Mengapa Grand Seiko Layak Menjadi Investasi

Ditulis oleh

Jika Anda hanya punya satu jam tangan Jepang sepanjang hidup, kami harap itu adalah Grand Seiko.

Dengan mendominasinya perusahaan Swiss pada binis jam tangan saat ini, secara alamiah merekalah yang tampil di panggung pasar timepiece dengan daya pemasaran yang kuat. Oleh karenanya tak heran bila brand Jepang seolah tak terdeteksi radar. Apalagi brand jam tangan Jepang belum mampu menghilangkan reputasi buruknya dalam melibas pasar jam mekanik dengan memperkenalkan jam quartz murah yang dioperasikan dengan baterai pada tahun 1980-an.

Salah satu pencipta citra buruk tersebut adalah Seiko yang bekerjasama dengan Astron dalam memperkenalkan jam tangan quartz pertama pada tahun 1969. Meski demikian, brand ini pun ternyata memiliki sebuah tawaran spesial yang berbeda dari jam tangan masalnya. Kreasi tersebut adalah Grand Seiko.

EVOLUSI CEPAT

Sebagaimana produk Jepang pada umumnya, Grand Seiko mengalami evolusi cepat demi mencapai kesempurnaan chronometric. Setelah jam ini meluncur di pasar pada 1960, koleksi-koleksi berikutnya mengalami perkembangan pesat. Pada tahun 1964, brand ini memperkenalkan Grand Seiko yang memiliki fungsi tanggal. Tiga tahun kemudian, Grand Seiko otomatis pertama dirilis.

Pada tahun 1968, seri pertama dengan kemampuan high-beat, yakni 36.000 beat per hour (bph) diungkap ke publik. Jam tersebut dilengkapi dengan teknologi Calibre 6145. Pada saat bersamaan juga diperkenalkan Grand Seiko untuk wanita dengan kemampuan sama di 36.000 bph.

Puncak dari lini ini berada pada tahun 1969 dengan kehadiran Grand Seiko VFA (singkatan dari “Very Fine Adjusted”) yang didesain oleh pembuat jam tangan berkeahlian khusus agar detiknya selalu tepat, yakni tak melewati semenit dalam sebulan atau tak lebih dari dua detik dalam sehari.

  

KEBANGKITAN BESAR

Meski produksi jam tangan mekanis Seiko berhenti selama revolusi quartz, brand Jepang ini kembali membuat jam tangan mekanis pada tahun 1991. Diciptakan dengan 316L stainless steel, Grand Seiko tampil tanpa adanya dekorasi namun bukan berarti finishing-nya buruk.

 

Banyak dari detail-detail mewahnya, seperti indeks jamnya yang berdesain mirror-finished, dibuat menggunakan tangan serta menggunakan teknik zaratsu. Teknik tersebut pada awalnya dikembangkan untuk proses finishing pedang Jepang. Teknik zaratsu menghasilkan permukaan rata sempurna, sama seperti teknik black polishing yang terkadang dipakai oleh brand jam Swiss.

Meskipun aspek estetiknya terbilang konservatif, teknologi canggih memainkan peranan besar pada produk Grand Seiko. Beberapa calibre pada seri jam tangan itu dilengkapi dengan komponen escapement buatan MEMS (micro-electro-mechanical systems) yang menyuguhkan kinerja presisi sebagaimana prinsip utama Grand Seiko. Jam tangan ini bekerja dengan rate presisi harian sekitar -3 hingga +5 detik. Pada beberapa edisi spesial, kemampuannya meningkat hingga -2 hingga +4 detik per hari.

Lepas dari segala kelebihannya, Grand Seiko kurang dikenal di luar Jepang. Seiko baru mulai menjualnya secara internasional pada tahun 2010 dan bahkan hingga kini ketersediannya pun terbatas di luar Jepang. Strategi branding juga menjadi masalah tersendiri bagi Grand Seiko. Akan tetapi, Grand Seiko mulai mencuri perhatian dari para penggemar jam tangan di seluruh dunia. Pada Grand Prix d'Horlogerie de Geneve 2014, Grand Seiko Hi-Beat 36000 GMT mampu mengalahkan produk-produk ternama dari brand-brand lain dengan membawa pulang penghargaan 'Petite Aiguille'.

Dalam perjalanannya, dibutuhkan waktu hampir 50 tahun bagi Grand Seiko untuk kembali mendapat sorotan. Dengan strategi pemasaran yang baik, brand ini bisa kembali mengklaim tempatnya di mata para watch connoisseurs.

 

Diterbitkan di Seiko Articles
Di tag dibawah seiko grand seiko
Contributor

Contributing Writer

Our secret contributor is an industry insider who has worked with well-known luxury watch marques, as well as written for numerous horological publications. He asks to remains anonymous, however, so as not to ruffle feathers with his sometimes opinionated posts.