbaru dari pergelaran Watches & Wonders 2023

Singkap ragam keajaiban desain, teknis, craftsmanship, dan material dari deretan jam tangan pilihan yang dirilis di Watches & Wonders 2023.

Erika Tania

WINSOME WONDERS

Bagaimanapun, desain adalah daya tarik utama yang menimbulkan minat untuk mengetahui lebih lanjut seputar sebuah karya jam tangan. Di saat TAG Heuer dan Zenith meremajakan koleksi ikonisnya dengan estetika kontemporer, dial berwarna cerah yang mendominasi penawaran tahun lalu masih mempertahankan popularitasnya lewat palet warna ungu. Tona dingin lain turut muncul dalam spektrum warna lebih subtil, yaitu abu-abu dan opaline, yang seolah menjadi alternatif trendi dari warna hitam dan putih biasa sembari menyuguhkan elegansi serupa.

PATEK PHILIPPE CALATRAVA 4997/200R-001

PATEK PHILIPPE CALATRAVA 4997/200R-001

Pesona warna ungu nan intens pada embossed dial berlapiskan pernis dan temali kulit lembu berfinis satin yang berpadu manis dengan rose gold case 35 mm.

CHOPARD HAPPY SPORT

CHOPARD HAPPY SPORT

Motif guilloché dan berlian berdansa menghadirkan nuansa disko nan dinamis pada bagian dial berpalet ‘Midnight Purple’ yang terlihat berubah warna dari sudut berbeda.

BELL & ROSS BR 03-93 GMT BLUE

Estetika ‘Batman’ yang dicirikan dengan kombinasi warna biru-hitam kini tampak lebih ‘muda’ dengan warna abu-abu yang tampak lebih serasi dengan stainless steel.

MONTBLANC 1858 ICED SEA AUTOMATIC DATE

Teknik spesial gratté-boisé mewujudkan kedalaman motif gletser serupa aslinya dengan warna abu-abu yang terinspirasi oleh salah satu gletser terbesar, Mer de Glace, di Gunung Blanc.

ARNOLD & SON ULTRATHIN TOURBILLON

Kombinasi elegan dari opaline dial bertona perak dengan elemen dan case emas merah muda 18 karat yang disajikan bersama off-centre dial dan tourbillon sebagai dress-watch tak biasa.

TUDOR BLACK-BAY GMT

Sebagai alternatif dari dial hitam yang begitu dicintai oleh para penggemar Tudor, opaline dial tak kalah memikat bahkan menyuguhkan harmonisasi lebih baik dengan bezel ‘Pepsi’-nya.

TAG HEUER CARRERA CHRONOGRAPH

Sang ikon lahir kembali dengan dengan konstruksi kristal safir berkubah sebagai pelindung dial yang meningkatkan keterbacaan sekaligus memancarkan modernitas.

ZENITH PILOT AUTOMATIC

Di kala penawaran berbagai jam tangan pilot terlihat semakin serupa, Zenith membedakan diri dengan menerjemahkan elemen-elemen dari pesawat lawas menjadi karya kontemporer.

WILD WONDERS

Kehadiran karya-karya di dua halaman inilah yang membuat industri jam tangan mewah tetap berkibar di tengah berbagai tantangan modernisasi. Meski skeleton mendominasi ragam konstruksi dial yang seakan menegaskan kemutakhiran performa sang jam, terdapat begitu banyak keajaiban teknis lainnya yang juga patut diapresiasi. Mulai dari pengoptimalan akurasi lewat tourbillon, presentasi baru dari fitur minute rattrapante, hingga piringan berputar sebagai penunjuk jam nan unik.

ROGER DUBUIS MONOVORTEX SPLIT-SECONDS CHRONOGRAPH

Mengusung konsep Hyper HorologyTM, jam ini memiliki kontrol penuh terhadap dampak gravitasi terhadap akurasinya berkat kehadiran tourbillon pada jam 9 dan Turborotor Cylindrical Oscillating Weight pada jam 12. Kagumi juga presentasi dramatis dari komplikasi Split-Seconds Chronograph lewat 120° Rotating Minute Counter nan inovatif pada jam 3.

