Hublot Big Bang Vs Audemars Piguet Royal Oak Offshore

Ditulis oleh

Siapa pemenangnya? Kami membandingkan dan Anda yang menentukan.

Sesungguhnya sangat berat untuk melakukan perbadingan antara kedua jam tangan itu. Bukan karena hal tersebut mustahil, melainkan karena kami tahu bahwa para penggemar berat Audemars Piguet dan Hublot pasti akan sangat tajam menilai masing-masing jam.

Akan tetapi tentu saja yang kami lakukan bukanlah untuk mengubah pecinta Audemars Piguet menjadi fans Hublot maupun sebaliknya. Bagi mereka yang menyukai kedua brand ataupun salah satunya, berikut ini adalah perbandingan antara Royal Oak Offshore dan Big Bang yang bisa membantu Anda mengambil keputusan untuk memilih satu diantaranya.

SEJARAH BRAND

Ketika berbicara tentang sejarah, tampaknya jarang ada yang bisa menyaingi Audemars Piguet. Brand berusia 141 tahun ini merupakan bagian dari sedikit brand yang hingga kini masih dikelola oleh keluarga pendirinya. Selain itu, brand tersebut juga sangat bangga dengan kemampuannya memproduksi jam secara in-house serta menghasilkan inovasi-inovasi teknologi.

Audemars Piguet workshop circa 1907
Workshop Audemars Piguet tahun 1907

Di sisi lain, Hublot adalah cerita kesuksesan era modern. Didirikan pada tahun 1980 oleh seorang entrepreneur bernama Carlo Crocco, ketenaran brand ini melejit pada tahun 2003 setelah marketer legendaris Jean-Claude Biver menempati posisi CEO perusahaan.

Jean-Claude Biver

Biver lah yang memperkuat konsep ‘Art of Fusion’ dari Hublot, dimana konsep itu dibangun dari ide Crocco untuk memadankan metal cases dengan natural rubber straps (Hublot adalah brand jam tangan pertama yang melakukan hal itu). Biver mengembangkan konsep Art of Fusion dengan bereksperimentasi pada penggunaan material dan inspirasi teknologi dari industri-industri lain.

SEJARAH JAM

Seri Royal Oak Offshore yang pertama kali meluncur pada tahun 1993 merupakan adik dari seri Royal Oak yang diperkenalkan pada tahun 1972. Kedua koleksi tersebut menghentak pasar jam tangan dengan caranya sendiri. Royal Oak merupakan pionir dari kategori sports watch mewah dengan desain terinspirasi porthole yang khas dan berharga 3.500 Swiss franc - harga yang tinggi untuk sebuah jam tangan baja pada tahun 1972.

Audemars Piguet Royal Oak Offshore 1993

Hal serupa juga terjadi pada Royak Oak Offshore ketika dirilis. Meskipun produk ini dirancang dengan desain yang sama dan juga memakai prinsip-prinsip sports watch, Royal Oak Offshore tampil lebih hebat dibanding pendahulunya Royal Oak. Case bajanya yang berukuran 42mm mengaksentuasi desain oktagonal dari Royal Oak, sementara gasket-nya yang berada di antara case dan bezel membuat tampilan jam tangan ini menjadi semakin sporty.

Bersama dengan motif tapisseri yang disempurnakan pada bagian dial, lugs yang dimodifikasi, dan kehadiran crown protectors baru di samping aksen-aksen lain, Royal Oak Offshore berhasil menunjukkan identtasnya sebagai seri Royak Oak yang diperuntukkan bagi kaum muda. Kemampuan serta kerumitan chronograph-nya juga membuat jam ini disebut sebagai ‘The Beast’.

Hublot Big Bang

Sementara itu, koleksi The Big Bang yang dirilis pada tahun 2005 menandai era Hublot pasca masa Crocco dan di bawah pimpinan Biver. Model pertama seri tersebut adalah Big Bang Gold Ceramic yang mengekspresikan konsep Art of Fusion melalui kombinasi emas, keramik, dan rubber dalam sebuah kreasi jam tangan. Produk ini berhasil meraih beberapa penghargaan. Salah satunya adalah Best Design di Grand Prix d'Horlogerie de Geneve.

Hanya dalam waktu satu dekade, Big Bang berkembang menjadi koleksi flagship dari Hublot. Tak dapat dipungkiri bahwa seri itulah yang membuat nama Hublot meroket. Dilaporkan bahwa lebih dari 200.000 jam Big Bang terjual pada dasawarsa pertama dan koleksi tersebut saat ini mengambil porsi 60% penjualan total jam tangan Hublot.

