Ulasan Tudor Black Bay 32mm

Ditulis oleh

Black Bay-nya para wanita.

Tidaklah sulit untuk menyebut bahwa Tudor adalah anak emas dunia horologi di abad ke-21, dengan Heritage Black Bay yang memenangkan penghargaan 'Revival' di Grand Prix d'Horlogerie du Genève pada 2012. Sejak diperkenalkan, kolektor dan penggemar jam tangan ini telah ramai-ramai melahap setiap edisi baru yang dikeluarkan oleh brand tersebut dan meminta lebih banyak.

Jika Heritage Black Bay menampilkan rugged tool watch look, ‘kakak’nya yaitu Black Bay 36 terlihat lebih subtil di pergelangan tangan. Diluncurkan di Baselworld 2016, model ini kemudian membesar menjadi 41mm pada 2017, dan tahun ini didebutkan dengan ukuran 32mm yang lebih feminin.

Sejak beberapa waktu silam, para wanita lebih condong berorientasi kepada jam tangan yang berkarakter androgini — seperti mengenakan boyfriend shirt. Itu bukan berarti jam-jam cantik berhiaskan berlian menjadi aib di mata mereka. Jam tangan semacam ini tentunya masih memiliki waktu dan tempat tersendiri untuk dikenakan. Namun semakin banyak wanita memilih untuk mengenakan jam tangan maskulin dan Tudor cukup sensitif untuk menangkap pesan tersebut.

Black Bay 32mm teranyar ini mempertahankan elemen-elemen simpel dan bebas dari pendahulunya, tetapi sukses memberikan tampilan baru yang anggun dengan ukurannya yang diperbarui. Pada 32mm, jam tangan ini sedikit terlalu kecil untuk pria (kecuali jika Anda benar-benar kurus), yang membuatnya sepenuhnya ditargetkan untuk kaum hawa. Akhirnya, para wanita dapat mengklaim sebuah Black Bay milik mereka sendiri—tidak usah lagi meminjam dari pasangannya!

Di dalam case, mesin Calibre 2824 self-winding yang sama seperti yang terdapat di Black Bay 36 memotori jam tangan bermaterial steel dalam finishing polished dan satin. Meskipun ini bukan merupakan movement in-house, Calibre 2824 adalah sebuah mesin solid yang memiliki reputasi untuk performa dan keandalannya.

Jam tangan ini tahan air hingga 150 m dan tersedia dalam skema warna dial biru yang baru (juga terdapat pada versi 36 mm dan 41 mm yang sebelumnya hanya tersedia dalam warna hitam), sebuah throwback kepada sejarah brand ini yang telah merilis dial biru sejak tahun 1960-an.

Seperti dua varian sebelumnya, model ini hadir dalam pilihan rantai jam steel, brown leather dengan folding clasp, atau black fabric dengan buckle. Opsi steel tentunya merupakan yang paling keren, tetapi jika Anda lebih memilih gaya sporty atau lebih kasual, maka opsi tali lainnya patut dilihat, terutama leather (bawah) yang, menurut kami, selalu terlihat superior di Black Bay.

Dengan harga sekira Rp 39 jutaan, Black Bay 32mm merupakan model entry-level di keluarga Black Bay Tudor, yang menjadikannya ideal untuk mengenal brand ini lebih jauh. Meskipun dressy, jam tangan ini juga cukup kasual untuk berfungsi sebagai jam tangan sehari-hari serba guna bagi Anda. Dan para wanita, kami bertaruh setelah Anda mencoba jam ini, Anda akan memahami obsesi pasangan Anda dengan koleksi Heritage Black Bay miliknya.

Case

32mm stainless steel dengan pilihan polished dan satin finish

Dial

Hitam atau biru

Movement

Self-winding Calibre 2824

Bracelet/Strap

Steel bracelet dengan satin finish, leather strap dengan folding clasp, atau fabric strap dengan buckle

Fungsi

Hours, minutes, seconds

Power Reserve

38 jam

Harga

Mulai dari Rp 39.380.000

Di tag dibawah tudor black bay
Melissa Kong

Online Editor

Like most people these days, Melissa tells the time with her phone. She considers serious timepieces works of art and thinks the perpetual calendar is the handiest complication to date (pun not intended). She's also a Grammar Nazi but promises not to judge if you can't tell the difference between "guilloche" and "guillotine".

Selanjutnya di kategori ini: Si Glamour yang Fleksibel