5 Model Milestone TAG Heuer Monaco

Ditulis oleh

Sedikit flashback menuju perayaan 50 tahun TAG Heuer Monaco.

Sulit dibantah bahwa ini adalah sports watch dengan case persegi paling terkenal dalam era horologi modern. Tahun ini TAG Heuer Monaco merayakan hari jadinya ke-50. Para fans dapat mengharapkan sebuah keriuhan perayaan di Mei nanti. Rencananya akan diluncurkan sebuah buku berjudul Paradoxical Superstar, yang menceritakan evolusi Monaco. Tentu saja, akan ada jam tangan edisi terbatas juga yang sangat dinanti yang akan dijual online dan di butik-butik TAG Heuer di seluruh dunia. Menjelang perayaan tersebut, mari melihat kembali lima model penting Monaco yang menandai transformasi iconoclastic watch menjadi sebuah ikon sports watch kontemporer sejati.

The 1969 OG

Dikenal sebagai Heuer Monaco saat itu, sebelum perusahaan TAG (Technic d'Avant Garde) mengakuisisi brand Heuer pada tahun 1985, debut jam itu nyaris spektakuler, meskipun menggembar-gemborkan kecanggihan mekanis sebagai perintis chronograph otomatis. Di dalam jam persegi dengan fitur water resistant pertama di dunia ini dipasangkan Calibre 11. Movement tersebut adalah salah satu chronograph otomatis pertama di dunia yang dikembangkan bareng Breitling, Hamilton, dan Dubois Dépraz. Para pesaing chronograph otomatis pertama di dunia saat itu adalah Zenith El Primero dan Seiko 6139, semuanya dirilis satu sama lain dalam beberapa bulan.

Meski begitu, banyak yang kurang terkesan dengan desain off-kilter Monaco seperti case persegi, crown di kiri, dan warna dial yang tidak biasa. Estetika konvensional ini yang mengukuhkan Monaco sebagai salah satu jam tangan olahraga modern yang paling dikenal. Pada tahun 1971, jam ini muncul dalam film Le Mans, yang terlihat di pergelangan tangan Steve McQueen.

The Black Beauty

Setelah kemunculannya di Le Mans, popularitas Monaco dipicu oleh pengenalan 'Dark Lord'. Secara kebetulan, konsepsi Dark Lord adalah hasil dari dorongan pembuat jam Heuer untuk bereksperimen dengan arloji tersebut, mengingat kinerja yang awalnya kurang bagus. Dibalut dalam case hitam berlapis PVD dengan warna dial yang serasi dan jarum jam oranye yang kontras, jam ini tampak memukau seperti sesuatu yang baru hari ini. Tidak diketahui berapa buah jam yang dibuat, namun rumah lelang Phillips memperkirakan sekitar 100 hingga 200 buah. Tidak perlu disanggah, bahwa Dark Lord adalah salah satu Heuer vintage yang paling menarik kisahnya dan menjadi incaran para kolektor.

The Retro Revival

Heuer Monaco sempat mengalami kesulitan, mungkin terlalu jauh dari waktunya, dan produksi arloji itu semua berakhir pada ujung tahun 1970-an. Namun, pada tahun 1998, TAG Heuer memutuskan untuk menggulirkan satu dadu lagi lewat Monaco 'Re-edition'. Jam ini adalah sebuah penghormatan kepada Monaco vintage yang lebih konvensional, seperti crown yang ditempatkan dengan benar dan dial hitam sederhana. Re-edition pertama (CS2110) yang diproduksi sebanyak 5.000 buah, menampilkan konfigurasi two-counter dan logo shield Heuer lawas. Strategi ini terbukti sukses dan koleksi re-edition ini membuktikan bahwa lebih banyak model yang ditambahkan ke koleksi ini sejak saat itu.

The Technical Leap

Pada tahun 2004, TAG Heuer mengejutkan kami ketika mempresentasikan Monaco V4, yang menampilkan movement revolusioner yang digerakkan oleh sabuk. Dinamai dan diinspirasi oleh arsitektur mesin mobil empat silinder. Ada empat barel pendorong utama di setiap sudut movement, dengan 'sistem transmisi' yang diaktifkan oleh sabuk karet super tipis yang telah diperkuat dengan steel core. Diluncurkan pada tahun 2014, jam ini membawa semangat avant-garde TAG Heuer ke depan. Dirancang menggunakan sistem transmisi micro-belt energy yang sama untuk menggerakkan tourbillon secara efektif dan menjadi salah satu complication yang bersejarah.

The Cultural Crossover

TAG Heuer merilis salah satu Monaco yang paling didambakan dan dibicarakan dalam beberapa waktu belakangan lewat Monaco Bamford, yang dibuat bekerja sama dengan Bamford Watch Department (BWD) yang terkenal memberikan makeover modern untuk model ikonis. Meskipun BWD telah berkecimpung dalam bisnis kustomisasi selama bertahun-tahun, perusahaan itu tidak pernah secara resmi terdaftar sebagai sebuah brand untuk mengerjakan koleksi jam sampai TAG Heuer datang. Hasil kreasi Monaco Bamford menampilkan case karbon hitam dan dial dengan aksen biru muda tergolong berhasil, tak terkecuali kemampuan Monaco untuk menggaet generasi penggemar baru.

Diterbitkan di TAG Heuer Articles
Di tag dibawah monaco
Alvin Wong

Editor-in-Chief

Alvin promises not to be a douche when talking about watches. He may have scoured the Basel and Geneva watch fairs for the past 15 years, and played an instrumental role to the growth of Singapore's pioneering horological and men's lifestyle publications, but the intrepid scribe seeks to learn something new with each story he writes.  

www.crownwatchblog.com

Item terkait