PATEK PHILIPPE GRANDMASTER CHIME REF. 6300GR

Karya yang disebut paling mutakhir buatan sang brand kini hadir dalam dwitona—emas putih dan merah muda—sembari membanggakan 20 komplikasi berbeda, termasuk dua teknologi berpaten pertama di dunia: sebuah alarm yang berbunyi sesuai waktu yang telah diprogram dan denting untuk menunjukkan tanggal sesuai permintaan pengguna.

PARMIGIANI FLEURIER TONDA PF MINUTE RATTRAPANTE

Meski terlihat seperti dress watch biasa, jam ini memiliki fungsi penghitung menit terpisah layaknya pada jam tangan selam. Melalui dua tombol tekan pada sisi kiri case, pengguna dapat menghitung menit secara terpisah lewat jarum emas 18 karat yang tersembunyi di bawah jarum menit utama.

HAUTLENCE VAGABONDE X BLACK BADGER

Terinspirasi oleh permainan arkade lawas, dial jam ini menyoroti keistimewaan desain tiga dimensi yang dioptimalkan oleh material berpendar, Badgerite®, karya Black Badger. Kian spesial, karya ini memanfaatkan piringan berputar lengkap dengan beberapa ‘jendela’ di bagian tengah dial untuk menunjukkan jam sembari menunjuk pada lingkaran menit.

FERDINAND BERTHOUD CHRONOMÈTRE FB3 SPC

Obsesi sang brand dalam mengkreasikan penunjuk waktu sangat presisi kini direalisasikan lewat hairspring silindris yang tampak pada bagian kiri dial. Organ movement yang pertama kali digunakan oleh sang brand pada sebuah jam saku di abad ke-18 ini merupakan satu-satunya karya dengan hairspring silindris yang mengusung sertifikat COSC.

LOUIS MOINET IMPULSION TOURBILLON

Persahabatan dua watchmaker legendaris terdokumentasi dalam jam ini di mana chronograph (pertama diciptakan oleh Louis Moinet) dan tourbillon (kreasi orisinal Abraham-Louis Breguet) dikemas menjadi satu karya mutakhir. Terdiri dari 301 komponen yang masing-masing dibuat ulang dari nol, movement jam ini mempersembahkan performa dan estetika luar biasa.

WHIMSICAL WONDERS

Beberapa tahun belakangan, perhiasan ultra luks atau akrab dijuluki ‘High Jewellery’ memperoleh tempat spesial di kalangan pelanggan barang mewah hingga mencapai angka penjualan yang meroket di tengah gejolak pandemi—ya, Anda tidak salah baca. Maka tak heran bila kemasan dari penawaran jam tangan tahun ini hadir dalam rupa gelang maupun kalung serupa perhiasan. Menariknya, Watches & Wonders 2023 juga menyaksikan evolusi terkini dari berlian buatan laboratorium dari TAG Heuer dan ragam karya bertabur permata berharga yang mendemonstrasikan craftsmanship tingkat tinggi para artisannya.

TAG HEUER PLASMA DIAMANT D’AVANT-GARDE

Seolah dial bertaburkan bubuk berlian—disebut polycrystalline—dengan 12 indeks jam bermaterialkan emas putih yang dihiasi berlian belum cukup menakjubkan, sang brand turut melengkapi bagian crown dan tengah dial—dalam bentuk perisai—dengan berlian merah muda. Bernilai total 4,8 karat, jam tangan ini menandai babak baru bagi masa depan berlian buatan laboratorium.

CHANEL MADEMOISELLE PRIVÉ LION SAUTOIR

Emas kuning 18 karat, oniks, pernis hitam, dan ratusan berlian menjadi formula kemewahan dari kalung istimewa ini. Di balik ukiran kepala singa terdapat jam tersembuyi yang ditenagai oleh quartz movement berpresisi tinggi.

JAEGER-LECOULTRE REVERSO SECRET NECKLACE

Rasio emas Reverso kembali terbukti keindahan proporsionalnya lewat interpretasi terbaru berupa kalung. Bracelet tekstil dari model lawas Reverso di era 1930-an mengilhami konstruksi mutiara oniks dan kepingan emas merah muda yang tampil memukau dengan taburan berlian.  

