Into The Wild: Cara Delevingne X TAG Heuer

Ditulis oleh

Sang aktris dan model menghidupkan insting liarnya.

Sejak sang CEO Jean-Claude Biver mengambil alih kepemimpinan pada tahun 2014, TAG Heuer telah menampilkan sederet ambasador lintas kategori, mulai dari seni dan musik, olahraga dan gaya hidup, serta menggaet penggemar dari dunia seni melalui slogan yang kini populer: #dontcrackunderpressure.

Baru-baru ini, aktris dan model Cara Delevingne mengunjungi sabana di Afrika Selatan untuk sebuah pemotretan yang memesona bersama seorang fotografer alam liar tersohor David Yarrow. Tertantang dengan pengalaman ini, Delevingne berujar, “Sudah jadi mimpi saya sejak lama untuk berkesempatan bekerja dengan hewan liar, terutama dengan seekor singa! Saya sangat bersyukur bisa berkolaborasi dengan TAG Heuer untuk kampanye ini.”

Yarrow sendiri tak kalah antusias dengan proyek ini. Fotografer yang karyanya bisa mencapai nilai $60.000 per cetakan ini menjelaskan, “Saat saya memotret binatang, hal pertama yang saya lakukan adalah menatap matanya. Jika mereka tidak memandang tajam, maka akan sangat sulit untuk menangkap jiwa binatang itu.” Dengan ‘tatapan yang sungguh tajam’ milik Delevingne, dia berkata bahwa dia sudah bisa tahu bahwa unsur ini yang akan menjadi esensi proyek yang digarap.

Imaji yang impresif memperlihatkan Delevingne dalam jarak dekat dengan sang raja rimba, keduanya memamerkan aura yang sama-sama kuat. Menariknya, Delevingne juga memiliki tato singa di jari telunjuknya, selaku inspirasinya terhadap pilihan hidupnya.

Mungkin yang paling merasa puas akan proyek ini adalah Biver, yang mengagungkan visual. “Melalui dia (Delevingne), saya bisa melihat TAG Heuer terkoneksi kembali tak hanya dengan generasi millennial dan yang lebih muda, tapi juga dengan spirit brand yang terdepan, spirit yang mendorong kita untuk mengerjakan hal-hal secara berbeda, untuk berinovasi, berani mengambil risiko,” ungkapnya.

Tonton videonya di sini:

 

Diterbitkan di TAG Heuer Articles
Melissa Kong

Online Editor

Like most people these days, Melissa tells the time with her phone. She considers serious timepieces works of art and thinks the perpetual calendar is the handiest complication to date (pun not intended). She's also a Grammar Nazi but promises not to judge if you can't tell the difference between "guilloche" and "guillotine".