Mark Weber Memaparkan Arti Kerja Keras dan Dunia Balap dalam Rolex Testimonee

Ditulis oleh

“Jangan pernah berpuas diri dan selalu lakukan yang terbaik.”

Dunia balap bukanlah hal yang asing bagi seorang Mark Weber, mantan pembalap Formula 1, yang juga seorang penggemar berat Rolex. Berikut ia memaparkan mengenai pengalamannya selama menekuni dunia balap dan alasan mengapa ia begitu menggemari Rolex.

Olahraga Formula 1 sering disalahpahami. Kombinasi dari G-forces (tekanan gravitasi yang tinggi), suhu panas di dalam mobil, tekanan untuk berkonsentrasi dan minimnya visibilitas membuat balapan terasa berat. Ketika Anda menonton kami di televisi, Anda berpikir bahwa kami dapat melihat segalanya namun ketika memakai helm, kami merasa asing dengan sekitar. Dapat diibaratkan seperti pasukan khusus dalam dunia militer, dibutuhkan ketenangan dan kesabaran.

Sebuah jam tangan yang andal sangatlah dibutuhkan. Bagi pembalap, jam tangan haruslah amat fungsional dan presisi. Selama berkecimpung di arena balap, kami selalu menekankan akan dua hal tersebut dan tidak ada ruang untuk sebuah kesalahan. Kami tidak bisa memakai jam tangan yang kurang dapat diandalkan, selain itu jam tangan tersebut harus bisa memiliki performa di atas standar. Saya menyukai Daytona, dan juga Submariner, kebetulan saya adalah seorang pria yang mencintai laut dan tumbuh besar di Australia, saya selalu berada di air!

Menjadi seorang Rolex Testimonee adalah hal yang luar biasa. Ada banyak pembalap di dunia ini yang mendapatkan sebuah jam tangan Rolex dan mereka selalu lebih membicarakan mengenai jam tangan ini daripada piala, hal tersebut menunjukan akan nilai personalnya. Sebuah piala tak bersama Anda selamanya, namun berbeda cerita dengan jam tangan, dan akan selalu mengingatkan Anda akan memori di baliknya. Maka ketika Rolex menghubungi saya dan kami pun membicarakan untuk menjadi seorang Testimonee, momen tersebut menjadi sebuah pencapaian yang besar bagi saya.

Dunia balap telah terikat dengannya. Rolex telah lama diidentikkan dengan dunia balap dan sebagai seorang pembalap, hal tersebut menarik atensi saya. Saya menyukainya. Prinsip dari Rolex yang sejalan dengan saya adalah untuk tidak pernah berpuas diri dan selalu lakukan yang terbaik.

Saya mempelajari banyak hal dari arena balap. Jangan pernah menilai sesuatu dari luarnya saja karena banyak orang melakukan sesuatu yang luar biasa yang mungkin Anda tidak pernah tahu. Dalam perlombaan, ada banyak orang yang bekerja di balik layar seperti teknisi mesin, dan orang-orang ini mungkin tidak berada di garis depan namun mereka berperan besar. Olahraga ini benar-benar mengajari Anda banyak hal—menjadi seorang yang pantang menyerah, adaptif dan percaya diri. Hal yang penting juga adalah perlakukan orang lain sama seperti Anda ingin diperlakukan.

Saya selalu mencari nasihat terbaik dan bimbingan. Ketika saya mempersiapkan diri untuk tantangan, baik itu di arena balap maupun udara, saya belajar banyak dari pengalaman yang telah dilalui, namun saya juga mendapat nasihat dari orang-orang juga telah menjalaninya. Their hindsight is your foresight.

Diterbitkan di Rolex Articles
Di tag dibawah daytona submariner
Melissa Kong

Online Editor

Like most people these days, Melissa tells the time with her phone. She considers serious timepieces works of art and thinks the perpetual calendar is the handiest complication to date (pun not intended). She's also a Grammar Nazi but promises not to judge if you can't tell the difference between "guilloche" and "guillotine".