KUALITAS TEKNIS

Baik Royal Oak Offshore maupun Big Bang memulai debutnya sebagai jam tangan chronograph otomatis dengan movement yang dimodifikasi. Royal Oak Offshore original menyuguhkan modifikasi automatic base calibre dari Jaeger-LeCoultre dengan chronograph module dari Dubois Depraz, sedangkan Big Bang menghadirkan movement modifikasi Valjoux 7750. Proporsi teknis kedua jam tangan itu terus dikembangkan hingga kini. Saat ini sudah tersedia model chronograph dengan in-house movements.

Pada tahun 2013, Hublot mengeluarkan Big Bang Unico yang memiliki in-house flyback chronograph movement dengan column wheel dan silicon escape wheel yang diperkenalkan pada tahun 2009. Sementara itu, model chronograph dari Royal Oak Offshore membubuhkan 3129 automatic movement sebagai base dan in-house chronograph module yang menyertainya.

Hublot Big Bang Unico 

Selain fitur chronograph, kedua koleksi jam tersebut juga telah menghadirkan fungsi-fungsi mewah lainnya. Saat Royal Oak Offshore merayakan ulang tahun ke-20 pada tahun 2013, Audemars Piguet merayakannya dengan peluncuran Royal Oak Offshore spesial yang menghadirkan fungsi minute repeater, split-seconds chronograph, dan perpetual calendar. Di sisi lain, Big Bang dari Hublot juga selalu menyertakan pengembangan-pengembangan baru secara konstan, termasuk alarm repeaters dan perpetual calendar.

Audemars Piguet Royal Oak Offshore Grand Complication

ESTETIKA

Tampil dengan cases berukuran ekstra dan bezel yang terinspirasi porthole yang diaksentuasi dengan mur, Royal Oak Offshore dan Big Bang tampak sebagai kerabat dekat.

Audemars Piguet Royal Oak Offshore

Melihat bahwa keduanya bereksperimen dengan penggunaan material, mengombinasikan ragam material mulai dari serat karbon hingga keramik dan bahkan logam campuran, tampak ada lebih banyak kesamaan dibanding perbedaan dari dua seri jam tangan tersebut.

Hublot Big Bang

Tanpa memperhitungkan loyalitas pada sebuah brand, maka akan sangat sulit bagi konsumen untuk memilih satu di antara keduanya karena jam-jam tersebut mengekspresikan karakter maskulin dan flamboyan yang sama.

REKOMENDASI 2016

Royal Oak Offshore Diver Chronograph

Audemars Piguet Royal Oak Offshore Chronograph

Untuk mendapat sesuatu yang berbeda dari seri Royal Oak Offshore pada umumnya, coba lihat model jam tangan menyelam terbarunya. Jam tersebut memiliki serangkaian keunggulan mulai dari case berbahan stainless steel ukuran 42mm, performa prima dari Calibre 3124 automatic chronograph movement, dan penggabungan beberapa material dengan crown berbahan keramik serta fitur push piece yang kini tengah digemari. Pada tahun ini, jam tersebut juga dilengkapi dengan fitur-fitur menyelam baru seperti water resistance hingga 300 meter, rotating inner bezel yang disertai diving scale dan screw-down crown. Tersedia empat pilihan warna nan funky, yakni biru navy, kuning kenari, oranye, dan lime green.

Big Bang Meca-10
Hublot Big Bang Meca-10

Kreasi Big Bang Meca-10 menunjukkan bagaimana seri Big Bang telah berevolusi. Di dalam jam tangan ini terdapat in-house movement baru, yakni double-barrel HUB1201 dengan mekanisme manual-winding. Movement itu menghasilkan power reserve selama 10 jam.  Dengan performa yang mengagumkan serta arsitektur movement nan menawan di dalamnya (terbukti dari pendekatan desain open work dengan bridges berlapis PVD hitam), Hublot menjadikan movement tersebut sebagai karakternya di masa depan yang kemungkinan akan dimodifikasi dengan modul lebih canggih nantinya.

Alvin Wong

Editor-in-Chief

Alvin promises not to be a douche when talking about watches. He may have scoured the Basel and Geneva watch fairs for the past 15 years, and played an instrumental role to the growth of Singapore's pioneering horological and men's lifestyle publications, but the intrepid scribe seeks to learn something new with each story he writes.  

www.crownwatchblog.com