VAN CLEEF & ARPELS LUDO SECRET WATCH

Sebagai versi modern dari jam tangan rahasia rilisan sang brand pada tahun 1941, jam bermaterialkan emas merah muda 18 karat ini mengusung dua kelopak bunga bertaburkan safir merah muda yang bila dijepit secara bersamaan akan menyingkap sebuah mother-of-pearl dial

CARTIER JEWELLED TANK WATCH

Perpaduan warna favorit Jeanne Toussaint—Creative Director Cartier di tahun 1933—menginspirasi pilihan permata pada jam ini, yaitu ametis (ungu), chrysoprases (hijau), dan koral (merah). Kian mewah, jam tangan ini dihiasi oleh 776 potongan berlian.

PIAGET AURA HIGH JEWELLERY WATCH

Konstruksi emas putih 18 karat berfinis rodium menjadi ‘rumah’ bagi berlian dan safir biru yang menyelimuti seluruh bagiannya. Jam perhiasan yang dibuat lebih dari 260 jam ini ditenagai oleh movement mekanis ultra-tipis, Manufacture Piaget 430P, dengan power reserve hingga 43 jam. 

WICKED WONDERS

Evolusi di dunia horologi tak melulu berfokus pada akurasi waktu yang semakin optimal, tetapi juga pada penggunaan material-material inovatif yang kian memaksimalkan ergonomi, ketahanan, estetika, hingga tanggung jawab terhadap lingkungan. Tahun ini, para penggemar horologi dapat mengeksplorasi hasil eksperimen terbaru sejumlah brand horologi dengan material serat karbon, safir, titanium, platinum, serta stainless steel daur ulang.

HERMÈS H08

Tak hanya ringan, komposit serat karbon menghadirkan estetika distingtif pada case dari jam tangan yang tersedia dalam pilihan warna kuning, hijau, biru, dan oranye ini.

HUBLOT BIG BANG INTEGRATED TOURBILLON FULL CARBON

Perpaduan karbon dan serat kaca dengan lapisan aluminium tipis pada seluruh bagian jam ini menghasilkan ketahanan sangat baik dan bobot super ringan, hanya 68 gram saja.

ZENITH DEFY REVIVAL SHADOW

Case oktagonal dengan bezel segi 14 dan bracelet serupa tangga—ciri khas jam Defy pertama rilisan 1969—tampil modis dalam material microblasted titanium pada versi modern ini.

IWC INGENIEUR AUTOMATIC 40

Ingenieur SL karya Gérald Genta dari tahun 1976 terlahir kembali dalam material titanium—45% lebih ringan daripada versi baja—dengan desain baru bagi crown dan pelindungnya.

GRAND SEIKO MASTERPIECE COLLECTION SBZ009

Tekstur khas dari batang pohon betula putih—biasa ditemukan di kaki pegunungan Kita-Yatsugatake—diukir satu per satu pada case bermaterialkan Platinum 950. 

PANERAI RADIOMIR ANNUAL CALENDAR PLATINUMTECHTM PAM01432

Sunburst dial warna burgundi memancarkan kehangatan yang berpadu kontras dengan case bermaterialkan Panerai PlatinumtechTM—diklaim lebih tangguh daripada platinum biasa.

CHOPARD L.U.C 1860

Sebagai langkah lanjutan sang brand dalam komitmen ‘Journey to Sustainable Luxury’, semua jam tangan baja rilisannya tahun ini bermaterialkan Lucent SteelTM yang terbuat dari 80% baja daur ulang.

ULYSSE NARDIN FREAK ONE

Iterasi terbaru dari jam tangan tanpa dial, jarum penunjuk, dan crown ini menggabungkan fitur-fitur terbaik dari para pendahulunya dengan temali yang terbuat dari 30% material daur ulang dari limbang produksi sang brand.

 

Klik di sini untuk #BacaDiManaAja edisi terbaru dari CROWN Indonesia


Ditulis oleh

End of content

No more pages to load