BaselWorld 2016: Versi Terbaru Rolex Steel Daytona Bersiap Meramaikan Industri Jam Tangan

Ditulis oleh

Selayaknya sebuah lagu pop yang diaransemen secara sempurna, kreasi terbaru Rolex ini siap menjadi kreasi yang memorable.

Perhelatan BaselWorld 2016 belum dimulai, namun kehebohan sudah mulai terjadi di internet mengenai kreasi terbaru lansiran Rolex. Tingginya minat akan jam tangan bergaya sporty dari label ini dijawab dengan sebuah kreasi yang dibuat dalam desain yang lebih mengagumkan dan harga yang kompetitif. 

Dijual dengan harga mendekati 200 juta rupiah, koleksi terbaru Rolex Oyster Perpetual Cosmograph Daytona in Steel dengan Black Cerachrom bezel Ref: 116500LN membuatnya kembali menjadi sebagai jam tangan bernuansa rally. Fakta lain adalah, perpaduan bezel Cerahrom warna hitam dengan case baja juga terinspirasi dari model yang dilansir pada tahun 1965 saat Plexiglas bezel hitam diletakkan di dalam chronograph. Dalam versi terbarunya, para penggemar Rolex tentu akan langsung mengenali bezel monobloc Cerachrom yang ikonis – sebuah inovasi yang telah dipatenkan dengan dibuat dari high-tech ceramic yang tahan korosi.

Meniliki ke bagian dalam, jam tangan ini dibekali mesin Calibre 4130 Superlative Chronometerautomatic chronograph yang telah lolos uji dan memiliki column wheel. Tingkatan akurasi yang dimilikinya yakni -2/+2 detik per hari, serta didukung akan jaminan garansi internasional selama lima tahun. 

Mereka yang kurang menyukainya akan menilai bahwa model ini cenderung minim inovasi. Anggapan tersebut juga tidak sepenuhnya salah, desainnya yang ikonis, performance-drive virtue, dan teknologi yang dihadirkan terasa familier karena semuanya merupakan elemen yang hanya dikembangkan oleh Rolex sendiri.

Namun di saat para perusahaan pembuat jam tangan tengah kebingungan untuk melansir kreasi yang tepat dalam situasi pasar yang tak menentu, label asal Swiss ini percaya bahwa startegi yang tepat adalah berfokus pada ciri khas ikonis yang dimilikinya.

 

 

 

 

Diterbitkan di Rolex Articles
Alvin Wong

Editor-in-Chief

Alvin promises not to be a douche when talking about watches. He may have scoured the Basel and Geneva watch fairs for the past 15 years, and played an instrumental role to the growth of Singapore's pioneering horological and men's lifestyle publications, but the intrepid scribe seeks to learn something new with each story he writes.  

www.crownwatchblog.com