Skip to main content

Empat Jam Tangan Dua-Muka Terbaik

Pakaian yang kita kenakan, cara kita menata rambut, musik yang kita dengarkan, dan makanan yang kita makan semuanya merupakan cerminan dari kepribadian kita. Termasuk juga jam tangan yang kita kenakan adalah cerminan dari karakter kita. 

Tetapi, bagaimana jika Anda ingin mengungkapkan lebih dari satu sisi kepribadian dan jam tangan Anda? Sebagian besar jam tangan perlu ditukar untuk memberi Anda tampilan yang berbeda, tetapi beberapa memiliki kemampuan untuk mengubah tampilan hanya dalam beberapa detik saja. Berikut adalah lima jam tangan mekanis dengan case konvertibel bermuka dua.

Hamilton Jazzmaster Face 2 Face III Limited Edition

Memadukan desain modern dan klasik, Hamilton Jazzmaster Face-to-Face III adalah lambang keunggulan jam tangan bermuka dua. Jam tangan edisi terbatas yang tersedia hanya 999 buah ini memiliki case yang dapat dibolak-balik dengan dua dial. 

Pada dial pertama terdapat penunjuk waktu yang terdiri dari fungsi chronograph, sedangkan dial kedua menampilkan beberapa skala pengukuran dan mesin jam. Dipasangkan dengan strap kulit berwarna coklat patina, Hamilton Jazzmaster Face-to-Face III membuat ulang aturan tentang inovasi yang tidak biasa ke dalam desain jam tangan tradisional.

Patek Philippe Grandmaster Chime

Karya agung ini diciptakan untuk merayakan ulang tahun ke-175 Patek Philippe dan merupakan jam tangan paling rumit yang pernah ada. Saking rumitnya, satu dial saja tidak cukup untuk menunjukkan semua indikasinya. Sementara tampilan utama seperti waktu ada di bagian depan, dial kedua tersembunyi di bagian belakang untuk menunjukkan indikasi yang jarang dibutuhkan, seperti kalender yang lengkap.

Salah satu fitur terbaiknya bahkan tidak terletak pada mesin jamnya, tetapi pada case yang inovatif. Case ini memiliki mekanisme yang memungkinkan Anda untuk membaliknya hanya dengan menarik dua lug attachment dan memutar modul pusat yang merupakan case dengan mesin jam.

Jaeger-LeCoultre Reverso Tribute Duo 

Sebagian besar kolektor jam tangan pasti mengetahui kisah di balik Jaeger-LeCoultre Reverso. Selama tahun 1930-an, para pemain polo pria membutuhkan jam tangan yang dapat bertahan dalam olahraga mereka yang cukup berbahaya. Jawabannya adalah jam tangan dengan bagian depan yang dapat disembunyikan dengan membalikkan case 180 derajat, sehingga melindungi kristal dari kerusakan. Seiring berjalannya waktu, Reverso yang menjadi ikon, dan tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-80.

Saat ini Jaeger-LeCoultre Reverso lebih sering ditemukan di karpet merah daripada di pergelangan tangan para pemain polo di lapangan hijau. Jadi, kegunaan case yang dapat dibalik ini tidak terlalu jelas, namun para insinyur di Jaeger-LeCoultre memiliki ide lain, yang lebih menarik daripada menggunakan sisi sebaliknya untuk ukiran yang dipersonalisasi. Mengapa tidak menggunakan sisi sebaliknya untuk menampilkan informasi tambahan, mungkin zona waktu kedua? Itulah yang Anda dapatkan di Jaeger-LeCoultre Reverso Duo: satu sisi untuk waktu lokal, dan sisi lainnya untuk waktu setempat.

IWC Portugieser Sidérale Scafusia

Sidérale Scafusia adalah jam tangan IWC paling rumit yang pernah dibuat, sehingga satu dial jam saja tidak cukup untuk menampilkan semua indikasinya. Bagian depan jam tangan ini relatif bersih dan hanya menunjukkan waktu, cadangan daya, waktu sideris (waktu dalam kaitannya dengan rotasi bumi terhadap bintang-bintang), dan juga Anda dapat mengagumi tourbillon yang konstan melalui sebuah lubang.

Keindahan yang kompleks dari mesin jam ini tersembunyi di bagian belakang, dengan kerumitan yang membutuhkan begitu banyak ruang sehingga memiliki satu dial tersendiri. Tampilan yang cantik ini menunjukkan bagian langit malam berbintang, yang disesuaikan dengan lokasi pemiliknya. Alat ini dapat menampilkan posisi aktual antara 500 hingga 1000 bintang dan grafik berputar untuk menciptakan kembali pemandangan langit yang berubah dari waktu ke waktu, dari sudut pandang pemakainya.

Di antara empat model di atas, mana menurut Anda yang terbaik?